Bangun Budaya Kelola Sampah, Mahasiswa UM BBM Mandiri Hadirkan Edukasi dan Fasilitas Pengelolaan Sampah di Pesantren Mahasiswa AL-HIKAM Malang – Kompasiana.com

[National] · Policy Ringkasan Mahasiswa UM BBM Mandiri melaksanakan program edukasi dan pembangunan fasilitas pengelolaan sampah di Pesantren Mahasiswa AL-HIKAM Malang untuk membangun budaya kelola sampah yang berkelanjutan. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kesadaran penghuni pesantren terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang baik melalui pendekatan edukatif dan penyediaan infrastruktur yang memadai. Program ini mencerminkan komitmen generasi muda dalam menciptakan gaya hidup ramah lingkungan di lingkungan pesantren. Dengan kombinasi edukasi dan fasilitas praktis, diharapkan tercipta perubahan perilaku berkelanjutan dalam mengelola sampah di komunitas pesantren. Summary UM BBM Mandiri students have implemented a waste management education and facility development program at AL-HIKAM Islamic Boarding School in Malang to foster a sustainable waste management culture. This initiative aims to raise awareness among boarding school residents about the importance of proper waste management through educational outreach and provision of adequate infrastructure. The program reflects the commitment of young people in creating an environmentally friendly lifestyle within the boarding school community. By combining education with practical facilities, the program is expected to generate sustainable behavioral change in waste management practices among the pesantren community. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompasiana.com →

Pemerintah target praktik pengelolaan sampah open dumping berhenti dalam dua tahun

[National] · Policy Ringkasan Pemerintah telah menetapkan target ambisius untuk menghentikan praktik pengelolaan sampah open dumping dalam dua tahun ke depan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya komprehensif untuk meningkatkan standar pengelolaan sampah nasional dan mengurangi dampak lingkungan negatif. Pencapaian target tersebut memerlukan koordinasi intensif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan stakeholder terkait dalam implementasi sistem pengelolaan sampah yang lebih baik. Dengan transisi dari open dumping ke metode pengelolaan berkelanjutan, diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat secara signifikan. Summary The government has set an ambitious target to end open dumping waste management practices within the next two years. This initiative represents a comprehensive effort to enhance national waste management standards and mitigate negative environmental impacts. Achieving this target requires intensive coordination among central government, local authorities, and relevant stakeholders in implementing improved waste management systems. Through the transition from open dumping to sustainable management methods, the country aims to significantly improve environmental quality and public health outcomes. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News Jawa Barat →

Lingkungan: Longsor sampah di TPST ‘terbesar di Asia Tenggara’ Bantargebang tewaskan tujuh orang – ‘Cerminan sistem pengelolaan sampah yang amburadul’

[International] · Policy Ringkasan Longsor sampah di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Bantargebang, fasilitas terbesar di Asia Tenggara, telah menewaskan tujuh orang. Insiden ini mencerminkan kegagalan sistemik dalam pengelolaan sampah nasional yang terus mengalami kerancuan operasional dan teknis. Tragedi tersebut menjadi peringatan serius terhadap perlunya reformasi menyeluruh dalam infrastruktur pengelolaan limbah dan pengawasan keselamatan kerja di fasilitas pembuangan sampah utama. Diperlukan tindakan segera untuk meningkatkan standar keamanan dan efisiensi sistem pengelolaan sampah di seluruh Indonesia. Summary A waste landslide at the Bantargebang Final Waste Processing Site (TPAS), Southeast Asia’s largest waste facility, has claimed seven lives. The incident reflects systemic failures in the nation’s waste management system, which continues to face operational and technical dysfunction. This tragedy serves as a critical warning of the urgent need for comprehensive reforms in waste management infrastructure and occupational safety oversight at major disposal facilities. Immediate action is necessary to enhance safety standards and improve waste management system efficiency throughout Indonesia. ───────────── Baca selengkapnya di: BBC →

Pemprov Jateng meminta kota-kota prioritaskan pengelolaan sampah

[National] · Policy Ringkasan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menekankan pentingnya pengelolaan sampah sebagai prioritas utama bagi seluruh kota di wilayahnya. Langkah ini merupakan upaya strategis untuk mengatasi permasalahan sampah yang terus meningkat dan berdampak pada lingkungan. Pemprov Jateng mendorong setiap kota untuk mengimplementasikan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan. Komitmen ini sejalan dengan target nasional untuk mewujudkan Indonesia yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Summary The Central Java Provincial Government has urged all cities in the region to prioritize waste management as a key initiative. This strategic effort aims to address the escalating waste problem and its environmental impact across municipalities. The provincial government is encouraging each city to implement more effective and sustainable waste management systems. This commitment aligns with national targets to achieve a cleaner and more environmentally responsible Indonesia. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News Jateng →

Eks Kadis Lingkungan Jakarta jadi Tersangka Kasus Longsor Sampah Bantargebang

[International] · Policy Ringkasan Mantan Kepala Dinas Lingkungan Jakarta ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus longsor sampah yang terjadi di tempat pembuangan akhir (TPA) Bantargebang. Kasus ini menunjukkan pentingnya pengawasan dan manajemen pengelolaan sampah yang ketat untuk mencegah bencana lingkungan. Investigasi terhadap tersangka diharapkan dapat mengungkap kelalaian atau pelanggaran dalam pengelolaan TPA yang mengakibatkan bencana tersebut. Insiden ini menjadi pembelajaran penting bagi instansi terkait dalam meningkatkan standar keselamatan dan operasional fasilitas pembuangan sampah. Summary The former Head of Jakarta’s Environmental Agency has been named as a suspect in the Bantargebang landfill collapse case. This case highlights the critical importance of strict supervision and waste management practices to prevent environmental disasters. The investigation into the suspect is expected to reveal any negligence or violations in landfill operations that led to the incident. This incident serves as an important lesson for relevant authorities to enhance safety standards and operational procedures at waste disposal facilities. ───────────── Baca selengkapnya di: Mongabay.co.id →

Lingkungan: Longsor sampah di TPST ‘terbesar di Asia Tenggara’ Bantargebang tewaskan tujuh orang – ‘Cerminan sistem pengelolaan sampah yang amburadul’

[International] · Policy Ringkasan Longsor sampah di Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, yang merupakan fasilitas pengelolaan sampah terbesar di Asia Tenggara, telah mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia. Insiden ini mencerminkan kelemahan serius dalam sistem pengelolaan sampah nasional yang masih belum terkelola dengan baik. Tragedi tersebut menyoroti urgensi reformasi dalam infrastruktur dan praktik pengelolaan limbah untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap protokol keselamatan dan kapasitas operasional fasilitas pemrosesan sampah utama di Indonesia. Summary A waste landslide at Bantargebang Integrated Waste Processing Facility (TPST), Southeast Asia’s largest waste management facility, has killed seven people. The incident highlights critical deficiencies in Indonesia’s national waste management system and operational practices. This tragedy underscores the urgent need for comprehensive reform in waste processing infrastructure and safety protocols to prevent similar disasters. A thorough evaluation of operational capacity and safety measures at the country’s major waste facilities is essential to ensure public safety and environmental protection. ───────────── Baca selengkapnya di: BBC →

Why Was the Cessation of Open Dumping at the Bantargebang Landfill Only Completed in 2028?

[National] · Policy Ringkasan Penutupan operasional open dumping (tempat pembuangan sampah terbuka) di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bantargebang baru selesai pada tahun 2028 karena berbagai tantangan teknis, administratif, dan finansial yang kompleks. Proses transisi dari sistem open dumping ke metode pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan memerlukan waktu panjang untuk pembangunan infrastruktur penunjang, termasuk sistem sanitary landfill dan fasilitas pengolahan sampah modern. Keterlambatan ini mencerminkan kesulitan dalam koordinasi antarlembaga pemerintah, keterbatasan anggaran, dan perlunya perencanaan yang matang untuk menangani volume sampah yang terus meningkat dari wilayah Jabodetabek. Summary The cessation of open dumping operations at the Bantargebang Landfill was only completed in 2028 due to complex technical, administrative, and financial challenges throughout the transition process. The shift from open dumping to more environmentally sustainable waste management methods required extensive time for the construction of supporting infrastructure, including sanitary landfill systems and modern waste processing facilities. This delay reflects the difficulties in inter-agency coordination, budgetary constraints, and the necessity for comprehensive planning to manage the continuously increasing waste volume from the Greater Jakarta region. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.id →

Lingkungan: Longsor sampah di TPST ‘terbesar di Asia Tenggara’ Bantargebang tewaskan tujuh orang – ‘Cerminan sistem pengelolaan sampah yang amburadul’

[International] · Policy Ringkasan Longsor sampah di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Bantargebang, yang merupakan fasilitas terbesar di Asia Tenggara, telah menewaskan tujuh orang. Insiden ini mencerminkan kelemahan sistematis dalam pengelolaan sampah yang kurang terkoordinasi dan tidak terkelola dengan baik. Peristiwa tragis ini menyoroti urgensi peningkatan standar operasional dan infrastruktur pengelolaan limbah di tingkat nasional. Diperlukan reformasi komprehensif dalam sistem pengelolaan sampah untuk mencegah bencana serupa di masa depan. Summary A waste landslide at the Bantargebang Final Waste Processing Facility (TPAS), Southeast Asia’s largest landfill, has claimed seven lives. The incident reflects systemic weaknesses in poorly coordinated and inadequately managed waste management practices. This tragic event underscores the urgent need to improve operational standards and waste management infrastructure at the national level. Comprehensive reform of the waste management system is necessary to prevent similar disasters in the future. ───────────── Baca selengkapnya di: BBC →

Tujuh Kelurahan di Depok Kembangkan Pengelolaan Sampah Berbasis Maggot

[National] · Policy Ringkasan Tujuh kelurahan di Depok mengembangkan sistem pengelolaan sampah inovatif berbasis larva lalat tentara hitam (maggot). Program ini memanfaatkan maggot untuk mengurai sampah organik secara efisien dan menghasilkan produk sampingan bernilai ekonomi. Inisiatif tersebut bertujuan mengurangi volume sampah di tempat pembuangan akhir sekaligus menciptakan solusi pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Pendekatan berbasis maggot ini menunjukkan komitmen pemerintah lokal dalam menerapkan teknologi ramah lingkungan untuk penanganan sampah komunitas. Summary Seven sub-districts in Depok are developing an innovative waste management system based on black soldier fly larvae (maggot). The program utilizes maggot to efficiently decompose organic waste while generating economically valuable by-products. This initiative aims to reduce waste volume sent to landfills while creating a sustainable waste management solution for the community. The maggot-based approach demonstrates the local government’s commitment to implementing environmentally-friendly technology for waste treatment at the community level. ───────────── Baca selengkapnya di: republika.co.id →

Pramono Sebut Kini Jumlah Truk Sampah ke TPST Bantargebang Berkurang

[National] · Policy Ringkasan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan bahwa jumlah truk sampah yang menuju ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang telah mengalami pengurangan signifikan. Berkurangnya volume sampah yang masuk ke TPST tersebut merupakan hasil dari upaya pengelolaan sampah yang lebih baik di tingkat sumber dan peningkatan kapasitas pengolahan sampah di lokasi lain. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah Jakarta dalam mengurangi beban terhadap tempat pembuangan sampah utama dan mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. Pengurangan ini juga diharapkan dapat meningkatkan umur operasional TPST Bantargebang sebagai salah satu infrastruktur pengelolaan sampah strategis di Jakarta. Summary Jakarta Governor Pramono Anung announced that the number of waste trucks heading to the Integrated Waste Treatment Facility (TPST) Bantargebang has experienced a significant reduction. The decreased volume of waste entering the facility is the result of improved waste management efforts at the source level and increased processing capacity at other locations. This initiative demonstrates Jakarta’s government commitment to reducing the burden on the main landfill and implementing a more sustainable waste management system. The reduction is also expected to extend the operational lifespan of TPST Bantargebang as one of the strategic waste management infrastructures in Jakarta. ───────────── Baca selengkapnya di: CNN Indonesia →