Pramono Sebut Kini Jumlah Truk Sampah ke TPST Bantargebang Berkurang
[National] · Policy Ringkasan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan bahwa jumlah truk sampah yang menuju ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang telah mengalami pengurangan signifikan. Berkurangnya volume sampah yang masuk ke TPST tersebut merupakan hasil dari upaya pengelolaan sampah yang lebih baik di tingkat sumber dan peningkatan kapasitas pengolahan sampah di lokasi lain. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah Jakarta dalam mengurangi beban terhadap tempat pembuangan sampah utama dan mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. Pengurangan ini juga diharapkan dapat meningkatkan umur operasional TPST Bantargebang sebagai salah satu infrastruktur pengelolaan sampah strategis di Jakarta. Summary Jakarta Governor Pramono Anung announced that the number of waste trucks heading to the Integrated Waste Treatment Facility (TPST) Bantargebang has experienced a significant reduction. The decreased volume of waste entering the facility is the result of improved waste management efforts at the source level and increased processing capacity at other locations. This initiative demonstrates Jakarta’s government commitment to reducing the burden on the main landfill and implementing a more sustainable waste management system. The reduction is also expected to extend the operational lifespan of TPST Bantargebang as one of the strategic waste management infrastructures in Jakarta. ───────────── Baca selengkapnya di: CNN Indonesia →
Lingkungan: Longsor sampah di TPST ‘terbesar di Asia Tenggara’ Bantargebang tewaskan tujuh orang – ‘Cerminan sistem pengelolaan sampah yang amburadul’
[International] · Policy Ringkasan Sebuah longsor sampah terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Bantargebang, yang merupakan fasilitas pengelolaan sampah terbesar di Asia Tenggara, mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia. Insiden tersebut mencerminkan kegagalan sistemik dalam pengelolaan sampah yang tidak terkoordinasi dan tidak terkelola dengan baik. Kecelakaan ini menyoroti urgensi peningkatan infrastruktur dan protokol keselamatan di fasilitas pemrosesan sampah utama. Diperlukan reformasi menyeluruh dalam sistem pengelolaan limbah untuk mencegah tragedi serupa di masa depan. Summary A waste landslide occurred at the Bantargebang Waste Processing Facility, Southeast Asia’s largest waste management site, resulting in seven deaths. The incident reflects systemic failures in poorly coordinated and inadequately managed waste disposal practices. This tragedy highlights the urgent need for improved infrastructure and safety protocols at major waste processing facilities. Comprehensive reform of waste management systems is essential to prevent similar disasters in the future. ───────────── Baca selengkapnya di: BBC →
Gubernur DKI harap TPS3R kurangi residu sampah ke TPST Bantargebang
[National] · Policy Ringkasan Gubernur DKI Jakarta berharap Tempat Pemilahan Sampah Sumber Berkelanjutan (TPS3R) dapat mengurangi volume residu sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPST) Bantargebang. Melalui peningkatan kapasitas dan efisiensi operasional TPS3R, diharapkan dapat memaksimalkan pemilahan, pengurangan, dan pemanfaatan ulang sampah di tingkat sumber. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pengelolaan sampah terpadu untuk mengurangi beban TPST Bantargebang yang telah melampaui kapasitas desain. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen DKI Jakarta dalam mencapai target pengurangan sampah dan pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan. Summary Jakarta’s Governor hopes that Source-Based Sustainable Waste Collection Points (TPS3R) can reduce the volume of waste residue entering the Bantargebang Final Processing Site (TPST). Through enhanced capacity and operational efficiency of TPS3R facilities, it is expected to maximize waste sorting, reduction, and recycling at the source level. This initiative is part of an integrated waste management strategy to alleviate the burden on TPST Bantargebang, which has exceeded its design capacity. The effort aligns with Jakarta’s commitment to achieving waste reduction targets and implementing more sustainable waste management practices. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News Megapolitan →
Pemkot Makassar gencarkan edukasi pemilahan sampah residu
[National] · Policy Ringkasan Pemerintah Kota Makassar terus meningkatkan upaya edukasi pemilahan sampah residu kepada masyarakat. Program gencar ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk mengelola sampah secara lebih efektif dan berkelanjutan. Edukasi pemilahan sampah residu bertujuan untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang tepat. Melalui pendekatan edukatif ini, diharapkan dapat terbentuk masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan dan kelestarian alam. Summary Makassar City Government is intensifying education programs on residual waste sorting among the community. This initiative is part of the local government’s commitment to implementing more effective and sustainable waste management practices. The residual waste sorting education aims to reduce the volume of waste reaching final processing facilities while raising public awareness about proper waste management. Through this educational approach, the city hopes to foster a more environmentally conscious society that actively participates in environmental preservation efforts. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News Makassar →
Lingkungan: Longsor sampah di TPST ‘terbesar di Asia Tenggara’ Bantargebang tewaskan tujuh orang – ‘Cerminan sistem pengelolaan sampah yang amburadul’
[International] · Policy Ringkasan Longsor sampah di Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang merupakan fasilitas terbesar di Asia Tenggara telah menewaskan tujuh orang. Insiden ini menjadi cerminan dari sistem pengelolaan sampah yang masih mengalami berbagai kelemahan struktural dan operasional. Tragedi tersebut menyoroti urgensi peningkatan standar keselamatan dan efisiensi dalam infrastruktur pengelolaan limbah regional. Diperlukan reformasi menyeluruh dalam pengelolaan sampah untuk mencegah terulangnya bencana serupa di masa depan. Summary A waste landslide at the Bantargebang Integrated Waste Processing Facility (TPST), Southeast Asia’s largest of its kind, has claimed seven lives. The incident reflects the systemic failures and operational weaknesses within the region’s waste management infrastructure. The tragedy underscores the urgent need for enhanced safety standards and improved efficiency in waste management facilities. Comprehensive reforms in waste management practices are essential to prevent similar disasters and protect vulnerable workers in the sector. ───────────── Baca selengkapnya di: BBC →
Mengapa Penghentian ”Open Dumping” di TPST Bantargebang Baru Tuntas pada 2028?
[National] · Policy Ringkasan Penghentian praktik open dumping di Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang memerlukan waktu hingga 2028 karena kompleksitas infrastruktur dan volume sampah yang sangat besar. TPST Bantargebang, sebagai landfill terbesar di Indonesia, membutuhkan perencanaan matang dan investasi signifikan untuk transisi ke sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. Proses ini mencakup pengembangan teknologi pengolahan limbah alternatif, pembangunan fasilitas penunjang, dan koordinasi lintas stakeholder. Target tahun 2028 merupakan komitmen pemerintah untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan di kawasan Jabodetabek. Summary The cessation of open dumping practices at the Bantargebang Integrated Waste Processing Facility (TPST) requires an extended timeline until 2028 due to complex infrastructure requirements and the massive volume of waste handled. As Indonesia’s largest landfill, TPST Bantargebang necessitates comprehensive planning and substantial investment to transition toward more sustainable waste management systems. This process encompasses the development of alternative waste treatment technologies, construction of supporting facilities, and coordination among multiple stakeholders. The 2028 target represents the government’s commitment to achieving environmentally responsible waste management in the Jabodetabek region. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.id →
Lingkungan: Longsor sampah di TPST ‘terbesar di Asia Tenggara’ Bantargebang tewaskan tujuh orang – ‘Cerminan sistem pengelolaan sampah yang amburadul’
[International] · Policy Ringkasan Longsor sampah di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Bantargebang, yang merupakan fasilitas terbesar di Asia Tenggara, telah menewaskan tujuh orang dalam insiden tragis. Kejadian ini mengungkapkan kegagalan sistem pengelolaan sampah nasional yang tidak terkelola dengan baik dan menunjukkan urgensi reformasi dalam infrastruktur penanganan limbah. TPAS Bantargebang, yang menerima ribuan ton sampah setiap hari, kembali menjadi pusat perhatian terkait kapasitas dan standar keselamatan yang tidak memadai. Insiden ini menjadi momentum penting bagi pemerintah dan stakeholder untuk mengevaluasi dan meningkatkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Summary A devastating waste landslide at the Bantargebang Final Disposal Site (TPAS), Southeast Asia’s largest waste facility, has claimed seven lives, exposing critical failures in Indonesia’s waste management system. The incident highlights the urgent need for comprehensive reform in waste handling infrastructure and operational safety standards at major disposal facilities. Bantargebang TPAS, which processes thousands of tons of waste daily, faces renewed scrutiny regarding its capacity management and inadequate safety protocols. This tragedy underscores the critical importance for government and stakeholders to evaluate and strengthen Indonesia’s waste management systems toward sustainable and safer practices. ───────────── Baca selengkapnya di: BBC →
Lingkungan: Longsor sampah di TPST ‘terbesar di Asia Tenggara’ Bantargebang tewaskan tujuh orang – ‘Cerminan sistem pengelolaan sampah yang amburadul’
[International] · Policy Ringkasan Bencana longsor sampah di Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, yang merupakan fasilitas pengelolaan sampah terbesar di Asia Tenggara, telah menewaskan tujuh orang. Insiden ini mencerminkan kegagalan sistemik dalam pengelolaan sampah nasional yang masih amburadul dan memerlukan reformasi mendesak. Peristiwa tragis tersebut mengungkap ketidakamanan infrastruktur pengelolaan limbah dan kebutuhan akan standar operasional yang lebih ketat. Perbaikan menyeluruh dalam sistem pengelolaan sampah menjadi prioritas utama untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Summary A waste collapse at Bantargebang Integrated Waste Processing Facility (TPST), Southeast Asia’s largest waste management site, has claimed seven lives. The incident exposes critical failures in Indonesia’s waste management system and highlights the urgent need for comprehensive reform. This tragedy underscores significant safety concerns within waste infrastructure and the necessity for stricter operational standards across facilities. Comprehensive improvements in waste management systems are essential to prevent similar disasters and protect both workers and communities. ───────────── Baca selengkapnya di: BBC →
Lingkungan: Longsor sampah di TPST ‘terbesar di Asia Tenggara’ Bantargebang tewaskan tujuh orang – ‘Cerminan sistem pengelolaan sampah yang amburadul’
[International] · Policy Ringkasan Longsor sampah di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Bantargebang, yang merupakan fasilitas terbesar di Asia Tenggara, telah menyebabkan tujuh orang meninggal dunia. Insiden ini mencerminkan kelemahan fundamental dalam sistem pengelolaan sampah yang masih amburadul dan tidak terkelola dengan baik. Tragedi ini menjadi peringatan serius tentang urgensi reformasi infrastruktur dan protokol keselamatan di fasilitas pengelolaan sampah Indonesia. Perbaikan sistemik dalam manajemen sampah dan standar keselamatan kerja menjadi prioritas utama untuk mencegah bencana serupa di masa depan. Summary A waste landslide at Bantargebang Waste Processing Facility (TPAS), Southeast Asia’s largest landfill, has resulted in seven fatalities. This incident reflects fundamental weaknesses in Indonesia’s chaotic and poorly managed waste management system. The tragedy underscores the urgent need for comprehensive reforms in landfill infrastructure, operational protocols, and worker safety standards. Systemic improvements in waste management practices and occupational safety measures must become priority initiatives to prevent similar disasters in the future. ───────────── Baca selengkapnya di: BBC →
Mahasiswa UM BBM Tematik Banjarejo 2026 Gelar Kelas Lingkungan di TPQ Hidatut Thollibiin, Tanamkan Kepedulian terhadap Pengelolaan Sampah Sejak Dini – Kompasiana.com
[National] · Policy Ringkasan Mahasiswa UM BBM Tematik Banjarejo 2026 menggelar program kelas lingkungan di TPQ Hidatut Thollibiin dengan fokus pada edukasi pengelolaan sampah untuk anak-anak sejak dini. Inisiatif ini bertujuan menanamkan kesadaran dan kepedulian lingkungan kepada generasi muda melalui pembelajaran interaktif tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Program edukasi tersebut merupakan bagian dari upaya Sustainable Waste Indonesia untuk membangun budaya ramah lingkungan di tingkat komunitas. Dengan melibatkan anak-anak dalam pendidikan lingkungan sejak usia dini, diharapkan dapat menciptakan generasi yang lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan dan pengelolaan sampah berkelanjutan. Summary Students from UM BBM Thematic Banjarejo 2026 organized an environmental education program at TPQ Hidatut Thollibiin, focusing on waste management education for children from an early age. This initiative aims to instill environmental awareness and responsibility among the younger generation through interactive learning about proper waste management practices. The educational program represents part of Sustainable Waste Indonesia’s efforts to build an environmentally conscious culture at the community level. By engaging children in environmental education from an early age, it is hoped that a generation more concerned about environmental sustainability and proper waste management will be cultivated. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompasiana.com →