Dapat bisikan Menteri, Pemkot Makassar sempurnakan TPA Tamangapa
[National] · Policy Ringkasan Pemerintah Kota Makassar menerima arahan dari Menteri untuk menyempurnakan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa. Langkah ini merupakan bagian dari upaya peningkatan pengelolaan sampah di kota untuk memenuhi standar keberlanjutan lingkungan. Penyempurnaan TPA Tamangapa diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan efisiensi penanganan sampah, sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan sekitar. Komitmen ini mencerminkan dedikasi pemerintah dalam mewujudkan sistem pengelolaan limbah yang lebih baik dan berkelanjutan. Summary The Makassar City Government has received direction from the Minister to improve the Tamangapa Final Waste Processing Site (TPA). This initiative is part of efforts to enhance waste management in the city and meet environmental sustainability standards. The enhancement of TPA Tamangapa is expected to increase waste handling capacity and efficiency while reducing environmental impacts on surrounding areas. This commitment reflects the government’s dedication to establishing a better and more sustainable waste management system. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News Makassar →
Open Dumping Bantargebang Belum Ditutup Total, Ditargetkan Baru Berhenti 2029
[National] · Policy Ringkasan Tempat pembuangan akhir (TPA) Bantargebang di Bekasi belum sepenuhnya ditutup meskipun telah beroperasi selama puluhan tahun. Pemerintah menargetkan operasional open dumping di lokasi tersebut akan berhenti total pada tahun 2029. Penutupan bertahap ini dilakukan untuk memastikan tersedianya alternatif pengelolaan sampah yang memadai sebelum TPA ditutup sepenuhnya. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam mengatasi krisis sampah dan beralih ke metode pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan. Summary The Bantargebang landfill in Bekasi has not yet been fully closed despite operating for several decades. The government has set a target for the open dumping operations at this location to cease completely by 2029. The phased closure is being implemented to ensure adequate alternative waste management infrastructure is in place before the landfill is fully shut down. This measure is part of the government’s long-term strategy to address the waste crisis and transition toward more sustainable waste management methods. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.com →
Lingkungan: Longsor sampah di TPST ‘terbesar di Asia Tenggara’ Bantargebang tewaskan tujuh orang – ‘Cerminan sistem pengelolaan sampah yang amburadul’
[International] · Policy Ringkasan Longsor sampah di Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, yang merupakan fasilitas terbesar di Asia Tenggara, telah menewaskan tujuh orang. Insiden ini mencerminkan kegagalan sistem pengelolaan sampah yang tidak terkoordinasi dengan baik dan penuh dengan masalah struktural. Tragedi tersebut menyoroti urgensi reformasi mendalam dalam penanganan limbah padat dan pengawasan keselamatan kerja di fasilitas pemrosesan sampah Indonesia. Peristiwa ini mengingatkan pentingnya investasi dalam infrastruktur dan protokol keselamatan yang lebih baik untuk melindungi pekerja dan lingkungan. Summary A waste landslide at the Bantargebang Integrated Waste Processing Facility (TPST), Southeast Asia’s largest waste management site, has claimed seven lives. The incident reflects a fundamentally flawed and poorly coordinated waste management system plagued by structural deficiencies. The tragedy underscores the urgent need for comprehensive reforms in solid waste handling and safety oversight at Indonesia’s waste processing facilities. This incident emphasizes the critical importance of investing in better infrastructure and safety protocols to protect workers and the environment. ───────────── Baca selengkapnya di: BBC →
Bank Sampah dan Insinerator, Upaya KKN 07 UINSA Membangun Desa Bersih
[National] · Policy Ringkasan KKN 07 UINSA melaksanakan program pembangunan desa bersih melalui dua inisiatif utama: pendirian bank sampah dan pembangunan insinerator. Program bank sampah dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah dan mendorong praktik daur ulang, sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi komunitas lokal. Sementara itu, pembangunan insinerator bertujuan menangani limbah yang tidak dapat didaur ulang secara ramah lingkungan. Kedua inisiatif ini merupakan upaya komprehensif untuk meningkatkan sanitasi desa dan kualitas hidup masyarakat. Summary KKN 07 UINSA implemented a village cleanliness development program through two main initiatives: establishing a waste bank and constructing an incinerator facility. The waste bank program was designed to raise community awareness about waste management and promote recycling practices while providing economic value to local communities. Meanwhile, the incinerator development aims to handle non-recyclable waste in an environmentally responsible manner. Both initiatives represent a comprehensive effort to improve village sanitation and enhance the quality of life for residents. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompasiana.com →
Lingkungan: Longsor sampah di TPST ‘terbesar di Asia Tenggara’ Bantargebang tewaskan tujuh orang – ‘Cerminan sistem pengelolaan sampah yang amburadul’
[International] · Policy Ringkasan Longsor sampah di Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, yang merupakan fasilitas pengelolaan sampah terbesar di Asia Tenggara, telah menewaskan tujuh orang. Insiden ini mencerminkan kegagalan sistem pengelolaan sampah yang tidak terorganisir dengan baik dan kurangnya standar keselamatan operasional. Tragedi ini menyoroti urgensi reformasi komprehensif dalam penanganan limbah di tingkat nasional untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Summary A waste landslide at the Bantargebang Integrated Waste Processing Facility (TPST), Southeast Asia’s largest waste management site, has claimed seven lives. The incident underscores critical failures in the country’s waste management system and inadequate operational safety standards at major disposal facilities. This tragedy highlights the urgent need for comprehensive reforms in national waste handling practices to prevent similar disasters and ensure better environmental stewardship. ───────────── Baca selengkapnya di: BBC →
Mulai 1 Agustus, Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu, lalu ke Mana Sampah Lainnya?
[National] · Policy Ringkasan Mulai 1 Agustus 2024, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bantargebang di Bekasi akan mengalami perubahan operasional signifikan dengan hanya menerima sampah residu atau sisa pemrosesan. Perubahan kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi beban TPA dan mendorong pengolahan sampah di tingkat sumber melalui sistem segregasi dan daur ulang. Sampah organik, anorganik, dan berbahaya beracun harus diproses terlebih dahulu di fasilitas pengolahan regional sebelum hanya residu yang dikirim ke Bantargebang. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah dan memperpanjang usia operasional TPA terbesar di Indonesia tersebut. Summary Starting August 1, 2024, the Bantargebang Final Disposal Site (TPA) in Bekasi will undergo significant operational changes by only accepting residual waste or processing remnants. This policy shift is part of the government’s effort to reduce the burden on TPA and promote waste processing at the source level through segregation and recycling systems. Organic, inorganic, and hazardous waste must be processed at regional treatment facilities first, with only residue sent to Bantargebang. This measure is expected to improve waste management efficiency and extend the operational lifespan of Indonesia’s largest final disposal site. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.com →
Makassar luncurkan bank sampah sektoral
[National] · Policy Ringkasan Makassar meluncurkan inisiatif bank sampah sektoral untuk meningkatkan pengelolaan sampah yang lebih terstruktur dan efisien. Program ini dirancang untuk mengorganisir pengumpulan dan pemilahan sampah berdasarkan sektor industri atau komunitas spesifik. Bank sampah sektoral diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi lebih tinggi bagi masyarakat sambil mendukung upaya pengurangan limbah di tingkat lokal. Langkah ini sejalan dengan komitmen Makassar dalam mewujudkan kota yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Summary Makassar has launched a sectoral waste bank initiative to improve waste management in a more structured and efficient manner. This program is designed to organize waste collection and sorting based on specific industrial sectors or communities. The sectoral waste bank is expected to provide higher economic value for residents while supporting waste reduction efforts at the local level. This initiative aligns with Makassar’s commitment to creating a more sustainable and environmentally friendly city. ───────────── Baca selengkapnya di: makassar.antaranews.com →
Potret Pemasangan Geomembran yang Mulai Menutupi Gunung Sampah Bantargebang
[National] · Policy Ringkasan Proyek pemasangan geomembran telah dimulai di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bantargebang untuk menutup dan menginsulasi tumpukan sampah yang telah terakumulasi selama puluhan tahun. Geomembran, lapisan plastik sintetis tahan lama, berfungsi mencegah rembesan lindi (leachate) ke tanah dan memperkecil emisi gas metana ke atmosfer. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan dan perlindungan lingkungan di wilayah Bekasi. Proyek tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengatasi dampak negatif dari penumpukan sampah jangka panjang. Summary The installation of geomembrane has commenced at the Bantargebang Final Waste Processing Site (TPA) to cover and insulate accumulated waste that has gathered over several decades. The geomembrane, a durable synthetic plastic layer, functions to prevent leachate seepage into the soil and reduce methane gas emissions into the atmosphere. This initiative is part of a broader effort toward more sustainable waste management and environmental protection in the Bekasi region. The project demonstrates the government’s commitment to mitigating the negative impacts of long-term waste accumulation. ───────────── Baca selengkapnya di: detikNews →
Lingkungan: Longsor sampah di TPST ‘terbesar di Asia Tenggara’ Bantargebang tewaskan tujuh orang – ‘Cerminan sistem pengelolaan sampah yang amburadul’
[International] · Policy Ringkasan Longsor sampah di TPST Bantargebang, fasilitas pengelolaan sampah terbesar di Asia Tenggara, menyebabkan tujuh orang meninggal dunia. Insiden ini mengungkap kegagalan serius dalam sistem pengelolaan sampah nasional yang masih belum terorganisir dengan baik. Tragedi tersebut menjadi peringatan penting bagi pemerintah dan stakeholder untuk melakukan reformasi menyeluruh dalam infrastruktur dan pengelolaan limbah. Diperlukan tindakan cepat untuk meningkatkan standar keselamatan dan kapasitas penanganan sampah di seluruh fasilitas pengelolaan sampah Indonesia. Summary A waste landslide at Bantargebang landfill, Southeast Asia’s largest waste management facility, claimed seven lives. The incident exposes critical failures in Indonesia’s waste management system, which remains poorly organized and inadequately regulated. This tragedy serves as a crucial wake-up call for authorities and stakeholders to undertake comprehensive reforms in waste infrastructure and operations. Urgent action is needed to enhance safety standards and waste handling capacity across Indonesia’s waste management facilities. ───────────── Baca selengkapnya di: BBC →
Lingkungan: Longsor sampah di TPST ‘terbesar di Asia Tenggara’ Bantargebang tewaskan tujuh orang – ‘Cerminan sistem pengelolaan sampah yang amburadul’
[International] · Policy Ringkasan Sebuah longsor sampah terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Bantargebang, yang merupakan fasilitas pengolahan sampah terbesar di Asia Tenggara, mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia. Insiden ini mencerminkan kegagalan sistemik dalam pengelolaan sampah nasional yang masih ambigu dan tidak terkoordinasi dengan baik. Peristiwa tragis ini menyoroti urgensi reformasi menyeluruh terhadap infrastruktur dan praktik pengelolaan limbah di Indonesia. Pemerintah dan pemangku kepentingan harus segera mengambil tindakan konkret untuk meningkatkan standar keselamatan dan efisiensi sistem pengelolaan sampah. Summary A waste landslide at the Bantargebang Final Waste Processing Site (TPAS), Southeast Asia’s largest waste management facility, has claimed seven lives. The incident reflects systemic failures in Indonesia’s waste management system, which remains poorly coordinated and inadequately regulated. This tragic event underscores the urgent need for comprehensive reforms in waste management infrastructure and operational practices throughout the country. Immediate action by the government and stakeholders is essential to strengthen safety standards and improve the overall efficiency of waste management systems. ───────────── Baca selengkapnya di: BBC →