Pemkot Denpasar maksimalkan budi daya maggot untuk kelola sampah dan dorong ekonomi
[National] · Policy Ringkasan Pemerintah Kota Denpasar memaksimalkan budidaya maggot (larva lalat tentara hitam) sebagai solusi inovatif pengelolaan sampah organik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Program ini memanfaatkan limbah organik untuk menjadi pakan ternak berkualitas tinggi melalui proses biokonversi yang efisien. Dengan strategi ini, Denpasar berkomitmen mengurangi volume sampah di tempat pemrosesan akhir (TPA) sambil menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat. Inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya kota dalam mewujudkan pengelolaan sampah berkelanjutan dan ekonomi sirkular. Summary Denpasar City Government is maximizing maggot (black soldier fly larvae) cultivation as an innovative solution for managing organic waste while boosting local economic growth. The program leverages organic waste through bioconversion processes to produce high-quality animal feed efficiently. By implementing this strategy, Denpasar aims to reduce waste volume at landfills while creating new business opportunities for communities. This initiative represents the city’s commitment to achieving sustainable waste management and circular economy development. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News Bali →
MRF upgrades in California, Minnesota, Ontario leverage grants and EPR
[International] · Policy Ringkasan Beberapa fasilitas pemilahan sampah (MRF) di California, Minnesota, dan Ontario melakukan modernisasi dengan memanfaatkan dukungan pendanaan dari program hibah dan skema Extended Producer Responsibility (EPR). Upgrade ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional, kapasitas pemrosesan, dan kualitas material daur ulang yang dihasilkan. Investasi tersebut mencerminkan komitmen daerah-daerah tersebut dalam memperkuat infrastruktur pengelolaan sampah dan mendorong ekonomi sirkular yang lebih berkelanjutan. Summary Material Recovery Facilities (MRFs) across California, Minnesota, and Ontario are undergoing significant upgrades funded through grants and Extended Producer Responsibility (EPR) programs. These modernization efforts aim to enhance operational efficiency, processing capacity, and the quality of recovered recyclable materials. The investments demonstrate regional commitment to strengthening waste management infrastructure and advancing a more sustainable circular economy. ───────────── Baca selengkapnya di: Waste Dive →
Minister pushes ‘carrot and stick’ approach in waste management
[National] · Policy Ringkasan Menteri Lingkungan Hidup mendorong pendekatan “carrot and stick” atau kombinasi insentif dan sanksi dalam pengelolaan sampah di Indonesia. Strategi ini bertujuan untuk mendorong partisipasi masyarakat dan industri dalam mengurangi dan mengelola limbah secara bertanggung jawab. Dengan memberikan reward kepada pihak yang berkomitmen sekaligus menerapkan denda bagi yang tidak mematuhi regulasi, diharapkan terwujud sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan. Summary The Minister of Environment is promoting a “carrot and stick” approach combining incentives and penalties to improve waste management across Indonesia. This strategy aims to encourage both public participation and industrial commitment in reducing and responsibly managing waste. By offering rewards to compliant stakeholders while implementing sanctions for non-compliance, the government seeks to establish a more effective and sustainable waste management system. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News →
DPRD Surabaya Dorong Kampung Pancasila Jadi Solusi Persoalan Sampah
[National] · Policy Ringkasan DPRD Surabaya mendorong implementasi Kampung Pancasila sebagai solusi inovatif untuk mengatasi permasalahan sampah di kota. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan partisipasi aktif di tingkat komunitas. Dengan menggabungkan nilai-nilai Pancasila, inisiatif ini bertujuan menciptakan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dan ramah lingkungan. DPRD percaya bahwa pendekatan berbasis komunitas ini dapat menjadi model efektif untuk mengurangi beban sampah Kota Surabaya. Summary The Surabaya Regional Legislative Council is advocating for the implementation of Kampung Pancasila as an innovative solution to address waste management challenges in the city. This program is expected to enhance public awareness regarding sustainable waste management and promote active community participation at the grassroots level. By integrating Pancasila values, this initiative aims to establish an integrated and environmentally friendly waste management system. The council believes that this community-based approach can serve as an effective model to reduce Surabaya’s waste burden. ───────────── Baca selengkapnya di: detikNews →
Dari Sampah Jadi Cuan, 3 Koperasi Merah Putih di Kabupaten Bandung Jadi Contoh Pengelolaan Limbah Desa
[National] · Policy Ringkasan Tiga koperasi Merah Putih di Kabupaten Bandung menunjukkan model pengelolaan limbah desa yang menguntungkan secara ekonomi. Dengan mengubah sampah menjadi produk bernilai jual, koperasi-koperasi ini berhasil menciptakan sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat lokal. Inisiatif ini menjadi contoh nyata bagaimana pengelolaan limbah yang terstruktur dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Model bisnis yang diterapkan terbukti efektif dalam mengurangi volume sampah dan memberdayakan komunitas desa. Summary Three Red and White cooperatives in Bandung Regency are demonstrating a profitable model of village waste management. By transforming waste into marketable products, these cooperatives have successfully created additional income streams for local communities. This initiative exemplifies how structured waste management can simultaneously improve economic welfare and promote environmental sustainability. The business model implemented has proven effective in reducing waste volume while empowering rural communities. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.com →
Ladakh enforces complete ban on identified single-use plastics, sets Rs10,000 fine
[International] · Policy Ringkasan Ladakh telah menerapkan larangan menyeluruh terhadap plastik sekali pakai yang teridentifikasi dengan menetapkan denda sebesar Rs10.000 bagi pelanggar. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengurangi pencemaran plastik dan melindungan lingkungan. Larangan mencakup berbagai produk plastik sekali pakai yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Implementasi regulasi ketat ini diharapkan dapat mengubah perilaku konsumen dan mendorong penggunaan alternatif yang lebih ramah lingkungan. Summary Ladakh has implemented a comprehensive ban on identified single-use plastics with penalties of Rs10,000 for violators. This policy represents a significant step by the regional government to reduce plastic pollution and protect the environment. The ban covers various commonly used single-use plastic products in everyday consumption. This strict regulation is expected to shift consumer behavior and promote the adoption of more environmentally sustainable alternatives. ───────────── Baca selengkapnya di: Telegraph India →
Parkersburg enters new emergency agreements with Waste Management as legal status of referendum looms
[International] · Policy Ringkasan Kota Parkersburg telah menandatangani perjanjian darurat baru dengan Waste Management di tengah ketidakpastian status hukum referendum yang sedang berlangsung. Langkah ini diambil untuk memastikan kontinuitas layanan pengelolaan sampah sambil menunggu keputusan final terkait referendum tersebut. Perjanjian darurat ini mencerminkan komitmen pemerintah kota untuk menjaga stabilitas pengelolaan limbah bagi masyarakat Parkersburg. Summary Parkersburg has entered into new emergency agreements with Waste Management amid the uncertain legal status of an ongoing referendum. This action was taken to ensure continuity of waste management services while awaiting the final decision regarding the referendum. The emergency agreement reflects the city government’s commitment to maintaining stable waste management operations for Parkersburg residents. ───────────── Baca selengkapnya di: WTAP →
Sri Lanka bans single-use plastic bottles at government events, charges for plastic bags – news
[International] · Policy Ringkasan Sri Lanka telah menerapkan kebijakan ramah lingkungan dengan melarang penggunaan botol plastik sekali pakai di acara-acara pemerintah dan mengenakan biaya untuk kantong plastik. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen negara untuk mengurangi limbah plastik dan dampak negatifnya terhadap lingkungan. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk menggunakan alternatif yang lebih berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Inisiatif Sri Lanka mencerminkan upaya global untuk mengatasi krisis sampah plastik dan melindungi ekosistem laut. Summary Sri Lanka has implemented an environmentally friendly policy by banning single-use plastic bottles at government events and charging fees for plastic bags. This measure represents the country’s commitment to reducing plastic waste and its negative environmental impacts. The policy is expected to encourage the public to adopt more sustainable alternatives in their daily lives. Sri Lanka’s initiative reflects global efforts to address the plastic waste crisis and protect marine ecosystems. ───────────── Baca selengkapnya di: news – Mongabay →
Sri Lanka bans single-use plastic bottles at government events, charges for plastic bags – news
[International] · Policy Ringkasan Sri Lanka telah menerapkan kebijakan lingkungan baru dengan melarang botol plastik sekali pakai di semua acara pemerintah dan mengenakan biaya untuk kantong plastik. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi sampah plastik dan mendorong penggunaan alternatif yang ramah lingkungan. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menurunkan konsumsi plastik sekali pakai secara signifikan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kelestarian lingkungan. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen global untuk mengatasi krisis plastik dan transisi menuju ekonomi sirkular yang berkelanjutan. Summary Sri Lanka has implemented new environmental policies by banning single-use plastic bottles at all government events and introducing charges for plastic bags. This initiative represents the government’s commitment to reducing plastic waste and encouraging the adoption of environmentally friendly alternatives. The policy is expected to significantly decrease single-use plastic consumption while raising public awareness about environmental sustainability. This move aligns with global efforts to address the plastic crisis and transition toward a circular and sustainable economy. ───────────── Baca selengkapnya di: news – Mongabay →
Di Balik Gunung Sampah Bantargebang, Pemulung Masih Rentan
[National] · Policy Ringkasan Tempat pembuangan akhir (TPA) Bantargebang terus menjadi lokasi dengan volume sampah tertinggi di Indonesia, menciptakan ekosistem kompleks yang melibatkan ribuan pemulung. Meskipun infrastruktur pengelolaan sampah terus berkembang, para pemulung masih menghadapi kondisi kerja yang berbahaya, eksplorasi ekonomi yang tidak adil, dan akses terbatas terhadap perlindungan sosial. Permasalahan ini mengungkapkan celah signifikan antara ambisi pembangunan berkelanjutan dan realitas kehidupan pekerja informal di sektor pengelolaan sampah. Diperlukan kebijakan holistik yang mengintegrasikan aspek kesejahteraan pemulung ke dalam strategi pengelolaan sampah nasional. Summary Bantargebang landfill remains Indonesia’s largest waste disposal site, creating a complex ecosystem involving thousands of waste pickers. Despite advancing waste management infrastructure, these workers continue facing hazardous working conditions, economic exploitation, and limited access to social protection. This situation reveals a significant gap between sustainable development aspirations and the lived reality of informal sector workers in waste management. Comprehensive policies integrating waste picker welfare into national waste management strategies are urgently needed. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.id →