[National] · Policy
Ringkasan
Tempat pembuangan akhir (TPA) Bantargebang terus menjadi lokasi dengan volume sampah tertinggi di Indonesia, menciptakan ekosistem kompleks yang melibatkan ribuan pemulung. Meskipun infrastruktur pengelolaan sampah terus berkembang, para pemulung masih menghadapi kondisi kerja yang berbahaya, eksplorasi ekonomi yang tidak adil, dan akses terbatas terhadap perlindungan sosial. Permasalahan ini mengungkapkan celah signifikan antara ambisi pembangunan berkelanjutan dan realitas kehidupan pekerja informal di sektor pengelolaan sampah. Diperlukan kebijakan holistik yang mengintegrasikan aspek kesejahteraan pemulung ke dalam strategi pengelolaan sampah nasional.
Summary
Bantargebang landfill remains Indonesia’s largest waste disposal site, creating a complex ecosystem involving thousands of waste pickers. Despite advancing waste management infrastructure, these workers continue facing hazardous working conditions, economic exploitation, and limited access to social protection. This situation reveals a significant gap between sustainable development aspirations and the lived reality of informal sector workers in waste management. Comprehensive policies integrating waste picker welfare into national waste management strategies are urgently needed.
─────────────
Baca selengkapnya di: Kompas.id →