Pemkot Bengkulu dorong pedagang pantai optimalkan pengelolaan sampah
[National] · Policy Ringkasan Pemerintah Kota Bengkulu mendorong para pedagang di kawasan pantai untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah mereka. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir. Dengan pengelolaan sampah yang lebih baik, diharapkan dapat mengurangi pencemaran laut dan meningkatkan kualitas pariwisata di Bengkulu. Program ini melibatkan kolaborasi aktif antara pemerintah dan komunitas pedagang lokal. Summary The Bengkulu City Government is encouraging beach merchants to optimize their waste management practices. This initiative is part of the government’s broader effort to maintain cleanliness and preserve the coastal environment. Through improved waste management, it is expected to reduce marine pollution and enhance tourism quality in Bengkulu. The program involves active collaboration between the government and local merchant communities. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News Bengkulu →
PSEL dan Pirolisis Dibangun di Bogor, Olah 2.500 Ton Sampah Jadi Listrik-BBM
[National] · Policy Ringkasan Sustainable Waste Indonesia (SWI) membangun fasilitas Pembangkit Listrik Sampah Elektronik (PSEL) dan instalasi Pirolisis di Bogor dengan kapasitas mengolah 2.500 ton sampah per tahun. Teknologi pirolisis yang diterapkan mampu mengkonversi sampah menjadi energi listrik dan bahan bakar melalui proses termal tanpa pembakaran langsung. Proyek ini merupakan solusi inovatif dalam penanganan limbah sambil menghasilkan energi terbarukan untuk mendukung ketahanan energi nasional. Inisiatif tersebut menunjukkan komitmen SWI dalam mengembangkan ekonomi sirkular dan mengurangi dampak lingkungan dari penumpukan sampah. Summary Sustainable Waste Indonesia (SWI) is constructing an Electronic Waste Power Plant (PSEL) and Pyrolysis facility in Bogor with a capacity to process 2,500 tons of waste annually. The pyrolysis technology employed converts waste into electricity and fuel through a thermal process without direct combustion. This project represents an innovative solution for waste management while generating renewable energy to support national energy security. The initiative demonstrates SWI’s commitment to developing a circular economy and reducing the environmental impact of waste accumulation. ───────────── Baca selengkapnya di: detikNews →
Prevail Bank collects nearly 20 tons of electronic waste with E-cycling events
[International] · Policy Ringkasan Bank Prevail telah berhasil mengumpulkan hampir 20 ton sampah elektronik melalui serangkaian acara E-cycling yang diselenggarakan baru-baru ini. Inisiatif ini menunjukkan komitmen bank terhadap pengelolaan limbah elektronik yang berkelanjutan dan tanggung jawab sosial perusahaan. Program E-cycling memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendaur ulang perangkat elektronik lama mereka dengan cara yang ramah lingkungan. Upaya kolaboratif ini berkontribusi signifikan dalam mengurangi dampak negatif limbah elektronik terhadap lingkungan. Summary Bank Prevail has successfully collected nearly 20 tons of electronic waste through a series of E-cycling events recently conducted. This initiative demonstrates the bank’s commitment to sustainable electronic waste management and corporate social responsibility. The E-cycling program provides an opportunity for the community to recycle their old electronic devices in an environmentally friendly manner. This collaborative effort contributes significantly to reducing the negative environmental impact of electronic waste. ───────────── Baca selengkapnya di: apg-wi.com →
Tukar Sampah, Warga Bandung Dapat Layanan Kesehatan hingga Kacamata Gratis – Bisnis.com
[National] · Policy Ringkasan Program inovatif penukaran sampah di Bandung memberikan insentif menarik bagi warga untuk berpartisipasi aktif dalam pengelolaan limbah. Selain mendapatkan kompensasi finansial, peserta program juga dapat mengakses layanan kesehatan gratis dan perlengkapan medis seperti kacamata tanpa biaya tambahan. Inisiatif ini menggabungkan upaya pengurangan sampah dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara holistik. Program tersebut menunjukkan model ekonomi sirkular yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi lingkungan serta kesehatan publik. Summary An innovative waste exchange program in Bandung offers attractive incentives for residents to actively participate in waste management. In addition to financial compensation, program participants can access free health services and medical equipment such as eyeglasses at no additional cost. This initiative combines waste reduction efforts with holistic community welfare improvement. The program demonstrates a sustainable circular economy model that benefits both the environment and public health. ───────────── Baca selengkapnya di: Bisnis.com – Foto →
Sampah Makanan, Beban Besar yang Bisa Dicegah dari Rumah
[National] · Policy Ringkasan Sampah makanan merupakan permasalahan lingkungan yang signifikan dan dapat diminimalkan melalui upaya pencegahan di tingkat rumah tangga. Mengurangi pemborosan makanan tidak hanya berdampak positif terhadap kelestarian lingkungan, tetapi juga membantu mengoptimalkan pengeluaran keluarga. Dengan kesadaran dan praktik yang tepat seperti perencanaan belanja, penyimpanan yang baik, dan pemanfaatan sisa makanan, setiap rumah tangga dapat berkontribusi aktif dalam mengatasi krisis sampah organik. Langkah sederhana ini menjadi kunci penting dalam menciptakan pola konsumsi yang berkelanjutan. Summary Food waste represents a significant environmental challenge that can be mitigated through prevention efforts at the household level. Reducing food waste not only positively impacts environmental sustainability but also helps optimize family budgets. Through awareness and proper practices such as smart meal planning, appropriate food storage, and utilizing food scraps, every household can actively contribute to addressing the organic waste crisis. These simple steps are essential in creating a sustainable consumption pattern. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.id →
Pramono Dukung Teknologi Pirolisis untuk Olah Sampah di Bantargebang
[National] · Policy Ringkasan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan dukungan penuh terhadap implementasi teknologi pirolisis untuk pengolahan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bantargebang. Teknologi ini dianggap sebagai solusi inovatif untuk mengurangi volume sampah dan menghasilkan energi terbarukan yang ramah lingkungan. Dengan adanya dukungan pemerintah daerah, diharapkan pengolahan sampah di Jakarta dapat lebih efisien dan berkelanjutan. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen DKI Jakarta dalam mengelola limbah secara bertanggung jawab dan mewujudkan kota yang lebih hijau. Summary Jakarta Governor Pramono Anung has expressed strong support for the implementation of pyrolysis technology to manage waste at the Bantargebang Final Processing Site (TPA). This technology is considered an innovative solution to reduce waste volume while generating environmentally friendly renewable energy. With government support, waste management in Jakarta is expected to become more efficient and sustainable. This initiative aligns with DKI Jakarta’s commitment to responsible waste management and creating a greener city. ───────────── Baca selengkapnya di: detikNews →
PSEL Semarang Raya ditargetkan dibangun mulai Desember 2026
[National] · Policy Ringkasan Pembangkit Listrik Sampah Energi Listrik (PSEL) Semarang Raya ditargetkan mulai dibangun pada Desember 2026. Proyek infrastruktur strategis ini merupakan komitmen pemerintah dalam mengelola sampah secara berkelanjutan sambil menghasilkan energi terbarukan. Pembangunan PSEL Semarang Raya diharapkan dapat mengatasi permasalahan sampah regional sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Fasilitas ini akan menjadi salah satu solusi pengelolaan limbah terintegrasi bagi wilayah Jawa Tengah. Summary The Waste-to-Energy Power Plant (PSEL) for Greater Semarang is targeted to commence construction in December 2026. This strategic infrastructure project represents the government’s commitment to sustainable waste management while generating renewable energy. The development of PSEL Semarang Raya is expected to address regional waste issues while reducing dependence on fossil fuels. The facility will serve as an integrated waste management solution for the Central Java region. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News Jateng →
DPRD Kotim dorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui KSM
[National] · Policy Ringkasan DPRD Kotim mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui pembentukan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di tingkat komunitas. Inisiatif ini bertujuan melibatkan masyarakat secara aktif dalam mengurangi sampah di sumbernya dan menciptakan sistem pengelolaan yang berkelanjutan. Dengan pendekatan grassroots, KSM diharapkan dapat menjadi katalisator perubahan perilaku konsumsi dan pembuangan sampah yang lebih bertanggung jawab. Program ini mencerminkan komitmen daerah terhadap penyelesaian krisis sampah melalui partisipasi komunitas lokal. Summary The Kotim Regional Parliament is promoting community-based waste management through the establishment of Community Self-Help Groups (KSM) to strengthen environmental awareness at the grassroots level. This initiative aims to actively involve local communities in reducing waste at the source and creating a sustainable waste management system. Through a bottom-up approach, KSM is expected to serve as a catalyst for behavioral change regarding consumption patterns and more responsible waste disposal practices. The program reflects the regional government’s commitment to addressing the waste crisis through active community participation. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News Kalteng →
Guru IPA MTsN 2 Bantul ikuti Pelatihan pengelolaan Sampah Organik di Pleret
[National] · Policy Ringkasan Guru IPA dari MTsN 2 Bantul mengikuti pelatihan khusus tentang pengelolaan sampah organik yang diselenggarakan di Pleret. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pendidik dalam memahami dan menerapkan praktik pengelolaan limbah organik yang berkelanjutan. Melalui program ini, guru diharapkan dapat mentransferkan pengetahuan kepada siswa tentang pentingnya pengurangan sampah dan pemanfaatan limbah organik. Inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya pendidikan lingkungan untuk menciptakan generasi yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan. Summary Science teachers from MTsN 2 Bantul participated in a specialized training program on organic waste management held in Pleret. The training aims to enhance educators’ competencies in understanding and implementing sustainable organic waste management practices. Through this initiative, teachers are expected to transfer knowledge to students about the importance of waste reduction and organic waste utilization. This program represents part of environmental education efforts to foster a generation conscious of environmental sustainability. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompasiana.com →
Pemkot Jakarta Barat Terinspirasi Pengelolaan Sampah Kabupaten Sidoarjo
[National] · Policy Ringkasan Pemerintah Kota Jakarta Barat mengambil inspirasi dari sistem pengelolaan sampah yang telah diterapkan oleh Kabupaten Sidoarjo. Model pengelolaan sampah Sidoarjo yang terbukti efektif menjadi referensi untuk meningkatkan sistem penanganan limbah di Jakarta Barat. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mencari solusi inovatif untuk mengatasi permasalahan sampah yang semakin kompleks. Kolaborasi dan pembelajaran antar daerah diharapkan dapat mengakselerasi peningkatan kualitas pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Summary The West Jakarta Municipal Government has drawn inspiration from the waste management system implemented by Sidoarjo Regency. Sidoarjo’s proven effective waste management model serves as a reference for enhancing waste handling systems in West Jakarta. This initiative demonstrates the local government’s commitment to seeking innovative solutions to address increasingly complex waste management challenges. Cross-regional collaboration and knowledge sharing are expected to accelerate sustainable improvements in waste management quality. ───────────── Baca selengkapnya di: detikcom →