Pengelolaan Sampah TPST Bantargebang Beralih ke Controlled Landfill, Ini Bedanya dengan Open Dumping
[National] · Technology Ringkasan Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang telah mengubah sistem pengelolaan sampahnya dari open dumping menjadi controlled landfill. Controlled landfill merupakan metode yang lebih ramah lingkungan karena sampah dikelola dengan sistem penutupan bertingkat, drainase, dan pengolahan gas metana yang teratur. Berbeda dengan open dumping yang hanya menumpuk sampah tanpa pengendalian, controlled landfill menerapkan standar lingkungan yang ketat untuk mencegah pencemaran tanah dan air. Transisi ini menunjukkan komitmen peningkatan kualitas pengelolaan limbah di Indonesia menuju praktik berkelanjutan. Summary The Bantargebang Integrated Waste Treatment Facility (TPST) has transitioned its waste management system from open dumping to controlled landfill operations. Controlled landfill is a more environmentally sustainable method that manages waste through layered covering systems, proper drainage, and regulated methane gas treatment. Unlike open dumping, which simply accumulates waste without control measures, controlled landfill implements strict environmental standards to prevent soil and water contamination. This transition demonstrates Indonesia’s commitment to improving waste management quality and advancing sustainable disposal practices. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.com →
WMW | Recycling: STADLER Group highlights waste sorting for a circular economy
[International] · Technology Ringkasan STADLER Group menekankan pentingnya pemilahan sampah sebagai fondasi ekonomi sirkular yang berkelanjutan. Melalui teknologi dan sistem sorting yang canggih, perusahaan ini membantu mengoptimalkan proses daur ulang untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya. Solusi pemilahan sampah STADLER dirancang untuk memaksimalkan recovery rate material yang dapat didaur ulang. Pendekatan ini mendukung transisi menuju model ekonomi yang lebih ramah lingkungan dan meminimalkan limbah ke tempat pembuangan akhir. Summary STADLER Group emphasizes the critical role of waste sorting as a cornerstone of a sustainable circular economy. Through advanced sorting technology and systems, the company helps optimize recycling processes to increase resource efficiency. STADLER’s waste sorting solutions are designed to maximize the recovery rate of recyclable materials. This approach supports the transition toward a more environmentally responsible economic model while minimizing waste sent to landfills. ───────────── Baca selengkapnya di: Waste Management World →
DKI Jakarta terapkan “controlled landfill” di TPST Bantargebang mulai 1 Agustus
[National] · Technology Ringkasan DKI Jakarta mulai menerapkan sistem “controlled landfill” di Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang sejak 1 Agustus. Sistem ini merupakan metode pengelolaan sampah yang lebih terkontrol dengan memisahkan sampah organik dan anorganik sebelum penimbunan. Penerapan teknologi ini diharapkan dapat mengurangi emisi gas metana, mencegah pencemaran air tanah, dan meningkatkan efisiensi lahan TPA. Langkah ini merupakan komitmen DKI Jakarta dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Summary DKI Jakarta has implemented a “controlled landfill” system at the Bantargebang Integrated Waste Processing Facility (TPST) starting from August 1st. This system represents a more regulated waste management approach by separating organic and inorganic waste before landfilling. The implementation of this technology is expected to reduce methane gas emissions, prevent groundwater contamination, and improve landfill efficiency. This initiative demonstrates DKI Jakarta’s commitment to achieving more sustainable and environmentally friendly waste management practices. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News Megapolitan →
Menang Tender PSEL Surabaya Raya, Grup Bakrie Ekspansi Bisnis Pengolahan Sampah
[National] · Technology Ringkasan Grup Bakrie berhasil memenangkan tender Pengelolaan Sampah dan Energi Listrik (PSEL) di wilayah Surabaya Raya, menandai ekspansi signifikan dalam bisnis pengolahan sampah perusahaan. Kontrak ini memungkinkan Grup Bakrie untuk mengembangkan infrastruktur pengelolaan limbah dan mengoptimalkan konversi sampah menjadi energi listrik di kawasan metropolitan Surabaya. Pencapaian ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam mengembangkan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi tinggi. Ekspansi ke Surabaya Raya memperkuat posisi Grup Bakrie sebagai pemain utama dalam sektor pengelolaan sampah dan energi terbarukan di Indonesia. Summary Bakrie Group has successfully won the tender for Waste Management and Electric Energy (PSEL) in the Greater Surabaya region, marking a significant expansion in the company’s waste management business. This contract enables Bakrie Group to develop waste management infrastructure and optimize waste-to-energy conversion in the Surabaya metropolitan area. This achievement reflects the company’s commitment to developing sustainable waste management solutions with high economic value. The expansion into Greater Surabaya strengthens Bakrie Group’s position as a leading player in the waste management and renewable energy sector in Indonesia. ───────────── Baca selengkapnya di: KONTAN →
Texas county sues to close WM landfill; Amarillo investigates landfill fire
[International] · Technology Ringkasan Sebuah county di Texas mengajukan tuntutan hukum untuk menutup tempat pembuangan akhir (TPA) milik Waste Management, sementara kota Amarillo melakukan investigasi terhadap insiden kebakaran yang terjadi di TPA tersebut. Langkah hukum ini menunjukkan meningkatnya perhatian terhadap operasional dan keselamatan fasilitas pengelolaan limbah di wilayah tersebut. Kedua masalah ini menekankan pentingnya compliance dan praktik operasional yang ketat dalam industri manajemen limbah modern. Summary A Texas county has filed a lawsuit seeking to close a Waste Management landfill facility, while the city of Amarillo is investigating a landfill fire incident at the same site. These concurrent legal and safety concerns highlight growing scrutiny over operational standards and environmental management practices at the facility. The incidents underscore the importance of stringent compliance measures and operational protocols within the waste management industry. ───────────── Baca selengkapnya di: Waste Dive →
Guinea moves to build a waste-to-energy value chain to support its power system
[International] · Technology Ringkasan Guinea mengembangkan rantai nilai sampah-ke-energi untuk memperkuat sistem tenaga listriknya. Inisiatif ini bertujuan mengubah limbah menjadi sumber energi terbarukan yang dapat mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik konvensional. Strategi terintegrasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah sekaligus menyediakan pasokan energi berkelanjutan bagi negara. Langkah ini mencerminkan komitmen Guinea terhadap ekonomi sirkular dan transisi energi hijau. Summary Guinea is developing a waste-to-energy value chain to strengthen its power generation system. This initiative aims to convert waste into a renewable energy source that can reduce dependence on conventional power plants. The integrated strategy is expected to improve waste management efficiency while providing sustainable energy supply for the country. This step reflects Guinea’s commitment to circular economy principles and green energy transition. ───────────── Baca selengkapnya di: Capmad →
314 Administrative Sanctions Issued Regarding Landfill Management
[National] · Technology Ringkasan Sebanyak 314 sanksi administratif telah dikeluarkan terkait pengelolaan tempat pembuangan akhir (TPA) untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Sanksi ini ditujukan kepada pengelola TPA yang tidak mematuhi standar operasional dan persyaratan lingkungan yang ditetapkan. Langkah enforcement ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pengelolaan sampah dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. Dengan penerapan sanksi yang konsisten, diharapkan dapat mendorong pengelola TPA untuk lebih disiplin dalam menjalankan operasional mereka. Summary A total of 314 administrative sanctions have been issued regarding landfill management to ensure compliance with applicable regulations. These sanctions target landfill operators who fail to adhere to established operational standards and environmental requirements. This enforcement action is part of the government’s broader effort to improve waste management quality and minimize negative environmental impacts. The consistent application of sanctions is expected to encourage landfill operators to strengthen their operational discipline and commitment to environmental standards. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.id →
Packaging innovation must move upstream
[International] · Technology Ringkasan Inovasi dalam kemasan harus dimulai dari hulu atau tahap desain awal, bukan hanya fokus pada solusi daur ulang di hilir. Pendekatan upstream memungkinkan perusahaan untuk mengurangi penggunaan material, memilih bahan yang lebih berkelanjutan, dan merancang kemasan yang dapat didaur ulang sejak awal proses. Dengan menggeser paradigma ini, industri dapat secara signifikan mengurangi limbah kemasan dan dampak lingkungan secara keseluruhan. Strategi proaktif ini lebih efektif daripada mengandalkan solusi reaktif setelah kemasan sudah diproduksi dan digunakan. Summary Packaging innovation must begin at the upstream stage during the design phase, rather than focusing solely on end-of-life recycling solutions. An upstream approach enables companies to reduce material consumption, select more sustainable materials, and design recyclable packaging from the outset of production. By shifting this paradigm, the industry can substantially decrease packaging waste and minimize overall environmental impact. This proactive strategy proves more effective than relying on reactive solutions after packaging has been manufactured and consumed. ───────────── Baca selengkapnya di: Sustainable Packaging News →
314 Sanksi Administratif Diterbitkan Terkait Pengelolaan TPA
[National] · Technology Ringkasan Pemerintah telah menerbitkan 314 sanksi administratif terkait pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dalam upaya penegakan regulasi lingkungan. Sanksi tersebut diberikan kepada pengelola TPA yang tidak mematuhi standar operasional dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Langkah ini menunjukkan komitmen otoritas dalam memastikan pengelolaan sampah dilakukan secara bertanggung jawab dan ramah lingkungan. Tindakan administratif ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas pengelolaan TPA di seluruh Indonesia. Summary The government has issued 314 administrative sanctions related to Final Disposal Site (TPA) management as part of environmental regulation enforcement. These sanctions were imposed on TPA operators who failed to comply with operational standards and applicable legal provisions. This action demonstrates the authorities’ commitment to ensuring waste management is conducted responsibly and environmentally sustainably. The administrative measures are expected to encourage improved TPA management quality across Indonesia. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.id →
Perindo Apresiasi Inisiatif Danantara Bangun Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik di Denpasar Raya
[National] · Technology Ringkasan Partai Indonesia Otsus (Perindo) memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Danantara dalam membangun fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik di Denpasar Raya. Proyek ini merupakan langkah nyata dalam mengatasi permasalahan limbah sambil menghasilkan energi terbarukan yang berkelanjutan. Inisiatif tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional sekaligus memperbaiki pengelolaan sampah di kawasan Denpasar. Kolaborasi semacam ini menunjukkan komitmen bersama dalam mewujudkan pembangunan ekonomi sirkular yang ramah lingkungan. Summary Perindo (Indonesian Party) has expressed strong appreciation for Danantara’s initiative in developing a waste-to-energy facility in the Greater Denpasar area. This project represents a concrete step in addressing waste management challenges while generating sustainable renewable energy. The initiative is expected to reduce dependence on conventional energy sources while improving waste management practices in the Denpasar region. Such collaboration demonstrates a collective commitment to achieving environmentally friendly circular economic development. ───────────── Baca selengkapnya di: SINDOnews Daerah →