‘We deserve the truth’ on Keyport landfill pollution, say residents

[International] · Technology Ringkasan Penduduk di sekitar tempat pembuangan akhir (TPA) Keyport mendesak transparansi penuh mengenai dampak pencemaran yang mereka alami. Warga mengklaim berhak mendapatkan informasi akurat dan jujur terkait kualitas lingkungan dan kesehatan mereka. Isu ini menyoroti pentingnya akuntabilitas pengelola sampah dan komunikasi terbuka dengan komunitas lokal. Tuntutan akan kebenaran ini mencerminkan kebutuhan mendesak untuk praktik pengelolaan limbah yang bertanggung jawab dan transparan. Summary Residents near the Keyport landfill are demanding full transparency regarding the pollution impacts they face in their community. Local stakeholders claim they deserve accurate and honest information about environmental quality and health concerns affecting their area. This issue highlights the critical importance of accountability from waste management operators and open communication with affected communities. The residents’ call for truth reflects the urgent need for responsible and transparent waste management practices. ───────────── Baca selengkapnya di: app.com →

TPA Kian Kritis, Makassar Paksa Warga Pilah Sampah dari Rumah

[National] · Technology Ringkasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Makassar mengalami kondisi kritis akibat tingginya volume sampah, mendorong pemerintah kota untuk menerapkan kebijakan pemilahan sampah wajib di tingkat rumah tangga. Langkah ini merupakan upaya mitigasi untuk mengurangi beban TPA dan memperpanjang daya tampung fasilitas pembuangan akhir yang ada. Dengan melibatkan partisipasi aktif warga dalam pemisahan sampah organik dan anorganik sejak sumber, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah dan mendukung program daur ulang. Kebijakan ini menjadi bagian integral dari strategi pengelolaan sampah terpadu di Makassar untuk mencapai keberlanjutan lingkungan. Summary Makassar’s Final Disposal Site (TPA) has reached critical capacity due to the increasing volume of waste, prompting the city government to enforce mandatory household waste segregation. This initiative aims to reduce the burden on the TPA and extend the lifespan of existing waste management facilities. By engaging active community participation in separating organic and inorganic waste at the source, the city expects to improve waste management efficiency and support recycling programs. This policy represents a key component of Makassar’s integrated waste management strategy to achieve environmental sustainability. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.id →

EPA announces $28M in SWIFR grants for tribal recycling and composting

[International] · Technology Ringkasan EPA mengumumkan pemberian hibah sebesar $28 juta melalui program SWIFR untuk mendukung inisiatif daur ulang dan pengomposan di komunitas suku asli. Dana ini dirancang untuk memperkuat infrastruktur pengelolaan limbah padat dan meningkatkan kapasitas operasional di wilayah-wilayah terpencil. Program SWIFR merupakan komitmen pemerintah federal dalam memberdayakan komunitas tribal untuk mengelola limbah secara berkelanjutan dan mandiri. Investasi ini sejalan dengan prioritas EPA untuk mempromosikan ekonomi sirkular dan mengurangi dampak lingkungan negatif. Summary The EPA has announced $28 million in SWIFR grant funding to support recycling and composting initiatives in tribal communities. These grants are aimed at strengthening solid waste management infrastructure and enhancing operational capacity in remote and underserved regions. The SWIFR program represents a federal commitment to empowering tribal communities in managing waste sustainably and independently. This investment aligns with the EPA’s broader priority to promote circular economy practices and mitigate negative environmental impacts. ───────────── Baca selengkapnya di: wastedive.com →

Proyek ‘Sulap’ Sampah Jadi Listrik Senilai Rp 7,2 Triliun Dimulai

[National] · Technology Ringkasan Proyek konversi sampah menjadi energi listrik senilai Rp 7,2 triliun telah dimulai sebagai bagian dari upaya Indonesia mengatasi krisis sampah sambil mengembangkan energi terbarukan. Proyek ini diharapkan dapat mengubah sampah menjadi sumber energi yang produktif melalui teknologi pembangkit listrik sampah. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Indonesia terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan dan transisi energi hijau. Implementasi proyek diproyeksikan memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan volume sampah sekaligus meningkatkan pasokan energi terbarukan nasional. Summary A Rp 7.2 trillion waste-to-energy project has commenced as Indonesia’s strategic initiative to address waste crisis while developing renewable energy sources. The project aims to transform waste into productive energy through advanced waste power generation technology. This initiative aligns with Indonesia’s commitment to sustainable waste management and green energy transition. The project implementation is projected to significantly reduce waste volume while enhancing the country’s renewable energy supply capacity. ───────────── Baca selengkapnya di: detikFinance →

Proyek ‘Sulap’ Sampah Jadi Listrik Senilai Rp 7,2 Triliun Dimulai

[National] · Technology Ringkasan Proyek konversi sampah menjadi listrik senilai Rp 7,2 triliun telah dimulai sebagai inisiatif strategis untuk mengatasi krisis sampah dan kebutuhan energi terbarukan di Indonesia. Proyek ini melibatkan teknologi waste-to-energy yang mengubah limbah padat menjadi sumber energi listrik yang dapat dimanfaatkan secara komersial. Investasi besar-besaran ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah di tempat pembuangan akhir sambil berkontribusi pada target energi bersih nasional. Inisiatif ini merupakan langkah signifikan dalam mendorong ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan di sektor pengelolaan sampah Indonesia. Summary A waste-to-energy conversion project worth Rp 7.2 trillion has commenced as a strategic initiative to address Indonesia’s waste crisis and renewable energy demands. The project utilizes advanced waste-to-energy technology that converts solid waste into commercially viable electrical energy. This substantial investment is expected to reduce landfill waste volumes while contributing to the nation’s clean energy targets. This initiative represents a significant step toward promoting circular economy principles and sustainable development in Indonesia’s waste management sector. ───────────── Baca selengkapnya di: detikFinance →

SONA 2026: Marcos wants solid waste law updated to allow waste-to-energy

[International] · Technology Ringkasan Presiden Marcos mengusulkan pembaruan undang-undang pengelolaan sampah padat dalam pidato SONA 2026 untuk memungkinkan pengembangan teknologi waste-to-energy. Inisiatif ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan limbah padat sebagai sumber energi alternatif sambil mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir. Pembaruan regulasi diharapkan dapat mempercepat transisi Indonesia menuju ekonomi sirkular yang lebih berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mengatasi krisis sampah dan meningkatkan ketahanan energi nasional. Summary President Marcos proposed updating the solid waste management law in his 2026 SONA address to enable the development of waste-to-energy technology. This initiative aims to optimize the utilization of solid waste as an alternative energy source while reducing the volume of waste directed to landfills. The regulatory update is expected to accelerate Indonesia’s transition toward a more sustainable circular economy. This measure aligns with the government’s commitment to addressing the waste crisis and enhancing national energy resilience. ───────────── Baca selengkapnya di: Rappler →

Pengolahan Limbah MBG Patut Jadi Atensi Tinggi

[National] · Technology Ringkasan Pengolahan limbah dari Pusat Daur Ulang Sampah Terpadu (MBG) memerlukan perhatian khusus dan penanganan yang komprehensif untuk mencegah dampak negatif terhadap lingkungan. Permasalahan yang timbul dari pengelolaan limbah di fasilitas ini mencakup potensi pencemaran tanah dan air jika tidak dikelola dengan standar yang ketat. Diperlukan peningkatan sistem pengawasan, teknologi pengolahan yang lebih efisien, dan koordinasi lintas institusi untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan yang berlaku. Penanganan limbah MBG yang optimal akan berkontribusi signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar. Summary Waste management at the Integrated Waste Recycling Center (MBG) requires high priority attention and comprehensive handling to prevent environmental damage. The issues arising from waste management at this facility include potential soil and water contamination if not managed according to strict standards. Enhanced monitoring systems, more efficient processing technologies, and inter-institutional coordination are necessary to ensure compliance with applicable environmental regulations. Optimal waste management at MBG will significantly contribute to environmental sustainability and the health of surrounding communities. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.id →

Sea Cliff continues its discussion on recycling

[International] · Technology Ringkasan Sea Cliff melanjutkan diskusi komprehensif mengenai program daur ulang komunitas mereka. Dialog ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, Sea Cliff berkomitmen untuk mengimplementasikan solusi daur ulang yang efektif dan berdampak positif bagi lingkungan lokal. Summary Sea Cliff is continuing its comprehensive discussion on community recycling programs to enhance public awareness about sustainable waste management. The ongoing dialogue aims to identify effective strategies for waste reduction and material recovery in the region. Through stakeholder collaboration, Sea Cliff remains committed to implementing impactful recycling solutions that benefit the local environment. ───────────── Baca selengkapnya di: Herald Community Newspapers →

3 Jenis Sampah Wajib Pilah untuk Dibuang ke TPA Antang Makassar Per 1 Agustus

[National] · Technology Ringkasan Mulai 1 Agustus, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang di Makassar menerapkan kebijakan pemilahan sampah wajib untuk pengurangan beban operasional. Masyarakat diwajibkan memilah sampah menjadi tiga jenis utama sebelum membuang ke TPA tersebut. Regulasi ini merupakan bagian dari upaya pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan dan efisien di Makassar. Implementasi pemilahan wajib diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengolahan sampah dan mengurangi dampak lingkungan. Summary Starting August 1st, the Final Disposal Site (TPA) Antang in Makassar implements mandatory waste sorting policy to reduce operational burden. Residents are required to segregate waste into three main categories before disposal at the facility. This regulation is part of Makassar’s efforts toward more sustainable and efficient waste management. The implementation of mandatory sorting is expected to improve waste processing effectiveness and reduce environmental impact. ───────────── Baca selengkapnya di: detikcom →

Kena Sanksi KLH Soal Open Dumping, TPA di Karanganyar Kini Beralih ke Controlled Landfill

[National] · Technology Ringkasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Karanganyar menerima sanksi dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) atas praktik open dumping yang tidak sesuai standar lingkungan. Merespons sanksi tersebut, pengelola TPA melakukan transformasi operasional dengan beralih ke sistem controlled landfill yang lebih ramah lingkungan. Perubahan ini mencakup pengendalian lebih ketat terhadap pembuangan sampah dan pengelolaan limbah yang lebih profesional. Langkah perbaikan ini menunjukkan komitmen TPA Karanganyar dalam mematuhi regulasi lingkungan dan mengurangi dampak negatif terhadap ekosistem sekitar. Summary The Final Waste Disposal Site (TPA) in Karanganyar has been sanctioned by the Ministry of Environment and Forestry (KLH) for non-compliant open dumping practices. In response to this penalty, the TPA management is transitioning to a more environmentally-friendly controlled landfill system. This operational transformation includes stricter waste disposal controls and more professional waste management procedures. This improvement initiative demonstrates the Karanganyar TPA’s commitment to environmental compliance and reducing negative impacts on the surrounding ecosystem. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.com →