Massachusetts issues $2.8M in waste reduction grants in last month
[International] · Other Ringkasan Massachusetts telah mengeluarkan dana hibah sebesar $2,8 juta untuk program-program pengurangan limbah pada bulan terakhir. Inisiatif ini mendukung berbagai proyek yang bertujuan untuk mengurangi volume sampah dan mempromosikan praktik pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Hibah tersebut dialokasikan kepada organisasi dan komunitas lokal yang berkomitmen pada upaya daur ulang dan pengurangan limbah. Langkah strategis pemerintah Massachusetts ini menunjukkan komitmen serius terhadap transisi ekonomi sirkular dan perlindungan lingkungan. Summary Massachusetts has allocated $2.8 million in waste reduction grants during the last month to support comprehensive waste management initiatives. These grants aim to fund various projects focused on minimizing waste generation and promoting sustainable waste management practices across the state. The funding has been distributed to local organizations and community groups that demonstrate commitment to recycling and waste reduction efforts. Massachusetts’ strategic investment reflects its dedication to fostering a circular economy and advancing environmental sustainability goals. ───────────── Baca selengkapnya di: Waste Dive →
New York has a food waste problem. South Korea has already solved it
[International] · Other Ringkasan New York menghadapi tantangan serius dengan limbah makanan yang terus meningkat, sementara Korea Selatan telah mengembangkan solusi inovatif untuk mengatasi masalah ini. Korea Selatan menerapkan sistem manajemen limbah makanan yang komprehensif, termasuk pemisahan, pengomposan, dan daur ulang yang efisien. Pengalaman Korea Selatan menunjukkan bahwa dengan kebijakan yang tepat dan keterlibatan masyarakat, negara dapat secara signifikan mengurangi limbah makanan dan dampak lingkungannya. Model ini dapat menjadi referensi berharga bagi New York dan kota-kota lain yang menghadapi tantangan serupa. Summary New York faces a significant food waste challenge while South Korea has already implemented effective solutions to address this growing problem. South Korea has developed a comprehensive food waste management system that includes separation, composting, and efficient recycling programs. The South Korean experience demonstrates that with proper policies and community engagement, countries can substantially reduce food waste and its environmental impact. This model serves as a valuable reference for New York and other cities facing similar waste management challenges. ───────────── Baca selengkapnya di: BBC →
Lingkungan: Longsor sampah di TPST ‘terbesar di Asia Tenggara’ Bantargebang tewaskan tujuh orang – ‘Cerminan sistem pengelolaan sampah yang amburadul’
[International] · Policy Ringkasan Sebuah longsor sampah terjadi di Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, yang merupakan fasilitas pengelolaan sampah terbesar di Asia Tenggara, mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia. Insiden ini menjadi bukti nyata dari sistem pengelolaan sampah yang tidak terkelola dengan baik dan penuh dengan permasalahan struktural. Tragedi tersebut mengungkapkan kerentanan infrastruktur sampah dan perlunya reformasi menyeluruh dalam praktik pemrosesan limbah. Peristiwa ini menekankan urgensi untuk meningkatkan standar keselamatan dan efisiensi pengelolaan sampah di fasilitas besar. Summary A waste landslide at Bantargebang, Southeast Asia’s largest integrated waste processing facility (TPST), claimed seven lives and exposed serious structural failures in the waste management system. The incident reflects deeply rooted problems in Indonesia’s waste handling infrastructure and operational practices. This tragedy underscores critical safety vulnerabilities and the urgent need for comprehensive reforms in large-scale waste processing facilities. The disaster highlights the necessity for enhanced safety standards and improved waste management efficiency across major waste facilities. ───────────── Baca selengkapnya di: BBC →
Pemkot Bengkulu dorong pedagang pantai optimalkan pengelolaan sampah
[National] · Policy Ringkasan Pemerintah Kota Bengkulu mendorong para pedagang di kawasan pantai untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah mereka. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir. Dengan pengelolaan sampah yang lebih baik, diharapkan dapat mengurangi pencemaran laut dan meningkatkan kualitas pariwisata di Bengkulu. Program ini melibatkan kolaborasi aktif antara pemerintah dan komunitas pedagang lokal. Summary The Bengkulu City Government is encouraging beach merchants to optimize their waste management practices. This initiative is part of the government’s broader effort to maintain cleanliness and preserve the coastal environment. Through improved waste management, it is expected to reduce marine pollution and enhance tourism quality in Bengkulu. The program involves active collaboration between the government and local merchant communities. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News Bengkulu →
Beragam Cara Selamatkan Makanan Sebelum Jadi Sampah
[National] · Other Ringkasan Makanan yang terbuang menjadi salah satu bentuk sampah signifikan yang dapat diminimalkan melalui berbagai strategi praktis. Artikel ini menguraikan beragam cara untuk menyelamatkan makanan sebelum menjadi sampah, mulai dari perencanaan pembelian yang lebih cermat hingga pemanfaatan sisa makanan secara kreatif. Langkah-langkah sederhana seperti penyimpanan yang tepat, berbagi dengan komunitas, dan pengolahan limbah organik dapat mengurangi food waste secara signifikan. Dengan kesadaran dan tindakan proaktif, setiap individu dapat berkontribusi pada pengurangan sampah dan ketahanan pangan. Summary Food waste represents a significant portion of waste that can be substantially reduced through various practical strategies. This article explores multiple approaches to save food before it becomes waste, ranging from more thoughtful purchasing planning to creative utilization of food scraps. Simple measures such as proper food storage, community sharing initiatives, and organic waste processing can significantly reduce food waste generation. Through awareness and proactive action, every individual can contribute to waste reduction and food security. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.id →
PSEL dan Pirolisis Dibangun di Bogor, Olah 2.500 Ton Sampah Jadi Listrik-BBM
[National] · Policy Ringkasan Sustainable Waste Indonesia (SWI) membangun fasilitas Pembangkit Listrik Sampah Elektronik (PSEL) dan instalasi Pirolisis di Bogor dengan kapasitas mengolah 2.500 ton sampah per tahun. Teknologi pirolisis yang diterapkan mampu mengkonversi sampah menjadi energi listrik dan bahan bakar melalui proses termal tanpa pembakaran langsung. Proyek ini merupakan solusi inovatif dalam penanganan limbah sambil menghasilkan energi terbarukan untuk mendukung ketahanan energi nasional. Inisiatif tersebut menunjukkan komitmen SWI dalam mengembangkan ekonomi sirkular dan mengurangi dampak lingkungan dari penumpukan sampah. Summary Sustainable Waste Indonesia (SWI) is constructing an Electronic Waste Power Plant (PSEL) and Pyrolysis facility in Bogor with a capacity to process 2,500 tons of waste annually. The pyrolysis technology employed converts waste into electricity and fuel through a thermal process without direct combustion. This project represents an innovative solution for waste management while generating renewable energy to support national energy security. The initiative demonstrates SWI’s commitment to developing a circular economy and reducing the environmental impact of waste accumulation. ───────────── Baca selengkapnya di: detikNews →
Singapore to pilot carbon capture and storage technology at waste-to-energy plants
[International] · Technology Ringkasan Singapura akan melaksanakan program pilot teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and storage/CCS) di fasilitas waste-to-energy untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Singapura dalam mencapai target net-zero emissions dan memanfaatkan limbah sebagai sumber energi terbarukan. Teknologi CCS yang diterapkan di instalasi pengubahan sampah menjadi energi akan membantu menangkap karbon dioksida sebelum dilepaskan ke atmosfer. Proyek pilot ini menunjukkan inovasi dalam sektor pengelolaan limbah berkelanjutan yang dapat menjadi model bagi negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara. Summary Singapore is launching a pilot program to implement carbon capture and storage (CCS) technology at waste-to-energy facilities to reduce greenhouse gas emissions. This initiative is part of Singapore’s commitment to achieving net-zero emissions targets while utilizing waste as a renewable energy source. The CCS technology deployed at waste-to-energy plants will help capture carbon dioxide before it is released into the atmosphere. This pilot project demonstrates innovation in sustainable waste management that could serve as a model for other countries in the Southeast Asian region. ───────────── Baca selengkapnya di: Singapore Economic Development Board (EDB) →
Dhaka’s waste-to-energy project faces opposition from pollution-weary residents
[International] · Technology Ringkasan Proyek pengubahan sampah menjadi energi di Dhaka menghadapi penolakan dari warga yang telah lama menderita polusi. Masyarakat setempat khawatir bahwa fasilitas ini akan meningkatkan emisi udara dan menciptakan risiko kesehatan tambahan bagi komunitas mereka. Ketegangan antara kebutuhan pengelolaan sampah berkelanjutan dan kekhawatiran lingkungan warga lokal mencerminkan tantangan umum dalam implementasi teknologi waste-to-energy di wilayah urban yang padat. Summary Dhaka’s waste-to-energy project faces significant opposition from residents already burdened by chronic air pollution in the city. Local communities express concerns that the facility will generate additional air emissions and pose health risks to their neighborhoods. The conflict between the necessity for sustainable waste management solutions and residents’ environmental health concerns highlights the common challenges faced when implementing waste-to-energy technology in densely populated urban areas. ───────────── Baca selengkapnya di: Mongabay →
Lingkungan: Longsor sampah di TPST ‘terbesar di Asia Tenggara’ Bantargebang tewaskan tujuh orang – ‘Cerminan sistem pengelolaan sampah yang amburadul’
[International] · Policy Ringkasan Longsor sampah di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Bantargebang, yang merupakan fasilitas terbesar di Asia Tenggara, telah menewaskan tujuh orang dalam insiden tragis tersebut. Kejadian ini mencerminkan sistem pengelolaan sampah yang masih mengalami berbagai permasalahan struktural dan operasional. Insiden Bantargebang menyoroti urgensi reformasi dalam infrastruktur pengelolaan limbah dan implementasi praktik terbaik yang lebih berkelanjutan. Diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan dan kapasitas operasional fasilitas pemrosesan sampah skala besar di kawasan Asia Tenggara. Summary A waste landslide at the Bantargebang Final Waste Processing Site (TPAS), Southeast Asia’s largest waste management facility, has claimed seven lives in this tragic incident. The disaster reflects serious structural and operational deficiencies in the region’s waste management system. The Bantargebang incident underscores the urgent need for reform in waste infrastructure and the adoption of more sustainable best practices. A comprehensive review of safety standards and operational capacity at large-scale waste processing facilities across Southeast Asia is essential. ───────────── Baca selengkapnya di: BBC →
Jadi Operator Penghasil eWaste Besar, XLSmart Kelola Sampah Internal
[National] · Other Ringkasan PT XL Axiata melalui anak perusahaan XLSmart menjadi salah satu operator telekomunikasi terbesar penghasil limbah elektronik (e-waste) di Indonesia. Untuk mengelola dampak lingkungan, XLSmart telah mengimplementasikan sistem manajemen sampah internal yang komprehensif. Program ini mencakup pemilahan, pengurangan, dan daur ulang limbah elektronik dari operasional perusahaan. Komitmen XLSmart dalam pengelolaan e-waste internal menunjukkan tanggung jawab korporat terhadap keberlanjutan lingkungan. Summary PT XL Axiata, through its subsidiary XLSmart, has become one of Indonesia’s largest telecommunications operators generating electronic waste (e-waste). To mitigate environmental impacts, XLSmart has implemented a comprehensive internal waste management system. The program encompasses segregation, reduction, and recycling of electronic waste generated from company operations. XLSmart’s commitment to internal e-waste management demonstrates corporate responsibility toward environmental sustainability. ───────────── Baca selengkapnya di: detikInet →