“Bijak Jajan Cinta Bumi”, Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini

[National] · Other Ringkasan Program “Bijak Jajan Cinta Bumi” merupakan inisiatif untuk memperkenalkan budaya pemilahan sampah kepada generasi muda sejak usia dini. Melalui pendekatan edukatif yang menyenangkan, program ini bertujuan membentuk kesadaran lingkungan dan kebiasaan positif dalam mengelola sampah di kalangan anak-anak. Dengan menanamkan nilai-nilai keberlanjutan sejak dini, diharapkan dapat menciptakan multiplier effect yang membawa perubahan perilaku di tingkat keluarga dan masyarakat. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen SWI dalam mempromosikan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab untuk masa depan yang lebih berkelanjutan. Summary The “Bijak Jajan Cinta Bumi” program is an initiative designed to introduce waste sorting culture to young generations from an early age. Through an engaging educational approach, the program aims to build environmental awareness and establish positive habits in waste management among children. By instilling sustainability values early on, it is expected to create a multiplier effect that drives behavioral change at the family and community levels. This initiative aligns with SWI’s commitment to promoting responsible waste management for a more sustainable future. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.com →

DLH Bantul optimalkan pengelolaan sampah di pasar tradisional

[National] · Policy Ringkasan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul mengoptimalkan sistem pengelolaan sampah di pasar-pasar tradisional untuk mengurangi dampak lingkungan. Langkah ini meliputi peningkatan infrastruktur pengolahan sampah, sosialisasi kepada pedagang, dan penerapan sistem pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Dengan fokus pada pasar tradisional sebagai pusat penghasil sampah organik dan anorganik, DLH Bantul berkomitmen menciptakan lingkungan pasar yang lebih bersih dan berkelanjutan. Optimalisasi pengelolaan sampah ini diharapkan dapat menjadi model bagi pasar-pasar lainnya di wilayah Kabupaten Bantul. Summary The Bantul Environmental Services Agency (DLH) is optimizing waste management systems in traditional markets to reduce environmental impact. This initiative includes improving waste processing infrastructure, conducting socialization programs for merchants, and implementing waste sorting systems at the source. By focusing on traditional markets as major sources of organic and inorganic waste, DLH Bantul is committed to creating cleaner and more sustainable market environments. This waste management optimization is expected to serve as a model for other markets throughout Bantul Regency. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News Yogyakarta →

Dhaka’s waste-to-energy project faces opposition from pollution-weary residents – news

[International] · Technology Ringkasan Proyek konversi sampah menjadi energi di Dhaka menghadapi penolakan dari warga yang sudah lelah dengan polusi udara dan lingkungan. Meskipun teknologi ini bertujuan untuk mengurangi limbah dan menghasilkan listrik, masyarakat setempat khawatir tentang potensi emisi berbahaya dan dampak kesehatan jangka panjang. Konflik antara kebutuhan pengelolaan sampah dan kekhawatiran lingkungan mencerminkan tantangan umum dalam implementasi proyek energi terbarukan di area perkotaan padat. Keterlibatan aktif komunitas lokal dalam perencanaan dan pengawasan menjadi kunci untuk membangun kepercayaan dan keberlanjutan proyek tersebut. Summary Dhaka’s waste-to-energy project faces significant opposition from residents already burdened by persistent air and environmental pollution. Although the technology aims to reduce waste volume and generate electricity, local communities express concerns about potential harmful emissions and long-term health impacts. The conflict between the necessity for waste management solutions and environmental concerns reflects common challenges in implementing renewable energy projects in densely populated urban areas. Active community involvement in project planning and monitoring is essential to build public trust and ensure the project’s long-term sustainability. ───────────── Baca selengkapnya di: news – Mongabay →

Meet the expert: Sydney Holgado on rethinking waste for a circular city

[International] · Other Ringkasan Artikel ini menampilkan Sydney Holgado yang berbagi wawasan tentang transformasi sistem pengelolaan sampah menuju model ekonomi sirkular di perkotaan. Sebagai ahli di bidangnya, Holgado membahas strategi inovatif untuk mengurangi limbah dan mengoptimalkan pemanfaatan kembali sumber daya. Pendekatan holistik ini mencerminkan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan efisiensi ekonomi di tingkat kota. Perspektif Holgado memberikan kontribusi penting bagi pengembangan infrastruktur pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan. Summary This article features Sydney Holgado sharing expert insights on transforming waste management systems toward a circular economy model in urban environments. Holgado discusses innovative strategies for reducing waste and optimizing resource recovery and reuse. This holistic approach reflects a commitment to environmental sustainability and economic efficiency at the city level. Holgado’s perspective contributes significantly to the development of more responsible and sustainable waste management infrastructure. ───────────── Baca selengkapnya di: Buro Happold →

Lingkungan: Longsor sampah di TPST ‘terbesar di Asia Tenggara’ Bantargebang tewaskan tujuh orang – ‘Cerminan sistem pengelolaan sampah yang amburadul’

[International] · Policy Ringkasan Longsor sampah di Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, yang merupakan fasilitas pengelolaan sampah terbesar di Asia Tenggara, telah menewaskan tujuh orang. Insiden ini mencerminkan kegagalan sistem pengelolaan sampah yang tidak terkoordinasi dengan baik dan kurangnya standar keselamatan operasional. Tragedi ini menjadi sorotan serius terhadap praktik pengelolaan limbah Indonesia yang masih banyak menghadapi tantangan infrastruktur dan regulasi. Diperlukan reformasi menyeluruh dalam sistem pengelolaan sampah nasional untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan. Summary A waste landslide at the Bantargebang Integrated Waste Processing Site (TPST), Southeast Asia’s largest waste management facility, has claimed seven lives. The incident underscores the failure of Indonesia’s poorly coordinated waste management system and insufficient operational safety standards at major waste facilities. This tragedy highlights critical vulnerabilities in the country’s waste management practices, which continue to face significant infrastructure and regulatory challenges. Comprehensive reforms in Indonesia’s national waste management system are urgently needed to prevent similar disasters and ensure worker safety. ───────────── Baca selengkapnya di: BBC →

PLN EPI dukung program pengelolaan sampah terdesentralisasi

[National] · Education & Community Ringkasan PLN EPI menunjukkan komitmen terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan dengan mendukung program pengelolaan sampah terdesentralisasi. Pendekatan terdesentralisasi ini memungkinkan pengelolaan sampah dilakukan lebih dekat ke sumbernya, meningkatkan efisiensi dan mengurangi beban pada fasilitas pengelolaan terpusat. Dukungan PLN EPI mencakup aspek teknis, operasional, dan sumber daya untuk mendorong implementasi program di berbagai wilayah. Inisiatif ini sejalan dengan target pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan lokal. Summary PLN EPI demonstrates its commitment to sustainable waste management by supporting a decentralized waste management program. This decentralized approach enables waste to be managed closer to its source, improving efficiency and reducing the burden on centralized processing facilities. PLN EPI’s support encompasses technical, operational, and resource aspects to facilitate program implementation across various regions. This initiative aligns with the goal of achieving more sustainable and locally responsive waste management practices. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News →

RE-MAGGOT: Langkah Baru Kelola Sampah Organik di TPA Putri Cempo

[National] · Technology Ringkasan RE-MAGGOT adalah inisiatif inovatif untuk mengelola sampah organik di TPA Putri Cempo melalui pemanfaatan larva Black Soldier Fly (BSF). Program ini bertujuan mengurangi volume sampah organik, memperpanjang umur TPA, dan menghasilkan produk bernilai ekonomi seperti pakan ternak berkualitas tinggi. Dengan teknologi biokonversi ini, SWI menunjukkan komitmen dalam menciptakan solusi berkelanjutan yang mengubah sampah menjadi sumber daya berharga. Langkah ini juga meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah sambil memberdayakan ekonomi lokal. Summary RE-MAGGOT is an innovative initiative to manage organic waste at Putri Cempo Landfill through the utilization of Black Soldier Fly (BSF) larvae. This program aims to reduce organic waste volume, extend landfill lifespan, and generate economically valuable products such as high-quality animal feed. Through this bioconversion technology, SWI demonstrates its commitment to creating sustainable solutions that transform waste into valuable resources. This initiative also improves waste management efficiency while empowering the local economy. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompasiana.com →

Ketua DPD RI Dorong Bali Jadi Pelopor Gerakan Pilah Sampah Nasional

[National] · Education & Community Ringkasan Ketua DPD RI mendorong Bali untuk menjadi pelopor dalam gerakan pilah sampah nasional yang berkelanjutan. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Dengan posisi Bali sebagai destinasi wisata utama, gerakan ini diharapkan dapat menjadi model yang ditiru oleh daerah lain di Indonesia. Komitmen ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mencapai target pengurangan sampah dan peningkatan daur ulang secara nasional. Summary The Chair of the Regional Representatives Council (DPD RI) is encouraging Bali to become a pioneer in the national waste sorting movement. This initiative aims to increase public awareness about the importance of waste segregation at the source level. With Bali’s position as a major tourist destination, this movement is expected to serve as a model that other regions in Indonesia can emulate. This commitment aligns with the government’s efforts to achieve national targets for waste reduction and increased recycling. ───────────── Baca selengkapnya di: detikNews →

Dhaka’s waste-to-energy project faces opposition from pollution-weary residents – news

[International] · Technology Ringkasan Proyek konversi limbah menjadi energi di Dhaka menghadapi penolakan dari warga yang telah lama menderita polusi udara dan lingkungan. Masyarakat lokal khawatir bahwa fasilitas ini akan meningkatkan emisi berbahaya dan memperburuk kualitas udara di kawasan yang sudah tercemar. Ketegangan antara kebutuhan energi berkelanjutan dan perlindungan kesehatan masyarakat menjadi inti dari konflik ini. Pemerintah perlu melakukan dialog intensif dan transparansi penuh mengenai dampak lingkungan untuk mendapatkan kepercayaan publik. Summary Dhaka’s waste-to-energy project faces significant opposition from residents already burdened by chronic air and environmental pollution. Local communities express concerns that the facility will increase harmful emissions and further degrade air quality in an already contaminated area. The conflict reflects the tension between sustainable energy needs and public health protection in densely populated urban areas. The government must engage in intensive dialogue and provide transparent environmental impact assessments to gain public trust and support. ───────────── Baca selengkapnya di: news – Mongabay →

Waste sector crisis could see rubbish piling up on streets, experts warn

[International] · Other Ringkasan Sektor pengelolaan sampah menghadapi krisis serius yang berpotensi menyebabkan penumpukan sampah di jalanan, menurut peringatan para ahli. Krisis ini dipicu oleh berbagai tantangan operasional dan infrastruktur yang belum optimal dalam sistem pengelolaan limbah. Para profesional industri menekankan pentingnya tindakan segera untuk mencegah dampak lingkungan dan kesehatan publik yang lebih parah. Diperlukan koordinasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk mengatasi permasalahan fundamental dalam industri pengelolaan sampah. Summary The waste management sector is facing a critical crisis that could result in garbage accumulation on city streets, according to expert warnings. This crisis is driven by operational challenges and insufficient infrastructure within the waste management system. Industry professionals emphasize the urgent need for immediate action to prevent further environmental and public health impacts. Coordinated efforts among government, private sector, and communities are essential to address the fundamental issues affecting the waste management industry. ───────────── Baca selengkapnya di: bbc.com →