Lingkungan: Longsor sampah di TPST ‘terbesar di Asia Tenggara’ Bantargebang tewaskan tujuh orang – ‘Cerminan sistem pengelolaan sampah yang amburadul’

[International] · Policy Ringkasan Longsor sampah di Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang merupakan fasilitas terbesar di Asia Tenggara telah menewaskan tujuh orang. Insiden ini mencerminkan permasalahan serius dalam sistem pengelolaan sampah Indonesia yang masih jauh dari optimal. Kejadian tragis ini menyoroti perlunya reformasi mendasar dalam infrastruktur dan praktik pengelolaan limbah di tingkat nasional. Diperlukan tindakan segera untuk meningkatkan keselamatan kerja dan efisiensi operasional di fasilitas pemrosesan sampah utama. Summary A waste landslide at the Bantargebang Integrated Waste Processing Facility (TPST), Southeast Asia’s largest waste management site, has claimed seven lives. The incident highlights critical deficiencies in Indonesia’s waste management system and operational practices. This tragic event underscores the urgent need for comprehensive reforms in waste infrastructure and management protocols at the national level. Immediate action is necessary to enhance worker safety standards and improve operational efficiency at major waste processing facilities. ───────────── Baca selengkapnya di: bbc.com →

Ternyata Ini Alasan Kenapa di Jepang Minim Tempat Sampah

[National] · Other Ringkasan Jepang dikenal memiliki sistem pengelolaan sampah yang sangat efisien dengan jumlah tempat sampah umum yang sangat minim di ruang publik. Minimnya tempat sampah ini bukan karena ketidakpedulian, tetapi merupakan bagian dari strategi pengelolaan limbah yang komprehensif dan disiplin masyarakat yang tinggi. Masyarakat Jepang terlatih untuk membawa sampah mereka sendiri dan membuangnya di rumah sesuai dengan kategori pemilahan yang ketat. Pendekatan ini mendorong tanggung jawab individu dan mengurangi beban pengelolaan limbah publik secara signifikan. Summary Japan is renowned for its highly efficient waste management system, characterized by an extremely limited number of public trash bins in public spaces. This scarcity of trash receptacles is not due to negligence, but rather represents a comprehensive waste management strategy coupled with strong public discipline. Japanese citizens are trained to carry their own waste and dispose of it at home according to strict waste segregation categories. This approach promotes individual responsibility and significantly reduces the burden on public waste management infrastructure. ───────────── Baca selengkapnya di: detikTravel →

Pedagang Pasar Pundensari Ikuti Sosialisasi Pengelolaan Sampah

[National] · Other Ringkasan Pedagang di Pasar Pundensari mengikuti sosialisasi pengelolaan sampah yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan praktik pengelolaan limbah di lokasi perdagangan. Program edukasi ini mencakup pengenalan metode pemilahan sampah, daur ulang, dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pasar. Inisiatif tersebut diharapkan dapat mengurangi volume sampah dan menciptakan lingkungan pasar yang lebih sehat dan berkelanjutan. Partisipasi aktif pedagang menjadi kunci kesuksesan implementasi program pengelolaan sampah di kawasan pasar tradisional. Summary Traders at Pundensari Market participated in a waste management socialization program aimed at raising awareness and improving waste management practices in the trading area. The educational initiative covers waste segregation methods, recycling approaches, and the importance of maintaining market cleanliness and environmental hygiene. The program is expected to reduce waste volume and create a healthier and more sustainable market environment for the community. Active participation from traders is essential to the successful implementation of waste management initiatives in traditional market areas. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompasiana.com →

KLH : Kemampuan Ukur Emisi Metana di Fasilitas di Luar TPA Tentukan Kinerja Sistem Pengolahan Sampah Daerah

[National] · Technology Ringkasan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menekankan bahwa kemampuan mengukur emisi metana di fasilitas pengolahan sampah di luar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi indikator kunci untuk mengevaluasi kinerja sistem pengelolaan sampah daerah. Pengukuran emisi metana yang akurat memungkinkan daerah untuk memantau kontribusi mereka terhadap perubahan iklim dan mengidentifikasi peluang pengurangan gas rumah kaca. Dengan kemampuan ini, pemerintah daerah dapat mengimplementasikan strategi pengelolaan sampah yang lebih efektif dan terukur. KLH mendorong seluruh daerah untuk meningkatkan kapasitas monitoring emisi metana sebagai bagian dari komitmen Indonesia terhadap target iklim global. Summary The Ministry of Environment (KLH) emphasizes that the ability to measure methane emissions at waste treatment facilities outside landfills (TPA) is a critical indicator for evaluating the performance of regional waste management systems. Accurate methane emissions measurement enables regions to monitor their contribution to climate change and identify opportunities for greenhouse gas reduction. With this capability, local governments can implement more effective and measurable waste management strategies. KLH encourages all regions to enhance their capacity in monitoring methane emissions as part of Indonesia’s commitment to global climate targets. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.com →

Calls for government to introduce a charge on disposable cups

[International] · Policy Ringkasan Berbagai pihak mendesak pemerintah untuk menerapkan kebijakan tarif pada cangkir sekali pakai guna mengurangi sampah kemasan yang terus meningkat. Langkah ini diharapkan dapat mengubah perilaku konsumen dan mendorong penggunaan alternatif yang lebih ramah lingkungan seperti cangkir yang dapat digunakan kembali. Pengenaan biaya pada produk sekali pakai terbukti efektif di beberapa negara dalam menurunkan permintaan dan limbah kemasan. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mengatasi krisis sampah plastik dan menciptakan ekonomi sirkular yang berkelanjutan. Summary Stakeholders are calling on the government to implement a charge on disposable cups as a strategy to reduce the growing volume of packaging waste. This measure is expected to shift consumer behavior and encourage the adoption of environmentally friendly alternatives such as reusable cups. Charging mechanisms for single-use products have proven effective in several countries in reducing demand and packaging waste generation. This initiative aligns with Indonesia’s commitment to addressing the plastic waste crisis and advancing toward a sustainable circular economy. ───────────── Baca selengkapnya di: Sustainable Packaging News →

DOE nuclear ‘innovation campuses’ could bring waste industry opportunities

[International] · Technology Ringkasan Departemen Energi (DOE) Amerika Serikat meluncurkan inisiatif “innovation campuses” untuk mengembangkan teknologi nuklir yang dapat membuka peluang baru bagi industri limbah. Kampus inovasi ini dirancang untuk memfasilitasi kolaborasi antara peneliti, industri, dan institusi akademik dalam mengatasi tantangan pengelolaan limbah nuklir. Teknologi yang dikembangkan melalui program ini berpotensi meningkatkan efisiensi pemrosesan limbah dan membuka peluang bisnis bagi perusahaan di sektor pengelolaan limbah berkelanjutan. Summary The U.S. Department of Energy (DOE) is launching “innovation campuses” to advance nuclear technology development, which could create significant opportunities for the waste management industry. These innovation hubs are designed to foster collaboration between researchers, industry partners, and academic institutions to address nuclear waste management challenges. Technologies developed through this initiative have the potential to improve waste processing efficiency and generate new business opportunities for companies in the sustainable waste management sector. ───────────── Baca selengkapnya di: Waste Dive →

Lingkungan: Longsor sampah di TPST ‘terbesar di Asia Tenggara’ Bantargebang tewaskan tujuh orang – ‘Cerminan sistem pengelolaan sampah yang amburadul’

[International] · Policy Ringkasan Sebuah longsor sampah terjadi di Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, yang merupakan fasilitas pengelolaan sampah terbesar di Asia Tenggara, mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia. Insiden ini menyoroti kegagalan serius dalam sistem pengelolaan sampah Indonesia yang masih sangat tertinggal dan tidak terkoordinasi dengan baik. Bencana tersebut menjadi bukti nyata bahwa infrastruktur dan protokol keselamatan kerja di fasilitas pemrosesan sampah skala besar belum memenuhi standar internasional. Peristiwa tragis ini menggarisbawahi urgensi reformasi komprehensif dalam pengelolaan limbah nasional untuk mencegah kecelakaan serupa di masa depan. Summary A devastating waste landslide occurred at Bantargebang Integrated Waste Processing Center (TPST), Southeast Asia’s largest waste management facility, resulting in seven fatalities. The incident highlights critical failures in Indonesia’s waste management system, which remains poorly coordinated and significantly underdeveloped. This tragedy underscores the inadequate safety infrastructure and protocols at large-scale waste processing facilities, which fall short of international standards. The disaster emphasizes the urgent need for comprehensive national waste management reforms to prevent similar catastrophic incidents and protect worker safety. ───────────── Baca selengkapnya di: BBC →

Sekolah di DKI Jakarta Mulai Belajar Kelola Sampah Elektronik

[National] · Education & Community Ringkasan Sekolah-sekolah di DKI Jakarta telah memulai program pembelajaran mengenai pengelolaan sampah elektronik sebagai bagian dari inisiatif pendidikan lingkungan. Program ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya daur ulang dan penanganan limbah elektronik yang bertanggung jawab. Melalui kegiatan edukatif ini, diharapkan generasi muda dapat memahami dampak lingkungan dari sampah elektronik dan berkontribusi aktif dalam solusi keberlanjutan. Langkah ini merupakan komitmen untuk membangun budaya ramah lingkungan sejak dini di tingkat pendidikan. Summary Schools across DKI Jakarta have launched educational programs focused on electronic waste management as part of their environmental education initiative. This program is designed to raise students’ awareness about the importance of recycling and responsible handling of electronic waste. Through these educational activities, young learners are expected to understand the environmental impact of e-waste and actively contribute to sustainable solutions. This initiative represents a commitment to fostering an eco-conscious culture among students from an early age. ───────────── Baca selengkapnya di: kompas.com →

DLHP Ambon siapkan sembilan mobil angkut sampah berukuran kecil

[National] · Other Ringkasan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertamanan (DLHP) Ambon telah menyiapkan sembilan unit mobil angkut sampah berukuran kecil untuk meningkatkan efisiensi pengumpulan sampah di kota. Armada kendaraan kecil ini dirancang khusus untuk menjangkau area pemukiman yang sempit dan jalan-jalan kecil yang sulit diakses oleh truk sampah berukuran besar. Langkah ini merupakan bagian dari upaya DLHP Ambon untuk meningkatkan layanan kebersihan kota dan mengurangi sampah yang tertumpuk. Dengan adanya mobil angkut sampah berukuran kecil, diharapkan pelayanan pengumpulan sampah dapat lebih optimal dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat Ambon. Summary The Environmental and Parks Service (DLHP) of Ambon has prepared nine small-sized garbage collection vehicles to enhance waste collection efficiency throughout the city. These compact vehicles are specifically designed to access residential areas and narrow streets that cannot be reached by large garbage trucks. This initiative is part of DLHP Ambon’s efforts to improve city sanitation services and reduce accumulated waste in the community. With the addition of small-scale waste collection vehicles, the city aims to provide more optimal and responsive waste management services to Ambon residents. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News →

Fadli Rahman: PSEL Bukan untuk Genjot Listrik, tapi Tangani Sampah (1)

[National] · Technology Ringkasan Fadli Rahman menekankan bahwa Pembangkit Listrik Sampah Energi (PSEL) bukan dirancang semata-mata untuk meningkatkan produksi listrik, melainkan sebagai solusi utama dalam menangani permasalahan sampah yang terus meningkat. PSEL merupakan teknologi yang mengubah sampah menjadi energi listrik, sekaligus mengurangi volume limbah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA). Dengan pendekatan ini, pemerintah dan industri dapat mencapai tujuan ganda: mengelola sampah secara berkelanjutan sambil berkontribusi pada kebutuhan energi nasional. Implementasi PSEL diharapkan menjadi bagian integral dari strategi pengelolaan sampah jangka panjang di Indonesia. Summary Fadli Rahman stressed that Waste-to-Energy Power Plants (PSEL) are not primarily designed to boost electricity production, but rather to serve as a primary solution for managing Indonesia’s growing waste problem. PSEL technology converts waste into electrical energy while simultaneously reducing the volume of waste destined for landfills. Through this approach, both government and industry can achieve dual objectives: managing waste sustainably while contributing to national energy needs. The implementation of PSEL is expected to become an integral part of Indonesia’s long-term waste management strategy. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.id →