UI dan Mahasiswa Korsel Kembangkan Sistem Pengelolaan Sampah di Rusunawa
[National] · Policy Ringkasan Universitas Indonesia (UI) berkolaborasi dengan mahasiswa Korea Selatan untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang inovatif di rusunawa (rumah susun sewa). Proyek ini bertujuan meningkatkan efisiensi penanganan limbah dan mendorong praktik keberlanjutan di lingkungan hunian padat. Melalui kerjasama akademik internasional ini, kedua belah pihak berbagi keahlian untuk menciptakan solusi sampah yang ramah lingkungan dan dapat diterapkan secara luas. Inisiatif tersebut menunjukkan komitmen dalam mengatasi tantangan pengelolaan sampah perkotaan Indonesia. Summary The University of Indonesia (UI) is collaborating with South Korean students to develop an innovative waste management system in rusunawa (rental apartment complexes). The project aims to improve waste handling efficiency and promote sustainable practices in densely populated residential environments. Through this international academic partnership, both parties share expertise to create environmentally friendly waste solutions that can be widely implemented. The initiative demonstrates a commitment to addressing Indonesia’s urban waste management challenges. ───────────── Baca selengkapnya di: republika.co.id →
Minister pushes ‘carrot and stick’ approach in waste management
[National] · Policy Ringkasan Menteri mendorong pendekatan kombinasi insentif dan sanksi dalam pengelolaan sampah untuk meningkatkan efektivitas program. Strategi “carrot and stick” ini dirancang untuk memberikan reward kepada pelaku yang mematuhi regulasi sekaligus memberikan punishment kepada yang melanggar. Pendekatan dual ini diharapkan dapat mengakselerasi transformasi sektor pengelolaan sampah menuju praktik berkelanjutan. Implementasi kebijakan ini melibatkan stakeholder dari berbagai tingkat untuk memastikan kepatuhan dan partisipasi aktif masyarakat. Summary The Minister is promoting a “carrot and stick” approach to strengthen waste management effectiveness by combining incentives and enforcement mechanisms. This dual strategy aims to reward compliant stakeholders while penalizing violators, thereby accelerating the transformation toward sustainable waste management practices. The policy implementation involves multiple stakeholders across different levels to ensure compliance and active community participation. This comprehensive approach is expected to drive significant progress in Indonesia’s waste management sector. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News →
Respons Sampah di Kali Gendong, Pansus DPRD DKI Kaji Pembangunan Biopori Jumbo
[National] · Policy Ringkasan Pansus DPRD DKI Jakarta melakukan kajian terhadap pembangunan biopori jumbo sebagai respons terhadap permasalahan sampah di Kali Gendong. Inisiatif ini merupakan upaya untuk mengatasi pencemaran dan penumpukan sampah di kawasan aliran sungai tersebut melalui teknologi infiltrasi air yang ramah lingkungan. Biopori jumbo dirancang untuk meningkatkan daya serap tanah sekaligus mengurangi volume sampah dan air larian di area sekitar. Kajian ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mencari solusi berkelanjutan untuk pengelolaan sampah dan konservasi lingkungan. Summary The Jakarta DPRD Special Committee is conducting a study on the development of mega-biopores as a response to waste problems in Kali Gendong waterway. This initiative represents an effort to address pollution and waste accumulation in the river basin through environmentally friendly water infiltration technology. The mega-biopores are designed to increase soil water absorption capacity while reducing waste volume and surface runoff in the surrounding areas. This study demonstrates the local government’s commitment to finding sustainable solutions for waste management and environmental conservation. ───────────── Baca selengkapnya di: detikNews →
Pemkot Denpasar maksimalkan budi daya maggot untuk kelola sampah dan dorong ekonomi
[National] · Policy Ringkasan Pemerintah Kota Denpasar memaksimalkan budidaya maggot (larva lalat tentara hitam) sebagai solusi inovatif pengelolaan sampah organik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Program ini memanfaatkan limbah organik untuk menjadi pakan ternak berkualitas tinggi melalui proses biokonversi yang efisien. Dengan strategi ini, Denpasar berkomitmen mengurangi volume sampah di tempat pemrosesan akhir (TPA) sambil menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat. Inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya kota dalam mewujudkan pengelolaan sampah berkelanjutan dan ekonomi sirkular. Summary Denpasar City Government is maximizing maggot (black soldier fly larvae) cultivation as an innovative solution for managing organic waste while boosting local economic growth. The program leverages organic waste through bioconversion processes to produce high-quality animal feed efficiently. By implementing this strategy, Denpasar aims to reduce waste volume at landfills while creating new business opportunities for communities. This initiative represents the city’s commitment to achieving sustainable waste management and circular economy development. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News Bali →
Minister pushes ‘carrot and stick’ approach in waste management
[National] · Policy Ringkasan Menteri Lingkungan Hidup mendorong pendekatan “carrot and stick” atau kombinasi insentif dan sanksi dalam pengelolaan sampah di Indonesia. Strategi ini bertujuan untuk mendorong partisipasi masyarakat dan industri dalam mengurangi dan mengelola limbah secara bertanggung jawab. Dengan memberikan reward kepada pihak yang berkomitmen sekaligus menerapkan denda bagi yang tidak mematuhi regulasi, diharapkan terwujud sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan. Summary The Minister of Environment is promoting a “carrot and stick” approach combining incentives and penalties to improve waste management across Indonesia. This strategy aims to encourage both public participation and industrial commitment in reducing and responsibly managing waste. By offering rewards to compliant stakeholders while implementing sanctions for non-compliance, the government seeks to establish a more effective and sustainable waste management system. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News →
DPRD Surabaya Dorong Kampung Pancasila Jadi Solusi Persoalan Sampah
[National] · Policy Ringkasan DPRD Surabaya mendorong implementasi Kampung Pancasila sebagai solusi inovatif untuk mengatasi permasalahan sampah di kota. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan partisipasi aktif di tingkat komunitas. Dengan menggabungkan nilai-nilai Pancasila, inisiatif ini bertujuan menciptakan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dan ramah lingkungan. DPRD percaya bahwa pendekatan berbasis komunitas ini dapat menjadi model efektif untuk mengurangi beban sampah Kota Surabaya. Summary The Surabaya Regional Legislative Council is advocating for the implementation of Kampung Pancasila as an innovative solution to address waste management challenges in the city. This program is expected to enhance public awareness regarding sustainable waste management and promote active community participation at the grassroots level. By integrating Pancasila values, this initiative aims to establish an integrated and environmentally friendly waste management system. The council believes that this community-based approach can serve as an effective model to reduce Surabaya’s waste burden. ───────────── Baca selengkapnya di: detikNews →
Dari Sampah Jadi Cuan, 3 Koperasi Merah Putih di Kabupaten Bandung Jadi Contoh Pengelolaan Limbah Desa
[National] · Policy Ringkasan Tiga koperasi Merah Putih di Kabupaten Bandung menunjukkan model pengelolaan limbah desa yang menguntungkan secara ekonomi. Dengan mengubah sampah menjadi produk bernilai jual, koperasi-koperasi ini berhasil menciptakan sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat lokal. Inisiatif ini menjadi contoh nyata bagaimana pengelolaan limbah yang terstruktur dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Model bisnis yang diterapkan terbukti efektif dalam mengurangi volume sampah dan memberdayakan komunitas desa. Summary Three Red and White cooperatives in Bandung Regency are demonstrating a profitable model of village waste management. By transforming waste into marketable products, these cooperatives have successfully created additional income streams for local communities. This initiative exemplifies how structured waste management can simultaneously improve economic welfare and promote environmental sustainability. The business model implemented has proven effective in reducing waste volume while empowering rural communities. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.com →
Di Balik Gunung Sampah Bantargebang, Pemulung Masih Rentan
[National] · Policy Ringkasan Tempat pembuangan akhir (TPA) Bantargebang terus menjadi lokasi dengan volume sampah tertinggi di Indonesia, menciptakan ekosistem kompleks yang melibatkan ribuan pemulung. Meskipun infrastruktur pengelolaan sampah terus berkembang, para pemulung masih menghadapi kondisi kerja yang berbahaya, eksplorasi ekonomi yang tidak adil, dan akses terbatas terhadap perlindungan sosial. Permasalahan ini mengungkapkan celah signifikan antara ambisi pembangunan berkelanjutan dan realitas kehidupan pekerja informal di sektor pengelolaan sampah. Diperlukan kebijakan holistik yang mengintegrasikan aspek kesejahteraan pemulung ke dalam strategi pengelolaan sampah nasional. Summary Bantargebang landfill remains Indonesia’s largest waste disposal site, creating a complex ecosystem involving thousands of waste pickers. Despite advancing waste management infrastructure, these workers continue facing hazardous working conditions, economic exploitation, and limited access to social protection. This situation reveals a significant gap between sustainable development aspirations and the lived reality of informal sector workers in waste management. Comprehensive policies integrating waste picker welfare into national waste management strategies are urgently needed. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.id →
Tumpukan Sampah Tutupi Aliran Sungai Bersejarah Kesultanan Banten
[National] · Policy Ringkasan Aliran sungai bersejarah yang merupakan bagian penting dari Kesultanan Banten kini tertutup oleh tumpukan sampah yang terus menumpuk. Pencemaran ini mencerminkan krisis pengelolaan sampah yang serius di wilayah tersebut dan mengancam kelestarian warisan budaya serta ekosistem sungai. Diperlukan upaya penanganan sampah yang komprehensif dan berkelanjutan untuk membersihkan sungai historis ini dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Isu ini menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dan koordinasi lintas sektor dalam menangani permasalahan sampah di area strategis. Summary A historic waterway that is an integral part of the Banten Sultanate is now covered by accumulating piles of waste. This pollution reflects a serious waste management crisis in the region and threatens the preservation of cultural heritage as well as the river’s ecosystem. Comprehensive and sustainable waste management efforts are urgently needed to clean this historic river and prevent further environmental damage. This issue highlights the importance of public awareness and cross-sectoral coordination in addressing waste problems in strategically significant areas. ───────────── Baca selengkapnya di: CNN Indonesia →
Pemerintah Tetapkan 3 Proyek Sampah Jadi Listrik sebagai PSN
[National] · Policy Ringkasan Pemerintah telah menetapkan tiga proyek konversi sampah menjadi listrik sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Keputusan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mengelola sampah secara berkelanjutan sambil menghasilkan energi terbarukan. Ketiga proyek tersebut diharapkan dapat mengurangi volume sampah di tempat pembuangan akhir sekaligus meningkatkan kapasitas pembangkit listrik dari sumber energi bersih. Langkah strategis ini menunjukkan upaya pemerintah dalam mengintegrasikan pengelolaan sampah dengan transisi energi terbarukan. Summary The government has designated three waste-to-energy conversion projects as National Strategic Projects (PSN). This decision reflects the government’s commitment to sustainable waste management while generating renewable energy. The three projects are expected to reduce waste volume in landfills while increasing electricity generation capacity from clean energy sources. This strategic initiative demonstrates the government’s effort to integrate waste management with renewable energy transition. ───────────── Baca selengkapnya di: CNN Indonesia →