Dosen ITB Kembangkan Apartemen Ayam-Maggot, Bisa Urai 250 Kg Sampah Organik Sehari
[National] · Policy Ringkasan Seorang dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) telah mengembangkan inovasi apartemen ayam-maggot yang mampu mengurai hingga 250 kilogram sampah organik per hari. Teknologi ini menggabungkan pemeliharaan ayam dengan budidaya larva lalat tentara (maggot) untuk secara efisien mengolah limbah organik. Sistem terintegrasi ini tidak hanya mengurangi volume sampah secara signifikan, tetapi juga menghasilkan produk bernilai ekonomi berupa ayam dan maggot sebagai pakan ternak berkualitas tinggi. Inovasi ini menawarkan solusi berkelanjutan untuk mengatasi permasalahan sampah organik di perkotaan sambil menciptakan peluang ekonomi sirkular. Summary An Institut Teknologi Bandung (ITB) lecturer has developed an innovative chicken-maggot apartment system capable of processing up to 250 kilograms of organic waste daily. This technology integrates chicken farming with black soldier fly larvae (maggot) cultivation to efficiently decompose organic waste. The integrated system not only significantly reduces waste volume but also generates economic value through the production of chickens and maggots as high-quality livestock feed. This innovation offers a sustainable solution to address urban organic waste challenges while creating circular economy opportunities. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.id →
Parigi Moutong komitmen jaga kota bersih lewat aksi 100 menit pungut sampah
[National] · Policy Ringkasan Kabupaten Parigi Moutong menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kebersihan kota melalui kegiatan aksi pungut sampah selama 100 menit. Inisiatif ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan stakeholder lokal untuk membersihkan lingkungan sekitar. Program tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Aksi kolektif ini diharapkan dapat menciptakan budaya hidup bersih dan sehat di tingkat komunitas. Summary Parigi Moutong District demonstrates concrete commitment to maintaining city cleanliness through a 100-minute waste collection initiative. This activity involves active participation from community members and local stakeholders to clean up the surrounding environment. The program is part of ongoing efforts to increase public awareness about the importance of maintaining cleanliness and environmental preservation. This collective action is expected to foster a culture of healthy and clean living at the community level. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News Sulteng →
Kisah Munaji: PNS Kudus 11 Tahun Luangkan Waktu Urus Sampah, Bantu Warga Raih Tabungan
[National] · Policy Ringkasan Munaji, seorang Pegawai Negeri Sipil di Kudus, telah mengabdikan 11 tahun hidupnya untuk mengelola sampah dan memberdayakan masyarakat lokal. Melalui dedikasi dan inovasi, ia menciptakan sistem pengelolaan sampah yang tidak hanya menjaga lingkungan tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi warga. Program ini membantu masyarakat mengumpulkan tabungan melalui pengurangan dan pemanfaatan limbah secara produktif. Kisah Munaji menunjukkan dampak positif pengelolaan sampah berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan kesadaran lingkungan di tingkat komunitas. Summary Munaji, a Civil Servant in Kudus, has dedicated 11 years of his life to waste management and community empowerment. Through his commitment and innovation, he has established a waste management system that not only preserves the environment but also generates economic value for local residents. His program enables community members to accumulate savings through waste reduction and productive utilization. Munaji’s story demonstrates the positive impact of sustainable waste management in improving economic welfare and environmental awareness at the community level. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.com →
Optimalkan Pengelolaan Bank Sampah,Mahasiswa Hukum KKNT 80 Membuat SOP
[National] · Policy Ringkasan Mahasiswa Hukum KKNT 80 telah mengambil inisiatif untuk mengoptimalkan pengelolaan bank sampah melalui pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang komprehensif. Langkah ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan profesionalisme dalam operasional bank sampah agar dapat berjalan lebih terstruktur dan berkelanjutan. Dengan adanya SOP yang jelas, bank sampah diharapkan dapat memberikan dampak positif yang lebih maksimal bagi pengelolaan sampah dan pemberdayaan masyarakat lokal. Inisiatif mahasiswa ini menunjukkan komitmen generasi muda dalam mendukung ekonomi sirkular dan keberlanjutan lingkungan. Summary Law students from KKNT 80 have initiated efforts to optimize waste bank management by developing a comprehensive Standard Operating Procedure (SOP). This initiative aims to enhance efficiency and professionalism in waste bank operations to ensure more structured and sustainable functioning. With clear SOPs in place, waste banks are expected to deliver greater positive impact on waste management and community empowerment. This student initiative demonstrates the commitment of young generation in supporting circular economy and environmental sustainability. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompasiana.com →
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta: Babak Baru Pengelolaan Sampah di Jakarta
[National] · Policy Ringkasan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan inisiatif baru dalam pengelolaan sampah untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan lingkungan. Program ini mencakup peningkatan infrastruktur pengolahan sampah, peningkatan partisipasi masyarakat, dan implementasi teknologi ramah lingkungan di seluruh wilayah. Langkah strategis ini bertujuan mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir dan mempromosikan ekonomi sirkular. Komitmen pemerintah daerah ini merupakan bagian dari upaya menciptakan Jakarta yang lebih bersih dan berkelanjutan untuk generasi mendatang. Summary The DKI Jakarta Provincial Government has announced a new initiative in waste management to enhance efficiency and environmental sustainability. The program includes upgraded waste processing infrastructure, increased community participation, and the implementation of eco-friendly technology across the region. This strategic approach aims to reduce the volume of waste reaching landfills and promote a circular economy. The local government’s commitment represents a crucial effort toward creating a cleaner and more sustainable Jakarta for future generations. ───────────── Baca selengkapnya di: Tempo.co →
A False Sense of Security in Bantargebang
[National] · Policy Ringkasan Artikel ini mengungkapkan bagaimana Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang memberikan rasa aman yang menyesatkan kepada masyarakat Jakarta, padahal kapasitasnya sudah mencapai batas maksimal dan menghadapi berbagai masalah lingkungan serius. Pengelolaan sampah yang mengandalkan sepenuhnya pada TPA Bantargebang tanpa solusi alternatif yang berkelanjutan menciptakan ilusi bahwa permasalahan sampah telah teratasi, padahal dampak lingkungan terus meningkat. Artikel menekankan perlunya strategi pengelolaan sampah yang lebih komprehensif, termasuk pengurangan sampah di sumber, daur ulang, dan pengolahan sampah terdesentralisasi. Ketergantungan pada satu lokasi pembuangan akhir bukan hanya tidak berkelanjutan tetapi juga membahayakan kesehatan lingkungan dan masyarakat sekitar. Summary This article reveals how the Bantargebang Final Disposal Site (TPA) creates a false sense of security for Jakarta residents, despite reaching maximum capacity and facing serious environmental challenges. Relying entirely on Bantargebang for waste management without sustainable alternatives creates an illusion that the waste problem has been solved, while environmental impacts continue to escalate. The article emphasizes the need for a more comprehensive waste management strategy, including source reduction, recycling, and decentralized waste processing. Dependence on a single disposal facility is not only unsustainable but also poses significant risks to environmental and public health in surrounding areas. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.id →
Bina Sampah, Aksi KKN UNISNU Jepara XXI di Desa Bandungharjo
[National] · Policy Ringkasan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNISNU Jepara XXI melaksanakan kegiatan “Bina Sampah” di Desa Bandungharjo sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam mengelola sampah secara berkelanjutan. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya pengelolaan limbah yang tepat melalui edukasi dan pelatihan praktis. Mahasiswa KKN terlibat langsung dalam implementasi program untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat di tingkat desa. Kegiatan ini mencerminkan komitmen akademis terhadap pembangunan berkelanjutan dan tanggung jawab sosial kemasyarakatan. Summary The Community Service Program (KKN) from UNISNU Jepara XXI implemented a “Waste Management” initiative in Bandungharjo Village as part of community empowerment efforts in sustainable waste management. This initiative aims to increase public awareness about proper waste management practices through education and hands-on training. KKN students were directly involved in implementing the program to create a cleaner and healthier environment at the village level. This activity reflects the institution’s commitment to sustainable development and corporate social responsibility. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompasiana.com →
Sampah Jadi Cuan, GO-SARI Gerakkan Ekonomi Sirkular Warga Bantul
[National] · Policy Ringkasan GO-SARI merupakan inisiatif yang menggerakkan ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah di Kabupaten Bantul. Program ini memberdayakan warga lokal untuk mengubah sampah menjadi sumber pendapatan dengan melibatkan mereka dalam sistem daur ulang yang terstruktur. Melalui pendekatan ekonomi sirkular, GO-SARI tidak hanya mengurangi volume sampah tetapi juga menciptakan peluang ekonomi berkelanjutan bagi komunitas. Inisiatif ini menjadi contoh nyata bagaimana pengelolaan sampah dapat berkontribusi pada kesejahteraan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Summary GO-SARI is an initiative that drives circular economy through waste management in Bantul District. The program empowers local residents to transform waste into a source of income by involving them in a structured recycling system. Through a circular economy approach, GO-SARI not only reduces waste volume but also creates sustainable economic opportunities for the community. This initiative demonstrates how waste management can contribute to economic prosperity while simultaneously preserving environmental sustainability. ───────────── Baca selengkapnya di: CNN Indonesia →
Dari Sampah Menjadi Penghasilan, GO-SARI Gerakkan Ekonomi Sirkular Warga Bantul
[National] · Policy Ringkasan GO-SARI, sebuah inisiatif di Bantul, mengubah sampah menjadi sumber penghasilan melalui penerapan ekonomi sirkular bagi masyarakat lokal. Program ini memberdayakan warga dengan memberikan pelatihan dan sistem pengumpulan sampah yang terorganisir untuk diproses menjadi produk bernilai ekonomi. Melalui pendekatan ini, GO-SARI berhasil menciptakan lapangan kerja baru sekaligus mengurangi volume sampah di wilayah Bantul. Inisiatif tersebut menunjukkan bagaimana ekonomi sirkular dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk mengatasi permasalahan sampah sambil meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Summary GO-SARI, an initiative in Bantul, transforms waste into a source of income through the implementation of circular economy principles for local communities. The program empowers residents by providing training and an organized waste collection system that processes waste into economically valuable products. Through this approach, GO-SARI successfully creates new job opportunities while reducing waste volume in the Bantul region. This initiative demonstrates how circular economy can serve as a sustainable solution to address waste management challenges while improving community economic welfare. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.com →
Atasi TPSA Banyurip “Overload”, Pemkot Magelang dan Aspebindo Jajaki Pengolahan Sampah RDF
[National] · Policy Ringkasan Tempat Pemrosesan Sementara Akhir (TPSA) Banyurip di Magelang mengalami kondisi overload yang memerlukan penanganan segera. Pemerintah Kota Magelang berkolaborasi dengan Asosiasi Pengusaha Sampah dan B3 Indonesia (Aspebindo) untuk mencari solusi alternatif melalui pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF). Langkah ini bertujuan mengurangi beban operasional TPSA Banyurip dan meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah di Kota Magelang. Pengolahan RDF diharapkan dapat menjadi strategi jangka panjang dalam mengatasi permasalahan penumpukan sampah. Summary Banyurip Final Temporary Processing Site (TPSA) in Magelang is experiencing an overload condition requiring immediate intervention. Magelang City Government is collaborating with the Association of Waste and Hazardous Material Entrepreneurs of Indonesia (Aspebindo) to explore alternative solutions through Refuse Derived Fuel (RDF) waste processing. This initiative aims to reduce operational burden on TPSA Banyurip and improve waste management efficiency in Magelang. RDF processing is expected to serve as a long-term strategy in addressing the waste accumulation problem. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.com →