Dari Sampah Jadi Kompos, Upaya JIEP Kurangi Beban Bantargebang

[National] · Policy Ringkasan JIEP (Jaringan Inovasi Ekonomi Pedesaan) melaksanakan program pengolahan sampah organik menjadi kompos untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA) Bantargebang. Inisiatif ini melibatkan masyarakat lokal dalam proses konversi limbah organik menjadi produk berkualitas tinggi yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian berkelanjutan. Melalui program edukasi dan pelatihan, JIEP memberdayakan komunitas sekaligus menciptakan nilai ekonomi dari limbah yang sebelumnya dianggap sampah. Upaya kolaboratif ini berkontribusi signifikan dalam mengurangi volume sampah ke TPA sekaligus mempromosikan ekonomi sirkular. Summary JIEP (Rural Economic Innovation Network) implements an organic waste processing program that converts waste into compost to reduce the burden on Bantargebang landfill. This initiative engages local communities in transforming organic waste into high-quality products applicable for sustainable agriculture. Through education and training programs, JIEP empowers communities while creating economic value from previously discarded waste. This collaborative effort significantly contributes to reducing landfill waste volume while promoting circular economy principles. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.com →

Bank Sampah Kendari kumpulkan 23,6 ton limbah anorganik dari ASN sepanjang September

[National] · Policy Ringkasan Bank Sampah Kendari berhasil mengumpulkan 23,6 ton limbah anorganik dari Aparatur Sipil Negara (ASN) selama bulan September. Inisiatif ini menunjukkan komitmen sektor publik dalam mengelola sampah secara berkelanjutan dan mengurangi dampak lingkungan. Partisipasi aktif ASN menjadi bukti nyata bahwa program daur ulang dapat terintegrasi dalam kegiatan sehari-hari institusi pemerintahan. Pencapaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi instansi lain untuk bergabung dalam gerakan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab. Summary Kendari Waste Bank successfully collected 23.6 tons of inorganic waste from civil servants during September. This initiative demonstrates the public sector’s commitment to sustainable waste management and reducing environmental impact. The active participation of government employees serves as concrete evidence that recycling programs can be integrated into daily institutional activities. This achievement is expected to inspire other government agencies to join the movement toward more responsible waste management practices. ───────────── Baca selengkapnya di: sultra.antaranews.com →

Kampung Lio Pilih Pilah Sampah Ketimbang Buang pada Tempatnya

[National] · Policy Ringkasan Kampung Lio menerapkan program pilah sampah sebagai solusi alternatif pengelolaan limbah daripada membuangnya sembarangan. Inisiatif ini menunjukkan komitmen masyarakat lokal dalam mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan. Melalui pemilahan sampah, warga dapat memanfaatkan kembali material yang masih berguna dan mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir. Program ini menjadi contoh baik bagi komunitas lain dalam mengimplementasikan praktik pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Summary Kampung Lio has adopted a waste sorting program as an alternative solution to uncontrolled waste disposal. This initiative demonstrates the local community’s commitment to reducing the negative environmental impacts of waste. Through waste segregation, residents can reuse valuable materials and minimize the volume of waste sent to landfills. This program serves as a positive example for other communities in implementing sustainable waste management practices. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.id →

Harapan dan Potensi Risiko di Balik Proyek PSEL di Bandung Barat

[National] · Policy Ringkasan Proyek Pembangkit Listrik Energi Sampah (PSEL) di Bandung Barat membuka peluang signifikan dalam pengelolaan limbah dan produksi energi terbarukan. Inisiatif ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir sekaligus menghasilkan listrik untuk kebutuhan lokal. Namun, implementasinya memerlukan manajemen risiko yang komprehensif, termasuk pengendalian emisi, pemilahan sampah yang efektif, dan partisipasi komunitas yang kuat. Kesuksesan proyek bergantung pada koordinasi lintas stakeholder dan kepatuhan terhadap standar lingkungan yang ketat. Summary The Waste-to-Energy Power Generation (PSEL) project in West Bandung presents significant opportunities in waste management and renewable energy production. This initiative is expected to reduce waste volumes directed to landfills while generating electricity for local consumption. However, successful implementation requires comprehensive risk management, including emission control, effective waste sorting, and strong community engagement. The project’s success depends on effective stakeholder coordination and strict adherence to environmental standards. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.id →

DPRD DKI salurkan bantuan pengelolaan sampah ke Pondok Kelapa Jaktim

[National] · Policy Ringkasan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menyalurkan bantuan untuk pengelolaan sampah kepada masyarakat Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen DPRD dalam mendukung program keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah secara lebih efektif dan berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat di Jakarta Timur. Summary The Jakarta Provincial Legislative Council (DPRD) has distributed waste management assistance to the community of Pondok Kelapa, East Jakarta. This initiative reflects the DPRD’s commitment to supporting environmental sustainability programs and improving the welfare of local residents. The assistance provided is expected to enhance community awareness and capacity in managing waste more effectively and sustainably. This action aligns with the local government’s efforts to create a cleaner and healthier environment in East Jakarta. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News →

DLH Bantul optimalkan pengelolaan sampah di pasar tradisional

[National] · Policy Ringkasan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul mengoptimalkan sistem pengelolaan sampah di pasar-pasar tradisional untuk mengurangi dampak lingkungan. Langkah ini meliputi peningkatan infrastruktur pengolahan sampah, sosialisasi kepada pedagang, dan penerapan sistem pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Dengan fokus pada pasar tradisional sebagai pusat penghasil sampah organik dan anorganik, DLH Bantul berkomitmen menciptakan lingkungan pasar yang lebih bersih dan berkelanjutan. Optimalisasi pengelolaan sampah ini diharapkan dapat menjadi model bagi pasar-pasar lainnya di wilayah Kabupaten Bantul. Summary The Bantul Environmental Services Agency (DLH) is optimizing waste management systems in traditional markets to reduce environmental impact. This initiative includes improving waste processing infrastructure, conducting socialization programs for merchants, and implementing waste sorting systems at the source. By focusing on traditional markets as major sources of organic and inorganic waste, DLH Bantul is committed to creating cleaner and more sustainable market environments. This waste management optimization is expected to serve as a model for other markets throughout Bantul Regency. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News Yogyakarta →

Kisah Warga Setu Olah Sampah Organik untuk “Urban Farming” Tanaman Anggur

[National] · Policy Ringkasan Warga Setu mengubah sampah organik menjadi sumber daya berharga melalui praktik pengolahan sampah yang inovatif untuk mendukung urban farming. Inisiatif ini menggabungkan prinsip ekonomi sirkular dengan pertanian perkotaan dengan menggunakan limbah organik sebagai kompos untuk menanam tanaman anggur. Melalui program ini, komunitas lokal tidak hanya mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir, tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan dan ketahanan pangan di area perkotaan. Kesuksesan Setu menunjukkan potensi pengelolaan sampah berbasis masyarakat dalam menciptakan ekosistem pertanian berkelanjutan. Summary Setu residents are transforming organic waste into a valuable resource through innovative waste management practices to support urban farming. This initiative combines circular economy principles with urban agriculture by utilizing organic waste as compost for cultivating grape plants. Through this program, the local community not only reduces the volume of waste going to landfills but also improves environmental quality and food security in urban areas. Setu’s success demonstrates the potential of community-based waste management in creating sustainable agricultural ecosystems. ───────────── Baca selengkapnya di: lestari.kompas.com →

Dukung Pengelolaan Sampah Terpadu, Ibas Serahkan Bantuan di Magetan

[National] · Policy Ringkasan Dalam upaya mendukung pengelolaan sampah terpadu, Ibas menyerahkan bantuan kepada masyarakat Magetan. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen untuk meningkatkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan di tingkat lokal. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat memberdayakan komunitas dalam menerapkan praktik pengelolaan sampah yang lebih baik. Langkah ini menunjukkan dedikasi terhadap pembangunan infrastruktur dan kesadaran lingkungan di daerah Magetan. Summary In an effort to support integrated waste management, Ibas delivered assistance to the Magetan community. This initiative is part of a commitment to improve more effective and sustainable waste management systems at the local level. The assistance provided is expected to empower communities in implementing better waste management practices. This step demonstrates dedication to developing infrastructure and environmental awareness in the Magetan region. ───────────── Baca selengkapnya di: detikNews →

Pemkot Bengkulu dorong pedagang pantai optimalkan pengelolaan sampah

[National] · Policy Ringkasan Pemerintah Kota Bengkulu mendorong para pedagang di kawasan pantai untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah mereka. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir. Dengan pengelolaan sampah yang lebih baik, diharapkan dapat mengurangi pencemaran laut dan meningkatkan kualitas pariwisata di Bengkulu. Program ini melibatkan kolaborasi aktif antara pemerintah dan komunitas pedagang lokal. Summary The Bengkulu City Government is encouraging beach merchants to optimize their waste management practices. This initiative is part of the government’s broader effort to maintain cleanliness and preserve the coastal environment. Through improved waste management, it is expected to reduce marine pollution and enhance tourism quality in Bengkulu. The program involves active collaboration between the government and local merchant communities. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News Bengkulu →

PSEL dan Pirolisis Dibangun di Bogor, Olah 2.500 Ton Sampah Jadi Listrik-BBM

[National] · Policy Ringkasan Sustainable Waste Indonesia (SWI) membangun fasilitas Pembangkit Listrik Sampah Elektronik (PSEL) dan instalasi Pirolisis di Bogor dengan kapasitas mengolah 2.500 ton sampah per tahun. Teknologi pirolisis yang diterapkan mampu mengkonversi sampah menjadi energi listrik dan bahan bakar melalui proses termal tanpa pembakaran langsung. Proyek ini merupakan solusi inovatif dalam penanganan limbah sambil menghasilkan energi terbarukan untuk mendukung ketahanan energi nasional. Inisiatif tersebut menunjukkan komitmen SWI dalam mengembangkan ekonomi sirkular dan mengurangi dampak lingkungan dari penumpukan sampah. Summary Sustainable Waste Indonesia (SWI) is constructing an Electronic Waste Power Plant (PSEL) and Pyrolysis facility in Bogor with a capacity to process 2,500 tons of waste annually. The pyrolysis technology employed converts waste into electricity and fuel through a thermal process without direct combustion. This project represents an innovative solution for waste management while generating renewable energy to support national energy security. The initiative demonstrates SWI’s commitment to developing a circular economy and reducing the environmental impact of waste accumulation. ───────────── Baca selengkapnya di: detikNews →