[National] · Policy

Ringkasan

Tempat Pemrosesan Sementara Akhir (TPSA) Banyurip di Magelang mengalami kondisi overload yang memerlukan penanganan segera. Pemerintah Kota Magelang berkolaborasi dengan Asosiasi Pengusaha Sampah dan B3 Indonesia (Aspebindo) untuk mencari solusi alternatif melalui pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF). Langkah ini bertujuan mengurangi beban operasional TPSA Banyurip dan meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah di Kota Magelang. Pengolahan RDF diharapkan dapat menjadi strategi jangka panjang dalam mengatasi permasalahan penumpukan sampah.

Summary

Banyurip Final Temporary Processing Site (TPSA) in Magelang is experiencing an overload condition requiring immediate intervention. Magelang City Government is collaborating with the Association of Waste and Hazardous Material Entrepreneurs of Indonesia (Aspebindo) to explore alternative solutions through Refuse Derived Fuel (RDF) waste processing. This initiative aims to reduce operational burden on TPSA Banyurip and improve waste management efficiency in Magelang. RDF processing is expected to serve as a long-term strategy in addressing the waste accumulation problem.

─────────────

Baca selengkapnya di: Kompas.com →