Bank Sampah dan Insinerator, Upaya KKN 07 UINSA Membangun Desa Bersih

[National] · Policy Ringkasan KKN 07 UINSA melaksanakan program pembangunan desa bersih melalui dua inisiatif utama: pendirian bank sampah dan pembangunan insinerator. Program bank sampah dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah dan mendorong praktik daur ulang, sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi komunitas lokal. Sementara itu, pembangunan insinerator bertujuan menangani limbah yang tidak dapat didaur ulang secara ramah lingkungan. Kedua inisiatif ini merupakan upaya komprehensif untuk meningkatkan sanitasi desa dan kualitas hidup masyarakat. Summary KKN 07 UINSA implemented a village cleanliness development program through two main initiatives: establishing a waste bank and constructing an incinerator facility. The waste bank program was designed to raise community awareness about waste management and promote recycling practices while providing economic value to local communities. Meanwhile, the incinerator development aims to handle non-recyclable waste in an environmentally responsible manner. Both initiatives represent a comprehensive effort to improve village sanitation and enhance the quality of life for residents. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompasiana.com →

Kebut Proyek Sampah Jadi Listrik, Danantara Buka Kembali Seleksi Mitra

[National] · Technology Ringkasan Danantara mempercepat implementasi proyek konversi sampah menjadi listrik dengan membuka kembali proses seleksi mitra strategis. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mengembangkan solusi energi terbarukan sekaligus mengatasi permasalahan limbah padat. Dengan melibatkan mitra yang tepat, Danantara bertujuan meningkatkan kapasitas dan efisiensi operasional proyek skala besar. Inisiatif ini sejalan dengan target pemerintah dalam mengurangi emisi karbon dan menciptakan ekonomi sirkular yang berkelanjutan. Summary Danantara is accelerating its waste-to-energy project implementation by reopening the selection process for strategic partners. This initiative demonstrates the company’s commitment to developing renewable energy solutions while addressing solid waste challenges. By engaging qualified partners, Danantara aims to enhance project capacity and operational efficiency on a larger scale. This effort aligns with the government’s carbon reduction targets and supports the transition toward a circular and sustainable economy. ───────────── Baca selengkapnya di: republika.co.id →

Billion-pellet plastic spill blights England’s north east coast

[International] · Environment & Impact Ringkasan Tumpahan pellet plastik dalam jumlah miliaran telah mencemari pantai utara timur Inggris, menciptakan dampak lingkungan yang signifikan bagi ekosistem pesisir. Insiden ini menyoroti risiko serius dari transportasi dan penanganan bahan baku plastik yang tidak memadai di fasilitas industri. Pencemaran pellet plastik (nurdles) dapat membahayakan kehidupan laut dan terakumulasi dalam rantai makanan selama bertahun-tahun. Peristiwa ini menekankan urgensi penerapan standar pengelolaan limbah yang lebih ketat dan sistem pencegahan pencemaran laut di tingkat global. Summary A billion-pellet plastic spill has contaminated the north east coast of England, creating significant environmental damage to coastal ecosystems. This incident highlights serious risks associated with inadequate transport and handling of raw plastic materials at industrial facilities. Plastic pellet pollution (nurdles) can harm marine life and accumulate in food chains for years to come. This event underscores the urgency of implementing stricter waste management standards and marine pollution prevention systems at the global level. ───────────── Baca selengkapnya di: Oceanographic Magazine →

‘Nobody cares’: the Turkish farmers bearing the burden of UK’s plastic waste problem

[International] · Environment & Impact Ringkasan Petani Turki menjadi korban dari masalah limbah plastik Inggris yang tidak terselesaikan. Limbah plastik dari Inggris diekspor ke Turki dan mencemari lahan pertanian lokal, mengancam produktivitas dan kesehatan masyarakat setempat. Situasi ini menunjukkan bagaimana negara maju mentransfer beban limbah mereka ke negara berkembang tanpa tanggung jawab penuh. Isu ini menyoroti kebutuhan mendesak akan regulasi internasional yang lebih ketat terhadap ekspor limbah plastik. Summary Turkish farmers are bearing the environmental and economic consequences of the United Kingdom’s unresolved plastic waste crisis. Plastic waste exported from the UK is contaminating local agricultural lands in Turkey, threatening crop production and community health. This situation exemplifies how developed nations shift their waste burden to developing countries without adequate accountability measures. The issue underscores the urgent need for stricter international regulations governing plastic waste exports. ───────────── Baca selengkapnya di: The Guardian →

Lingkungan: Longsor sampah di TPST ‘terbesar di Asia Tenggara’ Bantargebang tewaskan tujuh orang – ‘Cerminan sistem pengelolaan sampah yang amburadul’

[International] · Policy Ringkasan Longsor sampah di Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, yang merupakan fasilitas pengelolaan sampah terbesar di Asia Tenggara, telah menewaskan tujuh orang. Insiden ini mencerminkan kegagalan sistem pengelolaan sampah yang tidak terorganisir dengan baik dan kurangnya standar keselamatan operasional. Tragedi ini menyoroti urgensi reformasi komprehensif dalam penanganan limbah di tingkat nasional untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Summary A waste landslide at the Bantargebang Integrated Waste Processing Facility (TPST), Southeast Asia’s largest waste management site, has claimed seven lives. The incident underscores critical failures in the country’s waste management system and inadequate operational safety standards at major disposal facilities. This tragedy highlights the urgent need for comprehensive reforms in national waste handling practices to prevent similar disasters and ensure better environmental stewardship. ───────────── Baca selengkapnya di: BBC →

Mulai 1 Agustus, Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu, lalu ke Mana Sampah Lainnya?

[National] · Policy Ringkasan Mulai 1 Agustus 2024, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bantargebang di Bekasi akan mengalami perubahan operasional signifikan dengan hanya menerima sampah residu atau sisa pemrosesan. Perubahan kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi beban TPA dan mendorong pengolahan sampah di tingkat sumber melalui sistem segregasi dan daur ulang. Sampah organik, anorganik, dan berbahaya beracun harus diproses terlebih dahulu di fasilitas pengolahan regional sebelum hanya residu yang dikirim ke Bantargebang. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah dan memperpanjang usia operasional TPA terbesar di Indonesia tersebut. Summary Starting August 1, 2024, the Bantargebang Final Disposal Site (TPA) in Bekasi will undergo significant operational changes by only accepting residual waste or processing remnants. This policy shift is part of the government’s effort to reduce the burden on TPA and promote waste processing at the source level through segregation and recycling systems. Organic, inorganic, and hazardous waste must be processed at regional treatment facilities first, with only residue sent to Bantargebang. This measure is expected to improve waste management efficiency and extend the operational lifespan of Indonesia’s largest final disposal site. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.com →

Makassar luncurkan bank sampah sektoral

[National] · Policy Ringkasan Makassar meluncurkan inisiatif bank sampah sektoral untuk meningkatkan pengelolaan sampah yang lebih terstruktur dan efisien. Program ini dirancang untuk mengorganisir pengumpulan dan pemilahan sampah berdasarkan sektor industri atau komunitas spesifik. Bank sampah sektoral diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi lebih tinggi bagi masyarakat sambil mendukung upaya pengurangan limbah di tingkat lokal. Langkah ini sejalan dengan komitmen Makassar dalam mewujudkan kota yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Summary Makassar has launched a sectoral waste bank initiative to improve waste management in a more structured and efficient manner. This program is designed to organize waste collection and sorting based on specific industrial sectors or communities. The sectoral waste bank is expected to provide higher economic value for residents while supporting waste reduction efforts at the local level. This initiative aligns with Makassar’s commitment to creating a more sustainable and environmentally friendly city. ───────────── Baca selengkapnya di: makassar.antaranews.com →

Potret Pemasangan Geomembran yang Mulai Menutupi Gunung Sampah Bantargebang

[National] · Policy Ringkasan Proyek pemasangan geomembran telah dimulai di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bantargebang untuk menutup dan menginsulasi tumpukan sampah yang telah terakumulasi selama puluhan tahun. Geomembran, lapisan plastik sintetis tahan lama, berfungsi mencegah rembesan lindi (leachate) ke tanah dan memperkecil emisi gas metana ke atmosfer. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan dan perlindungan lingkungan di wilayah Bekasi. Proyek tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengatasi dampak negatif dari penumpukan sampah jangka panjang. Summary The installation of geomembrane has commenced at the Bantargebang Final Waste Processing Site (TPA) to cover and insulate accumulated waste that has gathered over several decades. The geomembrane, a durable synthetic plastic layer, functions to prevent leachate seepage into the soil and reduce methane gas emissions into the atmosphere. This initiative is part of a broader effort toward more sustainable waste management and environmental protection in the Bekasi region. The project demonstrates the government’s commitment to mitigating the negative impacts of long-term waste accumulation. ───────────── Baca selengkapnya di: detikNews →

6th Functional Fiber-Based Materials & Packaging

[International] · Other Ringkasan Konferensi ke-6 tentang Material dan Kemasan Berbasis Serat Fungsional membahas inovasi terkini dalam pengembangan kemasan berkelanjutan yang memanfaatkan serat alami. Acara ini menghadirkan penelitian dan solusi praktis untuk meningkatkan fungsionalitas kemasan fiber sambil mengurangi dampak lingkungan. Peserta akan mendiskusikan aplikasi material berbasis serat dalam berbagai industri dan tantangan implementasi di pasar global. Forum ini menjadi platform strategis bagi stakeholder untuk berkolaborasi dalam menciptakan ekosistem kemasan yang lebih ramah lingkungan. Summary The 6th Functional Fiber-Based Materials & Packaging conference brings together innovations in sustainable packaging development utilizing natural fiber sources. The event showcases cutting-edge research and practical solutions to enhance fiber packaging functionality while reducing environmental impact. Participants will explore fiber-based material applications across various industries and discuss implementation challenges in the global market. This forum serves as a strategic platform for stakeholders to collaborate in building a more environmentally responsible packaging ecosystem. ───────────── Baca selengkapnya di: Sustainable Packaging News →

Lingkungan: Longsor sampah di TPST ‘terbesar di Asia Tenggara’ Bantargebang tewaskan tujuh orang – ‘Cerminan sistem pengelolaan sampah yang amburadul’

[International] · Policy Ringkasan Longsor sampah di TPST Bantargebang, fasilitas pengelolaan sampah terbesar di Asia Tenggara, menyebabkan tujuh orang meninggal dunia. Insiden ini mengungkap kegagalan serius dalam sistem pengelolaan sampah nasional yang masih belum terorganisir dengan baik. Tragedi tersebut menjadi peringatan penting bagi pemerintah dan stakeholder untuk melakukan reformasi menyeluruh dalam infrastruktur dan pengelolaan limbah. Diperlukan tindakan cepat untuk meningkatkan standar keselamatan dan kapasitas penanganan sampah di seluruh fasilitas pengelolaan sampah Indonesia. Summary A waste landslide at Bantargebang landfill, Southeast Asia’s largest waste management facility, claimed seven lives. The incident exposes critical failures in Indonesia’s waste management system, which remains poorly organized and inadequately regulated. This tragedy serves as a crucial wake-up call for authorities and stakeholders to undertake comprehensive reforms in waste infrastructure and operations. Urgent action is needed to enhance safety standards and waste handling capacity across Indonesia’s waste management facilities. ───────────── Baca selengkapnya di: BBC →