Mahasiswa UM BBM Tematik Banjarejo 2026 Gelar Kelas Lingkungan di TPQ Hidatut Thollibiin, Tanamkan Kepedulian terhadap Pengelolaan Sampah Sejak Dini – Kompasiana.com
[National] · Policy Ringkasan Mahasiswa UM BBM Tematik Banjarejo 2026 menggelar program kelas lingkungan di TPQ Hidatut Thollibiin dengan fokus pada edukasi pengelolaan sampah untuk anak-anak sejak dini. Inisiatif ini bertujuan menanamkan kesadaran dan kepedulian lingkungan kepada generasi muda melalui pembelajaran interaktif tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Program edukasi tersebut merupakan bagian dari upaya Sustainable Waste Indonesia untuk membangun budaya ramah lingkungan di tingkat komunitas. Dengan melibatkan anak-anak dalam pendidikan lingkungan sejak usia dini, diharapkan dapat menciptakan generasi yang lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan dan pengelolaan sampah berkelanjutan. Summary Students from UM BBM Thematic Banjarejo 2026 organized an environmental education program at TPQ Hidatut Thollibiin, focusing on waste management education for children from an early age. This initiative aims to instill environmental awareness and responsibility among the younger generation through interactive learning about proper waste management practices. The educational program represents part of Sustainable Waste Indonesia’s efforts to build an environmentally conscious culture at the community level. By engaging children in environmental education from an early age, it is hoped that a generation more concerned about environmental sustainability and proper waste management will be cultivated. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompasiana.com →
Wapres pastikan pembangunan PSEL Keramasan berjalan sesuai target
[National] · Policy Ringkasan Wakil Presiden memastikan pembangunan Pembangkit Listrik Energi Surya (PSEL) Keramasan di Jambi tetap berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Komitmen ini menunjukkan dedikasi pemerintah dalam mengakselerasi transisi energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil. PSEL Keramasan diharapkan menjadi salah satu proyek strategis dalam mendukung target energi bersih Indonesia. Percepatan pembangunan infrastruktur energi surya ini sejalan dengan upaya sustainable development dan penanganan perubahan iklim global. Summary The Vice President has assured that the development of Keramasan Solar Power Plant (PSEL) in Jambi will proceed according to the established timeline. This commitment demonstrates the government’s dedication to accelerating renewable energy transition and reducing fossil fuel dependency. The Keramasan PSEL is expected to become a strategic project in supporting Indonesia’s clean energy targets. The acceleration of solar energy infrastructure development aligns with sustainable development goals and global climate change mitigation efforts. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News Jambi →
Pemkot Madiun bentuk relawan pendekar hijau kawal gerakan pilah sampah
[National] · Policy Ringkasan Pemerintah Kota Madiun membentuk kelompok relawan bernama “Pendekar Hijau” untuk mengawasi dan mendukung gerakan pemilahan sampah di tingkat komunitas. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah yang lebih bertanggung jawab. Para relawan akan berperan aktif dalam edukasi, monitoring, dan pelaksanaan program pilah sampah di berbagai lokasi strategis. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat komitmen Madiun dalam mewujudkan kota yang lebih bersih dan berkelanjutan. Summary Madiun City Government has established a volunteer group called “Green Warriors” to oversee and support waste sorting initiatives at the community level. This initiative is part of efforts to increase public awareness regarding more responsible waste management practices. The volunteers will play an active role in education, monitoring, and implementation of waste sorting programs across strategic locations throughout the city. This step is expected to strengthen Madiun’s commitment to creating a cleaner and more sustainable city. ───────────── Baca selengkapnya di: Antara News jatim →
Video: Walkot Solo Respati Siap Ambil Kebijakan Tak Populis Demi Atasi Sampah
[National] · Policy Ringkasan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (Respati) menyatakan kesiapannya untuk mengambil kebijakan yang tidak populis guna mengatasi krisis sampah di kota. Pendekatan ini menunjukkan komitmen pemerintah lokal untuk memprioritaskan solusi jangka panjang terhadap permasalahan sampah daripada sekadar mempertahankan popularitas. Kebijakan keras yang akan diterapkan diharapkan dapat secara efektif mengurangi volume sampah dan meningkatkan pengelolaan limbah di Solo. Langkah proaktif ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menjaga keberlanjutan lingkungan kota. Summary Solo’s Mayor Gibran Rakabuming Raka (Respati) expressed his readiness to implement unpopular policies to address the waste crisis in the city. This approach demonstrates the local government’s commitment to prioritizing long-term solutions to waste management rather than maintaining political popularity. The strict policies to be implemented are expected to effectively reduce waste volume and improve waste management in Solo. This proactive step reflects the government’s determination to maintain the city’s environmental sustainability. ───────────── Baca selengkapnya di: 20detik →
PSEL Denpasar Mulai Dibangun, 1.400 Ton Sampah/Hari Bakal Jadi Listrik
[National] · Policy Ringkasan Pembangunan Pusat Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) Denpasar telah dimulai dengan target mengolah 1.400 ton sampah per hari. Fasilitas ini akan mengkonversi limbah padat menjadi energi listrik melalui teknologi waste-to-energy yang ramah lingkungan. Proyek strategis ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan pengelolaan sampah di Denpasar sekaligus menghasilkan energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan listrik lokal. PSEL Denpasar merupakan komitmen nyata dalam mewujudkan ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan di Bali. Summary Construction of the Denpasar Electric Power Waste Processing Center (PSEL) has begun with a target to process 1,400 tons of waste per day. The facility will convert solid waste into electrical energy using environmentally friendly waste-to-energy technology. This strategic project is expected to address Denpasar’s solid waste management challenges while generating renewable energy to meet local electricity needs. PSEL Denpasar represents a concrete commitment to achieving a circular economy and sustainable development in Bali. ───────────── Baca selengkapnya di: detikFinance →
Pemerintah Targetkan Masalah Gunungan Sampah Beres 2028
[National] · Policy Ringkasan Pemerintah telah menetapkan target ambisius untuk menyelesaikan permasalahan gunungan sampah di seluruh Indonesia pada tahun 2028. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya komprehensif untuk mengelola limbah yang terakumulasi dan meningkatkan infrastruktur pengolahan sampah nasional. Strategi pemerintah melibatkan kolaborasi dengan berbagai stakeholder, termasuk pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat. Pencapaian target ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan publik secara signifikan. Summary The Indonesian government has set an ambitious target to resolve the accumulated waste problem across the country by 2028. This initiative is part of a comprehensive effort to manage landfill waste and enhance national waste management infrastructure. The government’s strategy involves collaboration among various stakeholders, including local authorities, the private sector, and communities. Achieving this target is expected to significantly improve environmental quality and public health. ───────────── Baca selengkapnya di: Liputan6.com →
DPRD: Jangan Cuma Batasi Sampah ke Bantargebang, Warga Harus Didampingi
[National] · Policy Ringkasan DPRD menekankan bahwa penanganan sampah tidak hanya sekadar membatasi aliran sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bantargebang, melainkan harus disertai pendampingan intensif kepada masyarakat. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif warga dalam mengurangi volume sampah sejak dari sumber. Pendampingan komprehensif diperlukan untuk memastikan implementasi program pengelolaan sampah berjalan efektif dan berkelanjutan. Pendekatan holistik ini diharapkan dapat menciptakan perubahan perilaku masyarakat terhadap penanganan sampah yang lebih bertanggung jawab. Summary The Regional Representative Council emphasizes that waste management cannot solely rely on limiting waste flow to the Bantargebang Final Disposal Site, but must be accompanied by intensive community support and guidance. This effort aims to increase public awareness and active participation in reducing waste volume from the source. Comprehensive accompaniment is necessary to ensure effective and sustainable implementation of waste management programs. This holistic approach is expected to create behavioral change among the community toward more responsible waste handling practices. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.com →
Pengamat Bicara Pengelolaan Sampah: Selalu Bilang Anggaran Kecil, tapi Kalau Besar Dikorupsi
[National] · Policy Ringkasan Pengamat mengkritik paradoks pengelolaan sampah di Indonesia yang dihadapkan pada dilema anggaran. Pemerintah sering mengalami keterbatasan dana untuk program sanitasi, namun ketika anggaran tersedia dalam jumlah besar, sering terjadi penyalahgunaan dana melalui korupsi. Permasalahan ini menunjukkan tantangan ganda dalam implementasi kebijakan pengelolaan limbah yang efektif dan transparan. Diperlukan sistem pengawasan yang lebih ketat dan akuntabilitas untuk memastikan dana pengelolaan sampah digunakan secara optimal bagi kesejahteraan masyarakat. Summary Observers have highlighted a critical paradox in Indonesia’s waste management sector, where officials consistently cite budget constraints as a limiting factor. However, when substantial funding becomes available, corruption and fund misappropriation frequently occur, undermining the effectiveness of sanitation programs. This dual challenge reveals systemic issues in both resource allocation and governance within waste management implementation. Stronger oversight mechanisms and enhanced financial accountability are essential to ensure that waste management budgets are utilized effectively and transparently for public benefit. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.tv →
Kewajiban Pilah Sampah di Jakarta, Apa yang Kurang?
[National] · Policy Ringkasan Jakarta telah menerapkan kewajiban pemilahan sampah sebagai upaya mengurangi beban tempat pembuangan akhir, namun masih terdapat beberapa kendala dalam implementasinya. Kurangnya sosialisasi mendalam kepada masyarakat, infrastruktur pendukung yang belum memadai, serta inkonsistensi dalam penegakan regulasi menjadi tantangan utama. Selain itu, minimnya edukasi tentang manfaat ekonomi dari sampah yang dipilah turut menghambat partisipasi aktif warga. Diperlukan komitmen berkelanjutan dari pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk mengoptimalkan program pilah sampah agar dapat mencapai target pengurangan sampah yang signifikan. Summary Jakarta has implemented mandatory waste sorting as an effort to reduce the burden on landfills, yet several obstacles persist in its implementation. Insufficient public awareness campaigns, inadequate supporting infrastructure, and inconsistent enforcement of regulations remain the primary challenges. Additionally, the lack of education regarding the economic benefits of sorted waste has hindered active community participation. A sustained commitment from government, private sector, and society is needed to optimize the waste sorting program and achieve significant waste reduction targets. ───────────── Baca selengkapnya di: CNN Indonesia →
The Great Reset: Why Waste is Just a Design Flaw
[International] · Policy Ringkasan Artikel ini mengkaji perspektif bahwa sampah sebenarnya merupakan hasil dari cacat desain produk, bukan masalah yang tidak dapat dihindari. Dengan mengadopsi pendekatan desain sirkular, perusahaan dapat mengurangi limbah sejak tahap awal pengembangan produk. “The Great Reset” menekankan pentingnya inovasi dalam desain kemasan dan produksi yang lebih berkelanjutan. Paradigma ini menggeser tanggung jawab dari konsumen kepada produsen untuk menciptakan sistem yang lebih ramah lingkungan. Summary This article examines the perspective that waste is fundamentally a product design flaw rather than an unavoidable problem. By adopting circular design principles, companies can minimize waste from the initial stages of product development. “The Great Reset” emphasizes the importance of innovation in packaging design and more sustainable production methods. This paradigm shifts responsibility from consumers to producers to create more environmentally friendly systems. ───────────── Baca selengkapnya di: Sustainable Packaging News →