Sri Lanka bans single-use plastic bottles at government events, charges for plastic bags – news
[International] · Policy Ringkasan Sri Lanka telah menerapkan kebijakan lingkungan dengan melarang penggunaan botol plastik sekali pakai di acara-acara pemerintah. Langkah ini juga mencakup pengenaan biaya untuk tas plastik sebagai upaya mengurangi limbah plastik dan mendorong penggunaan alternatif yang ramah lingkungan. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah Sri Lanka dalam mengatasi krisis sampah plastik dan melindungi lingkungan. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik mengenai pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Summary Sri Lanka has implemented an environmental policy prohibiting single-use plastic bottles at government events. The initiative also includes charging fees for plastic bags to reduce plastic waste and encourage the use of environmentally friendly alternatives. This policy represents the government’s commitment to addressing the plastic waste crisis and protecting the environment. The measure is expected to raise public awareness about reducing single-use plastic consumption. ───────────── Baca selengkapnya di: news – Mongabay →
The waste industry spent a record amount on federal lobbying last year
[International] · Policy Ringkasan Industri sampah mencatat pengeluaran rekor untuk kegiatan lobbying federal tahun lalu, menunjukkan peningkatan signifikan dalam upaya advokasi kebijakan di tingkat nasional. Investasi besar ini mencerminkan komitmen sektor untuk mempengaruhi regulasi dan keputusan pemerintah yang berdampak pada operasional industri. Peningkatan anggaran lobbying mengindikasikan intensifikasi engagement stakeholder dalam pembentukan kebijakan pengelolaan sampah dan lingkungan. Data ini menekankan pentingnya dialog berkelanjutan antara industri, regulator, dan masyarakat dalam mengembangkan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Summary The waste industry recorded unprecedented spending on federal lobbying activities last year, reflecting a significant increase in policy advocacy efforts at the national level. This substantial financial investment demonstrates the sector’s commitment to influencing government regulations and decisions that impact industry operations. The increased lobbying budget indicates intensified stakeholder engagement in shaping waste management and environmental policy. This data underscores the importance of sustained dialogue among industry players, regulators, and the public in developing sustainable waste management solutions. ───────────── Baca selengkapnya di: Waste Dive →
Illegal e-waste trade turns Bangladesh into net importer – news
[International] · Policy Ringkasan Perdagangan sampah elektronik ilegal telah mengubah Bangladesh menjadi negara pengimpor bersih limbah e-waste, menciptakan tantangan serius bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Praktik ilegal ini melibatkan pengiriman perangkat elektronik bekas dan rusak dari negara-negara maju ke Bangladesh tanpa izin resmi, mengabaikan protokol pembuangan yang aman. Peningkatan impor e-waste ilegal ini memberikan tekanan tambahan pada infrastruktur pengelolaan limbah yang sudah terbatas di negara tersebut. Diperlukan tindakan regulasi yang lebih ketat dan kerjasama internasional untuk menghentikan praktik perdagangan gelap ini dan melindungi lingkungan Bangladesh. Summary Illegal e-waste trafficking has transformed Bangladesh into a net importer of electronic waste, creating serious environmental and public health challenges. This illicit trade involves shipments of discarded and defective electronic devices from developed nations to Bangladesh without proper authorization, bypassing safe disposal protocols. The surge in illegal e-waste imports places additional strain on Bangladesh’s already limited waste management infrastructure. Stricter regulatory enforcement and international cooperation are essential to halt this illegal trade and protect Bangladesh’s environment. ───────────── Baca selengkapnya di: news – Mongabay →
RDF Rorotan Siap Olah 2.400 Ton Sampah, Pansus Ungkap Kendala Infrastruktur
[National] · Technology Ringkasan Fasilitas RDF (Refuse Derived Fuel) Rorotan telah siap untuk mengolah 2.400 ton sampah per hari sebagai bagian dari solusi penanganan limbah Jakarta. Panitia Khusus (Pansus) DPRD DKI Jakarta mengungkapkan bahwa kendala utama dalam optimalisasi fasilitas ini adalah keterbatasan infrastruktur pendukung dan sistem logistik pengangkutan sampah. Peningkatan kapasitas pengolahan ini diharapkan dapat mengurangi beban TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) dan mendukung target pengelolaan sampah yang lebih efektif. Perlu adanya koordinasi intensif antara pemerintah, operator fasilitas, dan stakeholder terkait untuk mengatasi hambatan infrastruktur tersebut. Summary The Rorotan RDF (Refuse Derived Fuel) facility is ready to process 2,400 tons of waste per day as part of Jakarta’s waste management solution. The Special Committee (Pansus) of the Jakarta Regional Parliament has identified that the main challenges in optimizing this facility are limited supporting infrastructure and waste transportation logistics systems. This increased processing capacity is expected to reduce the burden on final disposal sites (TPA) and support more effective waste management targets. Intensive coordination among the government, facility operators, and relevant stakeholders is necessary to overcome these infrastructure constraints. ───────────── Baca selengkapnya di: detikNews →
Jejak pengelolaan sampah Vale dari Sorowako menarik perhatian dunia
[National] · Other Ringkasan Vale Indonesia telah menarik perhatian komunitas internasional dengan praktik pengelolaan sampah yang inovatif di fasilitas pertambangannya di Sorowako, Sulawesi Tenggara. Jejak pengelolaan limbah perusahaan ini menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan standar operasional yang melampaui regulasi nasional. Penerapan teknologi dan sistem manajemen sampah yang komprehensif di lokasi pertambangan Vale menjadi referensi bagi industri ekstraktif global. Inisiatif ini berkontribusi pada pengurangan dampak lingkungan dan memperkuat reputasi perusahaan dalam tanggung jawab sosial perusahaan. Summary Vale Indonesia has garnered international attention for its innovative waste management practices at its mining facilities in Sorowako, South Sulawesi. The company’s waste management footprint demonstrates a commitment to environmental sustainability and operational standards that exceed national regulations. The implementation of comprehensive waste management technology and systems at Vale’s mining site serves as a reference for the global extractive industry. This initiative contributes to reducing environmental impact and strengthens the company’s reputation in corporate social responsibility. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News Sulteng →
Murad M Yasin, Mengolah Sampah Plastik Jadi Solar
[National] · Environment & Impact Ringkasan Murad M Yasin telah mengembangkan teknologi inovatif untuk mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar solar yang dapat digunakan. Proses konversi ini memberikan solusi alternatif dalam menangani permasalahan sampah plastik yang semakin meningkat di Indonesia. Dengan memanfaatkan limbah plastik sebagai sumber energi, teknologi ini berkontribusi pada pengurangan volume sampah sekaligus menghasilkan energi terbarukan. Inovasi Murad M Yasin menunjukkan potensi besar dalam mengintegrasikan pengelolaan sampah dengan produksi energi berkelanjutan. Summary Murad M Yasin has developed an innovative technology to convert plastic waste into usable diesel fuel. This conversion process offers an alternative solution to Indonesia’s growing plastic waste problem. By utilizing plastic waste as an energy source, this technology contributes to reducing waste volume while producing renewable energy. Murad M Yasin’s innovation demonstrates significant potential in integrating waste management with sustainable energy production. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.id →
Circular economy investments drive waste industry innovations, hurdles
[International] · Technology Ringkasan Investasi dalam ekonomi sirkular mendorong inovasi signifikan di industri pengelolaan sampah, membuka peluang baru untuk transformasi berkelanjutan. Namun, sektor ini masih menghadapi berbagai tantangan implementasi, termasuk keterbatasan teknologi dan infrastruktur yang belum optimal. Pendanaan yang meningkat menunjukkan komitmen stakeholder terhadap solusi waste management yang lebih ramah lingkungan. Diperlukan kolaborasi strategis antara pemerintah, investor, dan industri untuk mengatasi hambatan dan memaksimalkan potensi ekonomi sirkular. Summary Circular economy investments are driving significant innovations within the waste management industry, creating new opportunities for sustainable transformation. However, the sector continues to face various implementation challenges, including technological limitations and suboptimal infrastructure development. Increased funding demonstrates stakeholder commitment to more environmentally responsible waste management solutions. Strategic collaboration between government, investors, and industry is essential to overcome barriers and maximize the potential of circular economy initiatives. ───────────── Baca selengkapnya di: Waste Dive →
Think Like an Explorer: Marine Plastic Pollution
[International] · Environment & Impact Ringkasan Polusi plastik laut merupakan tantangan lingkungan global yang memerlukan pendekatan pemikiran penjelajah untuk memahami kompleksitasnya. Dengan mengadopsi perspektif seperti peneliti lapangan, kita dapat mengidentifikasi sumber-sumber sampah plastik, jalur penyebarannya di ekosistem laut, dan dampaknya terhadap kehidupan laut serta kesehatan manusia. Pendekatan holistik ini memungkinkan pengembangan solusi inovatif dan strategi pencegahan yang lebih efektif. Peran aktif masyarakat dan industri dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai adalah kunci kesuksesan penyelesaian krisis ini. Summary Marine plastic pollution represents a global environmental challenge that requires an explorer’s mindset to fully comprehend its complexity. By adopting a research-oriented perspective, we can identify plastic waste sources, trace their pathways through marine ecosystems, and assess their impacts on marine life and human health. This holistic approach enables the development of innovative solutions and more effective prevention strategies. Active participation from communities and industries in reducing single-use plastic consumption is essential to overcoming this critical crisis. ───────────── Baca selengkapnya di: National Geographic Society →
Sri Lanka bans single-use plastic bottles at government events, charges for plastic bags
[International] · Policy Ringkasan Sri Lanka telah menerapkan kebijakan lingkungan baru dengan melarang penggunaan botol plastik sekali pakai di semua acara pemerintah. Pemerintah juga memberlakukan sistem pengenaan biaya untuk kantong plastik guna mengurangi konsumsi plastik sekali pakai. Langkah ini merupakan bagian dari upaya komprehensif untuk mengatasi krisis sampah plastik dan melindungi lingkungan. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menginspirasi sektor swasta dan masyarakat untuk mengadopsi praktik serupa dalam mendukung ekonomi sirkular. Summary Sri Lanka has implemented a new environmental policy prohibiting single-use plastic bottles at all government events. The government has also introduced a fee system for plastic bags to reduce single-use plastic consumption. This measure is part of a comprehensive effort to address the plastic waste crisis and protect the environment. The policy is expected to inspire the private sector and communities to adopt similar sustainable practices in support of a circular economy. ───────────── Baca selengkapnya di: Mongabay →
Tiga Proyek ‘Sulap’ Sampah Jadi Listrik Masuk PSN
[National] · Technology Ringkasan Tiga proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik telah diterima dalam Program Strategis Nasional (PSN). Proyek-proyek ini memanfaatkan teknologi konversi sampah menjadi energi untuk menghasilkan listrik sambil mengurangi volume sampah di tempat pembuangan akhir. Masuknya ketiga proyek ke dalam PSN menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong ekonomi sirkular dan transisi energi terbarukan. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan energi nasional sekaligus mengatasi tantangan pengelolaan sampah di Indonesia. Summary Three waste-to-energy projects have been approved as part of the National Strategic Program (PSN). These projects utilize advanced conversion technology to generate electricity from waste while simultaneously reducing landfill volumes. The inclusion of these initiatives in the PSN demonstrates the government’s commitment to promoting circular economy principles and renewable energy transition. The projects are expected to strengthen national energy security while addressing Indonesia’s critical waste management challenges. ───────────── Baca selengkapnya di: detikFinance →