Sampah Jadi Cuan, GO-SARI Gerakkan Ekonomi Sirkular Warga Bantul
[National] · Policy Ringkasan GO-SARI merupakan inisiatif yang menggerakkan ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah di Kabupaten Bantul. Program ini memberdayakan warga lokal untuk mengubah sampah menjadi sumber pendapatan dengan melibatkan mereka dalam sistem daur ulang yang terstruktur. Melalui pendekatan ekonomi sirkular, GO-SARI tidak hanya mengurangi volume sampah tetapi juga menciptakan peluang ekonomi berkelanjutan bagi komunitas. Inisiatif ini menjadi contoh nyata bagaimana pengelolaan sampah dapat berkontribusi pada kesejahteraan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Summary GO-SARI is an initiative that drives circular economy through waste management in Bantul District. The program empowers local residents to transform waste into a source of income by involving them in a structured recycling system. Through a circular economy approach, GO-SARI not only reduces waste volume but also creates sustainable economic opportunities for the community. This initiative demonstrates how waste management can contribute to economic prosperity while simultaneously preserving environmental sustainability. ───────────── Baca selengkapnya di: CNN Indonesia →
Dari Sampah Menjadi Penghasilan, GO-SARI Gerakkan Ekonomi Sirkular Warga Bantul
[National] · Policy Ringkasan GO-SARI, sebuah inisiatif di Bantul, mengubah sampah menjadi sumber penghasilan melalui penerapan ekonomi sirkular bagi masyarakat lokal. Program ini memberdayakan warga dengan memberikan pelatihan dan sistem pengumpulan sampah yang terorganisir untuk diproses menjadi produk bernilai ekonomi. Melalui pendekatan ini, GO-SARI berhasil menciptakan lapangan kerja baru sekaligus mengurangi volume sampah di wilayah Bantul. Inisiatif tersebut menunjukkan bagaimana ekonomi sirkular dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk mengatasi permasalahan sampah sambil meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Summary GO-SARI, an initiative in Bantul, transforms waste into a source of income through the implementation of circular economy principles for local communities. The program empowers residents by providing training and an organized waste collection system that processes waste into economically valuable products. Through this approach, GO-SARI successfully creates new job opportunities while reducing waste volume in the Bantul region. This initiative demonstrates how circular economy can serve as a sustainable solution to address waste management challenges while improving community economic welfare. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.com →
Pengelolaan sampah plastik dukung ekonomi sirkular
[National] · Environment & Impact Ringkasan Pengelolaan sampah plastik memainkan peran krusial dalam mendukung transisi menuju ekonomi sirkular yang berkelanjutan. Melalui upaya pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang plastik, dapat diciptakan nilai ekonomi baru sambil mengurangi dampak lingkungan negatif. Ekonomi sirkular berbasis pengelolaan plastik membuka peluang bisnis hijau, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang konsumsi yang bertanggung jawab. Strategi holistik ini menghubungkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi untuk mencapai pembangunan berkelanjutan jangka panjang. Summary Plastic waste management plays a crucial role in supporting the transition towards a sustainable circular economy. By implementing reduction, reuse, and recycling initiatives, new economic value can be created while minimizing negative environmental impacts. A circular economy based on plastic management opens opportunities for green businesses, job creation, and raises public awareness about responsible consumption. This holistic strategy connects environmental, social, and economic aspects to achieve long-term sustainable development. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA Foto →
WMW | Recycling: STADLER Group highlights waste sorting for a circular economy
[International] · Technology Ringkasan STADLER Group menekankan pentingnya pemilahan sampah sebagai fondasi ekonomi sirkular yang berkelanjutan. Melalui teknologi dan sistem sorting yang canggih, perusahaan ini membantu mengoptimalkan proses daur ulang untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya. Solusi pemilahan sampah STADLER dirancang untuk memaksimalkan recovery rate material yang dapat didaur ulang. Pendekatan ini mendukung transisi menuju model ekonomi yang lebih ramah lingkungan dan meminimalkan limbah ke tempat pembuangan akhir. Summary STADLER Group emphasizes the critical role of waste sorting as a cornerstone of a sustainable circular economy. Through advanced sorting technology and systems, the company helps optimize recycling processes to increase resource efficiency. STADLER’s waste sorting solutions are designed to maximize the recovery rate of recyclable materials. This approach supports the transition toward a more environmentally responsible economic model while minimizing waste sent to landfills. ───────────── Baca selengkapnya di: Waste Management World →
Toyota Hadirkan Waste Station di Balai Kota DKI Jakarta untuk Dukung Pengelolaan Sampah Berkelanjutan dan Ekonomi Sirkular
[National] · Other Ringkasan Toyota menghadirkan Waste Station di Balai Kota DKI Jakarta sebagai bentuk komitmen terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan dan ekonomi sirkular. Fasilitas ini dirancang untuk memudahkan pemilahan sampah dan mendorong praktik daur ulang yang lebih baik di lingkungan perkotaan. Inisiatif tersebut merupakan kolaborasi antara Toyota dan pemerintah DKI Jakarta untuk mengurangi dampak lingkungan dan menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien. Waste Station ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan infrastruktur hijau di berbagai lokasi strategis lainnya di Jakarta. Summary Toyota has introduced a Waste Station at Jakarta City Hall to support sustainable waste management and circular economy practices. The facility is designed to facilitate waste segregation and encourage better recycling practices in the urban environment. This initiative represents a collaboration between Toyota and the Jakarta Provincial Government to reduce environmental impact and create a more efficient waste management system. The Waste Station is expected to serve as a model for developing green infrastructure at other strategic locations throughout Jakarta. ───────────── Baca selengkapnya di: Media Indonesia →
Kementerian Lingkungan Hidup Perkuat Implementasi EPR untuk Percepat Ekonomi Sirkular
[National] · Policy Ringkasan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memperkuat implementasi Extended Producer Responsibility (EPR) sebagai strategi utama untuk mempercepat transisi ekonomi sirkular di Indonesia. Melalui kebijakan EPR, produsen diberikan tanggung jawab penuh dalam mengelola produk mereka di akhir masa pakai, termasuk pengumpulan, pemilahan, dan daur ulang. Langkah ini bertujuan mengurangi beban pengelolaan sampah dari pemerintah lokal sambil mendorong produsen untuk merancang produk yang lebih ramah lingkungan dan dapat didaur ulang. Implementasi EPR yang lebih kuat diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi sirkular yang berkelanjutan dan mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas produksi dan konsumsi. Summary The Ministry of Environment and Forestry (KLHK) is strengthening the implementation of Extended Producer Responsibility (EPR) as a key strategy to accelerate the transition to a circular economy in Indonesia. Through the EPR policy, producers are given full responsibility for managing their products at the end of their lifecycle, including collection, sorting, and recycling. This initiative aims to reduce the waste management burden on local governments while encouraging producers to design more environmentally friendly and recyclable products. Stronger EPR implementation is expected to create a sustainable circular economy ecosystem and reduce the environmental impact of production and consumption activities. ───────────── Baca selengkapnya di: kontan.co.id →
Greyparrot wins Circular Economy Project of the Year at UK Green Business Awards 2026
[International] · Technology Ringkasan Greyparrot telah memenangkan penghargaan Circular Economy Project of the Year pada UK Green Business Awards 2026, mengakui kontribusi signifikan mereka dalam mendorong ekonomi sirkular. Prestasi ini mencerminkan komitmen perusahaan terhadap inovasi berkelanjutan dan solusi pengelolaan limbah yang bertanggung jawab. Penghargaan tersebut menegaskan peran penting teknologi dan praktik terbaik dalam transformasi ekonomi sirkular di sektor kemasan dan manajemen limbah. Summary Greyparrot has won the Circular Economy Project of the Year award at the UK Green Business Awards 2026, recognizing their significant contributions to advancing circular economy practices. This achievement reflects the company’s commitment to sustainable innovation and responsible waste management solutions. The award underscores the critical role of technology and best practices in driving circular economy transformation within the packaging and waste management sector. ───────────── Baca selengkapnya di: Sustainable Packaging News →
Circular economy investments drive waste industry innovations, hurdles
[International] · Technology Ringkasan Investasi dalam ekonomi sirkular mendorong inovasi signifikan di industri pengelolaan sampah, membuka peluang baru untuk transformasi berkelanjutan. Namun, sektor ini masih menghadapi berbagai tantangan implementasi, termasuk keterbatasan teknologi dan infrastruktur yang belum optimal. Pendanaan yang meningkat menunjukkan komitmen stakeholder terhadap solusi waste management yang lebih ramah lingkungan. Diperlukan kolaborasi strategis antara pemerintah, investor, dan industri untuk mengatasi hambatan dan memaksimalkan potensi ekonomi sirkular. Summary Circular economy investments are driving significant innovations within the waste management industry, creating new opportunities for sustainable transformation. However, the sector continues to face various implementation challenges, including technological limitations and suboptimal infrastructure development. Increased funding demonstrates stakeholder commitment to more environmentally responsible waste management solutions. Strategic collaboration between government, investors, and industry is essential to overcome barriers and maximize the potential of circular economy initiatives. ───────────── Baca selengkapnya di: Waste Dive →
Pertamina Patra Niaga Dorong Ekonomi Sirkular melalui Pengelolaan Sampah dan Limbah Berkelanjutan
[National] · Environment & Impact Ringkasan Pertamina Patra Niaga mengambil inisiatif strategis dalam mendorong ekonomi sirkular melalui implementasi pengelolaan sampah dan limbah yang berkelanjutan. Langkah ini mencerminkan komitmen perusahaan terhadap praktik bisnis yang ramah lingkungan dan tanggung jawab sosial perusahaan. Dengan menerapkan prinsip ekonomi sirkular, Pertamina Patra Niaga berupaya mengurangi limbah, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, dan menciptakan nilai tambah dari material yang sebelumnya dianggap sampah. Inisiatif ini diharapkan dapat berkontribusi positif terhadap pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kesadaran industri tentang pentingnya manajemen limbah yang efektif. Summary Pertamina Patra Niaga has launched a strategic initiative to promote circular economy through sustainable waste and waste management practices. This initiative reflects the company’s commitment to environmentally responsible business practices and corporate social responsibility. By implementing circular economy principles, Pertamina Patra Niaga aims to reduce waste, optimize resource utilization, and create added value from materials previously considered waste. This initiative is expected to contribute positively to sustainable development and enhance industry awareness regarding the importance of effective waste management. ───────────── Baca selengkapnya di: republika.co.id →
WMW | Circular Economy: Waste management’s post-growth reckoning: Why resilience must replace optimisation
[International] · Technology Ringkasan Artikel ini membahas transformasi fundamental dalam manajemen limbah menuju ekonomi sirkular yang melampaui paradigma pertumbuhan konvensional. Industri manajemen limbah harus beralih dari fokus pada optimalisasi efisiensi menuju pembangunan ketahanan sistem yang dapat menghadapi ketidakpastian masa depan. Pendekatan pasca-pertumbuhan ini mengakui bahwa keberlanjutan sejati memerlukan perubahan struktural dalam cara kita memproduksi, mengonsumsi, dan mengelola sumber daya. Dengan mengutamakan resiliensi, sektor limbah dapat berkontribusi lebih efektif terhadap transisi ekonomi sirkular yang adil dan berkelanjutan. Summary This article explores the fundamental shift in waste management toward a circular economy that transcends conventional growth-oriented paradigms. The waste management industry must transition from optimization-focused strategies toward building system resilience capable of withstanding future uncertainties. This post-growth approach recognizes that true sustainability requires structural changes in how we produce, consume, and manage resources. By prioritizing resilience over optimization, the waste sector can contribute more effectively to an equitable and sustainable circular economy transition. ───────────── Baca selengkapnya di: Waste Management World →