Setahun Markissa, Wali Kota Lisa ajak warga ubah sampah jadi berkah

[National] · Education & Community Ringkasan Dalam merayakan satu tahun program Markissa, Wali Kota Lisa mengajak seluruh warga untuk mengubah paradigma terhadap sampah menjadi peluang berkah. Program ini bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan pemberdayaan ekonomi lokal. Melalui inisiatif ini, diharapkan sampah dapat dikonversi menjadi produk bernilai ekonomis yang menguntungkan komunitas. Komitmen Wali Kota Lisa menunjukkan dedikasi pemerintah daerah dalam mendorong transformasi sosial dan lingkungan yang positif. Summary Marking one year of the Markissa program, Mayor Lisa invited all residents to transform their perspective on waste into an opportunity for blessing. The initiative aims to educate the community on the importance of sustainable waste management and local economic empowerment. Through this program, waste is expected to be converted into economically valuable products that benefit the community. Mayor Lisa’s commitment demonstrates the local government’s dedication to promoting positive social and environmental transformation. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News →

Viral Sampah Menumpuk di TPS Tanah Baru, DLHK Depok Angkut Bertahap

[National] · Other Ringkasan Sampah menumpuk di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Tanah Baru, Depok, menjadi viral di media sosial dan menarik perhatian publik. Kondisi ini terjadi karena keterlambatan pengangkutan sampah oleh petugas, sehingga menyebabkan penumpukan yang signifikan di lokasi tersebut. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok kemudian melakukan respons cepat dengan mengangkut sampah secara bertahap untuk mengatasi masalah ini. Upaya penanganan ini dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar. Summary Garbage accumulated at the Temporary Disposal Site (TPS) in Tanah Baru, Depok, went viral on social media and attracted significant public attention. This situation occurred due to delays in waste collection by officers, resulting in substantial piling up at the location. The Depok City Environmental and Sanitation Agency (DLHK) responded promptly by collecting waste in phases to address the issue. This cleanup effort was undertaken to maintain environmental cleanliness and protect the health of surrounding communities. ───────────── Baca selengkapnya di: detikNews →

Rhode Island passes sludge plant moratorium amid controversial facility plans

[International] · Technology Ringkasan Rhode Island telah mengesahkan moratorium pembangunan fasilitas pengolahan lumpur limbah sebagai respons terhadap rencana pembangunan fasilitas yang kontroversial di negara bagian tersebut. Keputusan ini mencerminkan kekhawatiran publik dan stakeholder lokal terhadap dampak lingkungan dan kesehatan yang mungkin ditimbulkan oleh fasilitas pengolahan lumpur baru. Moratorium ini memberikan waktu bagi pemerintah dan komunitas untuk mengevaluasi kebijakan pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan komitmen untuk melindungi lingkungan sambil memastikan praktik pengelolaan limbah yang lebih bertanggung jawab. Summary Rhode Island has enacted a moratorium on sludge treatment facility development in response to controversial facility plans within the state. This decision reflects public and local stakeholder concerns regarding the potential environmental and health impacts of new sludge processing facilities. The moratorium provides time for government and community stakeholders to evaluate more sustainable waste management policies and alternatives. This measure aligns with the commitment to protect the environment while ensuring more responsible waste management practices. ───────────── Baca selengkapnya di: Waste Dive →

Residents say Derby flats rubbish not collected ‘for months’

[International] · Other Ringkasan Warga penghuni apartemen di Derby melaporkan bahwa sampah mereka tidak dikumpulkan selama beberapa bulan, menciptakan kondisi sanitasi yang mengkhawatirkan. Keterlambatan pengumpulan sampah ini menunjukkan tantangan serius dalam manajemen limbah perkotaan dan layanan kebersihan publik. Isu ini menekankan pentingnya sistem pengumpulan sampah yang konsisten dan efisien untuk menjaga kesehatan publik dan kualitas lingkungan di area permukiman. Pihak berwenang perlu segera mengatasi hambatan operasional untuk memastikan layanan pengelolaan limbah yang andal bagi masyarakat. Summary Residents of Derby flats have reported that their waste has not been collected for several months, creating serious sanitation concerns. This prolonged delay in waste collection highlights significant challenges in urban waste management and public cleanliness services. The issue underscores the critical importance of consistent and efficient waste collection systems to maintain public health and environmental quality in residential areas. Authorities must urgently address operational obstacles to ensure reliable waste management services for communities. ───────────── Baca selengkapnya di: BBC →

Waste Management of Canada Eyes Selling C$750 Million of Bonds

[International] · Other Ringkasan Waste Management of Canada, perusahaan pengelolaan sampah terkemuka, berencana menerbitkan obligasi senilai C$750 juta untuk mendukung operasional dan ekspansi bisnisnya. Penerbitan obligasi ini merupakan langkah strategis perusahaan untuk memperkuat posisi finansial dan mendanai inisiatif keberlanjutan lingkungan. Keputusan ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap sektor pengelolaan limbah yang terus berkembang di Kanada. Langkah serupa menunjukkan komitmen industri pengelolaan sampah dalam meningkatkan infrastruktur dan layanan lingkungan. Summary Waste Management of Canada, a leading waste management company, plans to issue C$750 million in bonds to support its operational and business expansion activities. This bond issuance is a strategic move by the company to strengthen its financial position and fund environmental sustainability initiatives. The decision reflects market confidence in Canada’s growing waste management sector. This action demonstrates the industry’s commitment to enhancing environmental infrastructure and services. ───────────── Baca selengkapnya di: Bloomberg.com →

Tumpukan Sampah Tutupi Aliran Sungai Bersejarah Kesultanan Banten

[National] · Policy Ringkasan Aliran sungai bersejarah yang merupakan bagian penting dari Kesultanan Banten kini tertutup oleh tumpukan sampah yang terus menumpuk. Pencemaran ini mencerminkan krisis pengelolaan sampah yang serius di wilayah tersebut dan mengancam kelestarian warisan budaya serta ekosistem sungai. Diperlukan upaya penanganan sampah yang komprehensif dan berkelanjutan untuk membersihkan sungai historis ini dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Isu ini menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dan koordinasi lintas sektor dalam menangani permasalahan sampah di area strategis. Summary A historic waterway that is an integral part of the Banten Sultanate is now covered by accumulating piles of waste. This pollution reflects a serious waste management crisis in the region and threatens the preservation of cultural heritage as well as the river’s ecosystem. Comprehensive and sustainable waste management efforts are urgently needed to clean this historic river and prevent further environmental damage. This issue highlights the importance of public awareness and cross-sectoral coordination in addressing waste problems in strategically significant areas. ───────────── Baca selengkapnya di: CNN Indonesia →

Limbah MBG di Losari Brebes 2 Ton per Hari, Pengolahan Sampah Berbasis Maggot Diluncurkan

[National] · Technology Ringkasan Sustainable Waste Indonesia meluncurkan program pengolahan sampah berbasis maggot (Magot Black Soldier Fly/MBG) di Losari, Brebes, dengan kapasitas menangani 2 ton limbah per hari. Teknologi ini memanfaatkan larva serangga untuk mengurai sampah organik secara efisien dan menghasilkan biomassa berkualitas tinggi. Program ini merupakan bagian dari inisiatif SWI dalam mengembangkan solusi pengelolaan sampah berkelanjutan yang ramah lingkungan dan menciptakan nilai ekonomi tambahan. Dengan peluncuran ini, diharapkan dapat mengurangi beban tempat pembuangan akhir sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat lokal. Summary Sustainable Waste Indonesia has launched a maggot-based waste management program (Black Soldier Fly larvae/BSF) in Losari, Brebes, with a capacity to process 2 tons of waste daily. This innovative technology utilizes insect larvae to efficiently decompose organic waste while producing high-quality biomass as a valuable byproduct. The program represents SWI’s commitment to developing sustainable waste management solutions that are environmentally friendly and generate additional economic benefits. This initiative is expected to reduce pressure on landfills while creating positive impacts for the local community. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.com →

Wamen LH Tekankan Pentingnya Pemilahan Sampah untuk Capai Target NCD

[National] · Other Ringkasan Wakil Menteri Lingkungan Hidup menekankan bahwa pemilahan sampah merupakan langkah krusial dalam mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia. Pemilahan sampah di sumber akan mengurangi beban tempat pemrosesan akhir dan meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah secara keseluruhan. Komitmen ini sejalan dengan upaya Indonesia untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dan mewujudkan ekonomi sirkular yang berkelanjutan. Partisipasi aktif masyarakat dalam pemilahan sampah menjadi kunci kesuksesan program pengelolaan limbah nasional. Summary The Deputy Minister of Environment has emphasized that waste segregation is a crucial step in achieving Indonesia’s Nationally Determined Contribution (NDC) targets. Waste sorting at the source will reduce the burden on landfills and improve overall waste management efficiency. This commitment aligns with Indonesia’s efforts to reduce greenhouse gas emissions and establish a sustainable circular economy. Active community participation in waste segregation is essential to the success of the national waste management program. ───────────── Baca selengkapnya di: detikNews →

Sri Lanka bans single-use plastic bottles at government events, charges for plastic bags – news

[International] · Policy Ringkasan Sri Lanka telah mengimplementasikan kebijakan lingkungan dengan melarang penggunaan botol plastik sekali pakai di semua acara pemerintah. Pemerintah juga menerapkan sistem pengenaan biaya untuk tas plastik sebagai upaya mengurangi sampah plastik. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah Sri Lanka dalam mengatasi krisis pencemaran plastik dan mempromosikan praktik konsumsi yang berkelanjutan. Summary Sri Lanka has implemented an environmental policy banning single-use plastic bottles at all government events. The government has also introduced a charge system for plastic bags as part of efforts to reduce plastic waste. This measure reflects Sri Lanka’s commitment to addressing plastic pollution and promoting sustainable consumption practices among citizens and government institutions. ───────────── Baca selengkapnya di: news – Mongabay →

Pengolahan Sampah Organik Berbasis Maggot yang Menarik Perhatian

[National] · Technology Ringkasan Pengolahan sampah organik menggunakan maggot (larva lalat tentara hitam) menjadi solusi inovatif yang semakin menarik perhatian di Indonesia. Teknologi ini mampu mengurai sampah organik secara efisien sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi seperti protein maggot untuk pakan ternak dan pupuk organik berkualitas tinggi. Metode berbasis maggot terbukti mengurangi volume sampah hingga 80% dalam waktu singkat dengan biaya operasional yang lebih rendah dibanding teknologi konvensional. Solusi ramah lingkungan ini mendukung ekonomi sirkular dan dapat diterapkan skala komunitas maupun industri untuk mengatasi krisis pengelolaan sampah organik. Summary Organic waste processing using maggots (black soldier fly larvae) has emerged as an innovative solution gaining significant attention in Indonesia. This technology efficiently decomposes organic waste while generating economically valuable products such as maggot protein for animal feed and high-quality organic fertilizer. The maggot-based method successfully reduces waste volume by up to 80% in a short timeframe with lower operational costs compared to conventional technologies. This environmentally friendly solution supports circular economy principles and can be implemented at both community and industrial scales to address Indonesia’s organic waste management crisis. ───────────── Baca selengkapnya di: Bisnis.com →