Respons Sampah di Kali Gendong, Pansus DPRD DKI Kaji Pembangunan Biopori Jumbo
[National] · Policy Ringkasan Pansus DPRD DKI Jakarta melakukan kajian terhadap pembangunan biopori jumbo sebagai respons terhadap permasalahan sampah di Kali Gendong. Inisiatif ini merupakan upaya untuk mengatasi pencemaran dan penumpukan sampah di kawasan aliran sungai tersebut melalui teknologi infiltrasi air yang ramah lingkungan. Biopori jumbo dirancang untuk meningkatkan daya serap tanah sekaligus mengurangi volume sampah dan air larian di area sekitar. Kajian ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mencari solusi berkelanjutan untuk pengelolaan sampah dan konservasi lingkungan. Summary The Jakarta DPRD Special Committee is conducting a study on the development of mega-biopores as a response to waste problems in Kali Gendong waterway. This initiative represents an effort to address pollution and waste accumulation in the river basin through environmentally friendly water infiltration technology. The mega-biopores are designed to increase soil water absorption capacity while reducing waste volume and surface runoff in the surrounding areas. This study demonstrates the local government’s commitment to finding sustainable solutions for waste management and environmental conservation. ───────────── Baca selengkapnya di: detikNews →
Dukung Instruksi Gubernur, Warga Jakarta Barat Belajar Pilah Sampah
[National] · Education & Community Ringkasan Warga Jakarta Barat mengikuti program pembelajaran pemilahan sampah sebagai respons terhadap instruksi Gubernur DKI Jakarta. Program ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik melalui pemisahan di sumber. Inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir dan mendorong ekonomi sirkular. Partisipasi aktif warga dalam program ini menunjukkan komitmen Jakarta Barat terhadap keberlanjutan lingkungan. Summary West Jakarta residents are participating in a waste sorting education program in response to Jakarta’s Governor’s directive. The program aims to increase public awareness about proper waste management through source separation practices. This initiative is part of the government’s effort to reduce waste volume sent to landfills and promote circular economy principles. The active participation of residents demonstrates West Jakarta’s commitment to environmental sustainability. ───────────── Baca selengkapnya di: republika.co.id →
Pemkot Denpasar maksimalkan budi daya maggot untuk kelola sampah dan dorong ekonomi
[National] · Policy Ringkasan Pemerintah Kota Denpasar memaksimalkan budidaya maggot (larva lalat tentara hitam) sebagai solusi inovatif pengelolaan sampah organik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Program ini memanfaatkan limbah organik untuk menjadi pakan ternak berkualitas tinggi melalui proses biokonversi yang efisien. Dengan strategi ini, Denpasar berkomitmen mengurangi volume sampah di tempat pemrosesan akhir (TPA) sambil menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat. Inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya kota dalam mewujudkan pengelolaan sampah berkelanjutan dan ekonomi sirkular. Summary Denpasar City Government is maximizing maggot (black soldier fly larvae) cultivation as an innovative solution for managing organic waste while boosting local economic growth. The program leverages organic waste through bioconversion processes to produce high-quality animal feed efficiently. By implementing this strategy, Denpasar aims to reduce waste volume at landfills while creating new business opportunities for communities. This initiative represents the city’s commitment to achieving sustainable waste management and circular economy development. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News Bali →
Pemerintah klaim abu batu bara bukan limbah B3 sudah berdasarkan ‘kajian ilmiah’, warga terdampak abu PLTU: ‘debu bukan seperti cabe begitu dimakan langsung pedas’
[International] · Environment & Impact Ringkasan Pemerintah menyatakan bahwa abu batu bara bukan limbah berbahaya beracun (B3) berdasarkan hasil kajian ilmiah, namun klaim tersebut mendapat penolakan dari warga yang terdampak. Masyarakat sekitar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mengungkapkan bahwa paparan abu batu bara menimbulkan dampak kesehatan yang signifikan, bertentangan dengan klasifikasi pemerintah. Pernyataan warga mengindikasikan adanya kesenjangan antara temuan ilmiah resmi dan pengalaman langsung dampak kesehatan di lapangan, menyoroti pentingnya verifikasi independen terhadap klaim keamanan limbah industri. Summary The government claims that coal ash is not classified as hazardous waste (B3) based on scientific research, a position that has been rejected by affected communities. Residents living near coal-fired power plants (PLTU) report significant health impacts from coal ash exposure, contradicting the government’s classification. The residents’ accounts reveal a discrepancy between official scientific findings and direct health impacts experienced in communities, highlighting the need for independent verification of industrial waste safety claims. ───────────── Baca selengkapnya di: BBC →
MRF upgrades in California, Minnesota, Ontario leverage grants and EPR
[International] · Policy Ringkasan Beberapa fasilitas pemilahan sampah (MRF) di California, Minnesota, dan Ontario melakukan modernisasi dengan memanfaatkan dukungan pendanaan dari program hibah dan skema Extended Producer Responsibility (EPR). Upgrade ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional, kapasitas pemrosesan, dan kualitas material daur ulang yang dihasilkan. Investasi tersebut mencerminkan komitmen daerah-daerah tersebut dalam memperkuat infrastruktur pengelolaan sampah dan mendorong ekonomi sirkular yang lebih berkelanjutan. Summary Material Recovery Facilities (MRFs) across California, Minnesota, and Ontario are undergoing significant upgrades funded through grants and Extended Producer Responsibility (EPR) programs. These modernization efforts aim to enhance operational efficiency, processing capacity, and the quality of recovered recyclable materials. The investments demonstrate regional commitment to strengthening waste management infrastructure and advancing a more sustainable circular economy. ───────────── Baca selengkapnya di: Waste Dive →
Republic Services cleared to acquire hazardous waste disposal firm TD*X
[International] · Environment & Impact Ringkasan Perusahaan layanan pengelolaan sampah terkemuka, Republic Services, telah mendapatkan persetujuan regulasi untuk mengakuisisi TD*X, sebuah firma spesialis dalam pengelolaan limbah berbahaya. Akuisisi strategis ini memperkuat posisi Republic Services dalam segmen penanganan limbah berbahaya dan memperluas kapabilitas operasionalnya. Langkah ini mencerminkan tren konsolidasi industri pengelolaan limbah global menuju peningkatan kapasitas dan keahlian teknis. Integrasi TD*X diharapkan memberikan solusi pengelolaan limbah berbahaya yang lebih komprehensif bagi klien korporat. Summary Republic Services, a leading waste management services company, has received regulatory clearance to acquire TD*X, a specialized hazardous waste disposal firm. This strategic acquisition strengthens Republic Services’ position in the hazardous waste management segment and expands its operational capabilities. The move reflects the ongoing consolidation trend in the global waste management industry toward enhanced capacity and technical expertise. The integration of TD*X is expected to provide more comprehensive hazardous waste management solutions for corporate clients. ───────────── Baca selengkapnya di: Waste Dive →
Minister pushes ‘carrot and stick’ approach in waste management
[National] · Policy Ringkasan Menteri Lingkungan Hidup mendorong pendekatan “carrot and stick” atau kombinasi insentif dan sanksi dalam pengelolaan sampah di Indonesia. Strategi ini bertujuan untuk mendorong partisipasi masyarakat dan industri dalam mengurangi dan mengelola limbah secara bertanggung jawab. Dengan memberikan reward kepada pihak yang berkomitmen sekaligus menerapkan denda bagi yang tidak mematuhi regulasi, diharapkan terwujud sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan. Summary The Minister of Environment is promoting a “carrot and stick” approach combining incentives and penalties to improve waste management across Indonesia. This strategy aims to encourage both public participation and industrial commitment in reducing and responsibly managing waste. By offering rewards to compliant stakeholders while implementing sanctions for non-compliance, the government seeks to establish a more effective and sustainable waste management system. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News →
Labuan Bajo Hadapi Krisis Sampah, Pemkab Dorong Sistem Pengelolaan Terintegrasi
[National] · Other Ringkasan Labuan Bajo menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah yang semakin meningkat seiring dengan perkembangan pariwisata di kawasan tersebut. Pemerintah Kabupaten Flores Timur mendorong implementasi sistem pengelolaan sampah terintegrasi untuk mengatasi krisis ini secara komprehensif. Pendekatan holistik ini mencakup peningkatan infrastruktur, edukasi masyarakat, dan kolaborasi antar stakeholder. Langkah strategis ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan lingkungan sambil mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Labuan Bajo. Summary Labuan Bajo is facing a serious waste management crisis as waste volumes increase significantly due to rapid tourism development in the region. The Flores Timur District Government is promoting the implementation of an integrated waste management system to address this challenge comprehensively. This holistic approach encompasses infrastructure improvements, community education, and multi-stakeholder collaboration. These strategic initiatives are expected to preserve environmental sustainability while supporting sustainable economic growth in Labuan Bajo. ───────────── Baca selengkapnya di: Media Indonesia →
Wamendiktisaintek minta kampus ikut atasi masalah sampah di Indonesia
[National] · Education & Community Ringkasan Wakil Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi meminta perguruan tinggi untuk aktif berpartisipasi dalam mengatasi permasalahan sampah di Indonesia. Kampus diharapkan dapat mengembangkan inovasi dan penelitian terkait pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Kolaborasi antara akademisi dan pemerintah diyakini dapat menghasilkan solusi efektif untuk mengurangi volume sampah nasional. Peran perguruan tinggi sebagai pusat penelitian dibutuhkan untuk menciptakan teknologi dan strategi pengelolaan sampah yang lebih baik. Summary The Vice Minister of Education, Culture, Research and Technology has called on universities to actively participate in addressing Indonesia’s waste management crisis. Campuses are expected to develop innovations and conduct research on sustainable waste management solutions. Collaboration between academic institutions and the government is believed to produce effective strategies for reducing national waste volumes. Universities’ role as research centers is essential for creating advanced waste management technologies and strategies. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News →
Plastic food packaging blankets the world’s coastlines, study finds – news
[International] · Environment & Impact Ringkasan Sebuah studi terbaru menemukan bahwa kemasan plastik untuk makanan telah tersebar luas di garis pantai dunia, mencerminkan dampak signifikan dari limbah plastik terhadap ekosistem laut. Penelitian ini mengidentifikasi kemasan makanan plastik sebagai salah satu kontributor utama pencemaran laut, yang berasal dari aktivitas konsumsi manusia yang tidak terkontrol. Temuan ini menekankan urgensi pengelolaan limbah plastik yang lebih baik dan transisi menuju kemasan yang lebih berkelanjutan di industri pangan global. Summary A recent study reveals that plastic food packaging has become widespread along the world’s coastlines, highlighting the significant impact of plastic waste on marine ecosystems. The research identifies plastic food packaging as one of the major contributors to ocean pollution, stemming from uncontrolled human consumption activities. These findings emphasize the urgent need for improved plastic waste management and a transition toward more sustainable packaging solutions in the global food industry. ───────────── Baca selengkapnya di: news – Mongabay →