I am a woman in a man’s world, says Milton Keynes refuse owner
[International] · Other Ringkasan Seorang pemilik perusahaan pengolahan sampah di Milton Keynes berbagi pengalamannya sebagai wanita yang bekerja di industri yang didominasi laki-laki. Pernyataan ini menyoroti tantangan gender yang masih dihadapi oleh perempuan dalam sektor manajemen limbah dan pengelolaan sampah. Kisah ini relevan dengan upaya Sustainable Waste Indonesia untuk mendorong inklusi dan kesetaraan gender di industri keberlanjutan lingkungan. Summary A refuse management business owner from Milton Keynes shares her experience as a woman working in a male-dominated industry. This statement highlights the ongoing gender challenges faced by women in the waste management and refuse collection sector. The story is relevant to Sustainable Waste Indonesia’s efforts to promote inclusion and gender equality within the environmental sustainability industry. ───────────── Baca selengkapnya di: BBC →
Lingkungan: Longsor sampah di TPST ‘terbesar di Asia Tenggara’ Bantargebang tewaskan tujuh orang – ‘Cerminan sistem pengelolaan sampah yang amburadul’
[International] · Policy Ringkasan Longsor sampah di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Bantargebang, yang merupakan fasilitas terbesar di Asia Tenggara, telah menewaskan tujuh orang dalam insiden tragis tersebut. Kejadian ini mencerminkan kegagalan sistemik dalam pengelolaan sampah nasional yang belum terkelola dengan baik. Longsor timbunan sampah yang mencapai puluhan meter tinggi menunjukkan risiko serius terhadap keselamatan pekerja dan masyarakat sekitar. Insiden ini menyoroti urgensi reformasi komprehensif dalam infrastruktur dan protokol keselamatan pengelolaan limbah di Indonesia. Summary A waste landslide at the Bantargebang Final Waste Processing Site (TPAS), Southeast Asia’s largest waste facility, has claimed seven lives in this tragic incident. The disaster reflects systemic failures in Indonesia’s waste management system, which remains inadequately regulated and poorly coordinated. The collapse of waste piles reaching tens of meters in height underscores serious safety risks for workers and surrounding communities. This incident highlights the urgent need for comprehensive reforms in waste management infrastructure and safety protocols across Indonesia. ───────────── Baca selengkapnya di: BBC →
Pramono Targetkan Sampah Jakarta Bisa Diolah 100 Persen pada 2028
[National] · Other Ringkasan Gubernur Jakarta Pramono Anung menetapkan target ambisius untuk mengelola seluruh sampah Jakarta sebesar 100 persen pada tahun 2028. Target ini menunjukkan komitmen pemerintah provinsi dalam meningkatkan sistem pengelolaan sampah dan mengurangi sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA). Pencapaian target tersebut memerlukan peningkatan infrastruktur pengolahan sampah, termasuk pembangunan fasilitas daur ulang dan pengolahan sampah organik. Strategi komprehensif ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan sampah Jakarta yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk. Summary Governor Pramono Anung has set an ambitious target to process 100 percent of Jakarta’s waste by 2028. This target demonstrates the provincial government’s commitment to improving waste management systems and reducing waste sent to final disposal sites (TPA). Achieving this target requires enhancement of waste treatment infrastructure, including construction of recycling facilities and organic waste processing plants. This comprehensive strategy is expected to address Jakarta’s growing waste challenges as the population continues to increase. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.com →
Pramono Ungkap Gerakan Pilah Sampah Jakarta Capai 23,14%
[National] · Education & Community Ringkasan Gubernur Pramono Anung mengumumkan bahwa gerakan pilah sampah di Jakarta telah mencapai tingkat partisipasi sebesar 23,14%. Pencapaian ini menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat Jakarta terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Gerakan pilah sampah merupakan bagian integral dari upaya pemerintah untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir. Target ini diharapkan terus meningkat melalui edukasi berkelanjutan dan keterlibatan aktif komunitas lokal. Summary Governor Pramono Anung revealed that Jakarta’s waste sorting movement has reached a participation rate of 23.14%. This achievement reflects an increase in public awareness regarding the importance of sustainable waste management in the capital city. The waste sorting initiative is a key component of the government’s efforts to reduce the volume of waste going to landfills. The target is expected to continue rising through ongoing education and active involvement of local communities. ───────────── Baca selengkapnya di: detikNews →
Saat Dunia Menatap Antariksa, Kita Masih Berkutat dengan Sampah di Pinggir Sungai
[National] · Environment & Impact Ringkasan Sementara dunia fokus pada eksplorasi antariksa, Indonesia masih menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah yang mencemari pinggiran sungai. Permasalahan ini mencerminkan kesenjangan antara ambisi teknologi global dan realitas krisis lingkungan lokal yang memerlukan penanganan mendesak. Sampah di sungai tidak hanya merusak ekosistem aquatik tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat yang bergantung pada sumber air tersebut. Diperlukan komitmen dan investasi prioritas dalam infrastruktur pengelolaan sampah untuk mengatasi krisis yang sudah mengakar di berbagai wilayah. Summary While the world focuses on space exploration, Indonesia continues to struggle with serious waste management challenges that are polluting riverbanks. This issue reflects a disparity between global technological ambitions and the reality of local environmental crises that demand urgent attention. Waste in rivers not only damages aquatic ecosystems but also threatens the health of communities dependent on these water sources. Priority commitment and investment in waste management infrastructure are essential to address this deep-rooted crisis across various regions. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.id →
We made plastic. We depend on it. Now we’re drowning in it.
[International] · Environment & Impact Ringkasan Plastik telah menjadi bagian integral dari kehidupan modern, namun produksi dan konsumsi yang tidak terkendali menciptakan krisis lingkungan global yang serius. Sampah plastik mencemari lautan, daratan, dan atmosfer, mengancam ekosistem dan kesehatan manusia. Ketergantungan kita terhadap plastik sekali pakai memperburuk situasi, sementara kapasitas pemulihan lingkungan semakin terbatas. Diperlukan tindakan segera melalui pengurangan konsumsi, inovasi material alternatif, dan sistem manajemen sampah yang berkelanjutan. Summary Plastic has become indispensable to modern society, yet uncontrolled production and consumption have created a severe global environmental crisis. Plastic waste contaminates oceans, land, and atmosphere, threatening ecosystems and human health. Our dependence on single-use plastics exacerbates the situation while the environment’s recovery capacity diminishes. Urgent action is needed through reduced consumption, innovation in alternative materials, and sustainable waste management systems. ───────────── Baca selengkapnya di: National Geographic →
I am a woman in a man’s world, says Milton Keynes refuse owner
[International] · Other Ringkasan Seorang pemilik perusahaan pengolahan sampah di Milton Keynes berbagi pengalamannya sebagai wanita yang bekerja di industri yang didominasi laki-laki. Dia menghadapi tantangan unik dalam menjalankan bisnis limbah dan membuktikan kompetensinya di sektor yang masih memiliki ketimpangan gender. Kisah inspiratifnya menunjukkan pentingnya inklusi dan representasi perempuan dalam industri pengelolaan sampah dan keberlanjutan lingkungan. Summary A woman refuse business owner in Milton Keynes shares her experience of working in a male-dominated industry. She faces unique challenges in operating a waste management business while proving her competence in a sector still marked by significant gender imbalances. Her inspiring story highlights the importance of inclusion and women’s representation in the waste management and environmental sustainability sector. ───────────── Baca selengkapnya di: BBC →
Lingkungan: Longsor sampah di TPST ‘terbesar di Asia Tenggara’ Bantargebang tewaskan tujuh orang – ‘Cerminan sistem pengelolaan sampah yang amburadul’
[International] · Policy Ringkasan Longsor sampah di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Bantargebang yang merupakan fasilitas terbesar di Asia Tenggara telah menewaskan tujuh orang. Insiden ini mencerminkan krisis serius dalam sistem pengelolaan sampah yang tidak terkelola dengan baik. Bencana tersebut mengungkapkan kelemahan fundamental dalam infrastruktur dan praktik pengelolaan limbah di tingkat nasional. Peristiwa tragis ini menjadi momentum penting untuk melakukan reformasi menyeluruh terhadap sistem pemrosesan dan pengelolaan sampah. Summary A waste landslide at the Bantargebang Final Waste Processing Facility, Southeast Asia’s largest, has resulted in seven fatalities. The incident reflects a serious crisis in the country’s waste management system, which has become increasingly chaotic and poorly regulated. This tragedy exposes fundamental weaknesses in both infrastructure and operational practices across the nation’s waste disposal sector. The disaster serves as a critical call for comprehensive reform in waste processing and management systems at the national level. ───────────── Baca selengkapnya di: BBC →
Bupati Jembrana dorong pengelolaan sampah sistem swadaya oleh kelompok masyarakat
[National] · Education & Community Ringkasan Bupati Jembrana mendorong pengelolaan sampah melalui sistem swadaya yang melibatkan partisipasi aktif kelompok masyarakat lokal. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan memberdayakan komunitas dalam menangani permasalahan sampah secara mandiri. Dengan sistem swadaya, masyarakat diharapkan dapat mengurangi beban pemerintah sekaligus menciptakan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan di tingkat grassroot. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan Jembrana yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Summary The Regent of Jembrana is promoting a community-based waste management system through self-reliance initiatives involving active participation from local community groups. This approach aims to enhance environmental awareness and empower communities to independently address waste management challenges. Through this self-reliant system, communities are expected to reduce the burden on local government while creating sustainable waste management solutions at the grassroots level. This initiative aligns with the local government’s commitment to achieving a cleaner and more environmentally friendly Jembrana. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News Bali →
Kemenko Pangan Dorong Teknologi Pirolisis untuk Olah Sampah Jadi Energi
[National] · Technology Ringkasan Kementerian Koordinator Bidang Pangan mendorong penerapan teknologi pirolisis sebagai solusi pengolahan sampah yang inovatif dan berkelanjutan. Teknologi ini mengubah limbah menjadi energi terbarukan melalui proses pemanasan tanpa oksigen, menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus mengurangi volume sampah di tempat pembuangan akhir. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mencapai target ekonomi sirkular dan pengurangan emisi karbon. Dengan dukungan pemerintah, teknologi pirolisis diharapkan dapat diterapkan secara lebih luas di berbagai daerah untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih efisien. Summary The Coordinating Ministry for Food Affairs is promoting pyrolysis technology as an innovative and sustainable waste management solution. This technology converts waste into renewable energy through a heating process without oxygen, creating economic added value while reducing waste volume in landfills. This initiative aligns with Indonesia’s commitment to achieving circular economy targets and carbon emission reduction. With government support, pyrolysis technology is expected to be implemented more widely across various regions to achieve more efficient waste management practices. ───────────── Baca selengkapnya di: detikFinance →