Target Pengelolaan Sampah 100% 2029, Kesiapan PSEL Jadi Sorotan
[National] · Other Ringkasan Pemerintah menargetkan pengelolaan sampah mencapai 100% pada tahun 2029, dengan fokus pada kesiapan Pusat Saniter Engineered Landfill (PSEL) sebagai infrastruktur kunci. Pencapaian target ini memerlukan peningkatan signifikan dalam kapasitas pengelolaan, teknologi, dan komitmen pemangku kepentingan di seluruh wilayah. Kesiapan PSEL menjadi indikator penting untuk mengukur progress dalam mencapai target ambisius tersebut. Implementasi strategi komprehensif dan kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memastikan keberhasilan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Summary The government has set an ambitious target of achieving 100% waste management by 2029, with the readiness of Engineered Sanitary Landfill Centers (PSEL) serving as a focal point of evaluation. This goal requires substantial improvements in management capacity, technology infrastructure, and stakeholder commitment across all regions. The preparedness of PSEL facilities is considered a critical indicator in measuring progress toward this comprehensive waste management target. Success will depend on implementing integrated strategies and fostering cross-sector collaboration to ensure sustainable waste management outcomes. ───────────── Baca selengkapnya di: hijau.bisnis.com →
TPA Galuga Dibuka kendati Api Belum Padam, Bupati Bogor: Pengelolaan Sampah Harus Terus Jalan
[National] · Technology Ringkasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga di Bogor dibuka kembali meskipun kebakaran yang terjadi belum sepenuhnya padam. Keputusan ini diambil karena pengelolaan sampah harus tetap berjalan untuk mencegah penumpukan sampah di berbagai lokasi. Bupati Bogor menekankan bahwa operasional TPA merupakan prioritas utama demi menjaga kesehatan lingkungan dan masyarakat. Tim penanganan kebakaran terus beroperasi untuk memastikan situasi di TPA terkontrol dengan baik. Summary The Galuga Final Waste Disposal Site (TPA) in Bogor was reopened despite ongoing fire incidents at the facility. The decision was made to maintain continuous waste management operations and prevent garbage accumulation in various locations. The Bogor Regent emphasized that TPA operations remain a priority to protect environmental and public health. The fire response team continues working to ensure the situation at the TPA remains under control. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.tv →
TPA Galuga Bogor Mulai Beroperasi Sebagian Besok Usai Kebakaran
[National] · Technology Ringkasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga di Bogor akan mulai beroperasi sebagian besar setelah mengalami kebakaran. Operasional TPA ini dilakukan secara bertahap untuk memastikan keamanan dan kesiapan fasilitas. Langkah ini merupakan upaya untuk mengembalikan fungsi pengelolaan sampah di kawasan tersebut. Otoritas setempat terus melakukan pemantauan untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal. Summary The Galuga Final Disposal Site (TPA) in Bogor will resume partial operations following a fire incident. The landfill’s operational recovery will be conducted in stages to ensure facility safety and readiness. This measure aims to restore waste management functions in the area. Local authorities continue monitoring the recovery process to ensure optimal implementation. ───────────── Baca selengkapnya di: news.detik.com →
‘Plastic pollution hotspots’ spawn a public health crisis across Latin America – news
[International] · Environment & Impact Ringkasan Polusi plastik di Amerika Latin telah menciptakan krisis kesehatan masyarakat yang serius, dengan berbagai lokasi menjadi titik panas pencemaran plastik. Sampah plastik yang tersebar luas di lingkungan menyebabkan dampak negatif signifikan terhadap kesehatan penduduk lokal melalui kontaminasi air, tanah, dan udara. Permasalahan ini memerlukan perhatian mendesak dan tindakan komprehensif untuk mengurangi produksi plastik serta meningkatkan sistem pengelolaan limbah yang berkelanjutan di seluruh wilayah. Summary Plastic pollution has created a serious public health crisis across Latin America, with multiple locations identified as critical pollution hotspots. The widespread distribution of plastic waste in the environment poses significant health risks to local populations through contamination of water, soil, and air. This critical issue demands urgent attention and comprehensive action to reduce plastic production and improve sustainable waste management systems throughout the region. ───────────── Baca selengkapnya di: news – Mongabay →
Shrinking Northeast disposal capacity drives waste-by-rail investments
[International] · Other Ringkasan Kapasitas pembuangan sampah yang menurun di kawasan Timur Laut mendorong investasi dalam transportasi sampah melalui rel kereta api. Strategi ini menjadi solusi alternatif untuk mengatasi keterbatasan tempat pembuangan akhir (TPA) lokal yang semakin terbatas. Penggunaan kereta api untuk mengangkut limbah dinilai lebih efisien dan berkelanjutan dibandingkan transportasi darat konvensional. Investasi ini mencerminkan upaya sektor pengelolaan limbah untuk beradaptasi dengan tantangan kapasitas pembuangan yang terus berkurang. Summary Declining disposal capacity in the Northeast region is prompting significant investments in rail-based waste transportation infrastructure. This alternative approach addresses the growing scarcity of local landfill capacity and disposal options in the region. Rail transport is considered a more efficient and sustainable solution compared to conventional truck-based waste hauling methods. These investments demonstrate the waste management industry’s adaptive response to capacity constraints and environmental sustainability requirements. ───────────── Baca selengkapnya di: Waste Dive →
Lingkungan: Longsor sampah di TPST ‘terbesar di Asia Tenggara’ Bantargebang tewaskan tujuh orang – ‘Cerminan sistem pengelolaan sampah yang amburadul’
[International] · Policy Ringkasan Sebuah longsor sampah terjadi di Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, yang merupakan fasilitas pengelolaan sampah terbesar di Asia Tenggara, mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia. Insiden tragis ini mencerminkan kegagalan sistem pengelolaan sampah nasional yang masih menghadapi berbagai tantangan struktural dan operasional. Peristiwa ini menjadi peringatan serius tentang perlunya reformasi menyeluruh dalam infrastruktur dan protokol keselamatan di fasilitas pemrosesan sampah utama. Diperlukan tindakan segera dari pemerintah dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan standar keamanan dan efisiensi pengelolaan limbah di Indonesia. Summary A waste landslide occurred at Bantargebang Integrated Waste Processing Facility (TPST), Southeast Asia’s largest waste management facility, resulting in seven deaths. This tragic incident reflects significant failures in Indonesia’s national waste management system, which continues to face considerable structural and operational challenges. The disaster serves as a critical wake-up call regarding the urgent need for comprehensive reform in infrastructure and safety protocols at major waste processing facilities. Immediate action from the government and stakeholders is essential to enhance safety standards and improve waste management efficiency across Indonesia. ───────────── Baca selengkapnya di: BBC →
PSEL Semarang Raya Ditarget Rampung pada 2028 – Bisnis.com
[National] · Other Ringkasan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Semarang Raya ditetapkan akan selesai pada tahun 2028. Fasilitas ini dirancang untuk mengolah limbah padat menjadi energi listrik, sejalan dengan komitmen Indonesia terhadap ekonomi sirkular dan pengurangan emisi. Pembangunan PSEL Semarang Raya merupakan bagian dari strategi pengelolaan sampah berkelanjutan di wilayah metropolitan Semarang. Proyek ini diharapkan dapat mengatasi tantangan pengelolaan limbah sekaligus berkontribusi pada transisi energi terbarukan. Summary The Semarang Raya Waste-to-Energy Power Plant (PSEL) project is targeted for completion in 2028. The facility is designed to convert solid waste into electrical energy, aligning with Indonesia’s commitment to circular economy and emission reduction. The development of PSEL Semarang Raya is part of a broader sustainable waste management strategy in the Semarang metropolitan area. This project is expected to address waste management challenges while contributing to renewable energy transition. ───────────── Baca selengkapnya di: Bisnis.com – Semarang →
PSEL Semarang Raya ditargetkan dibangun mulai Desember 2026
[National] · Policy Ringkasan Pembangkit Listrik Sampah Energi Listrik (PSEL) Semarang Raya ditargetkan mulai dibangun pada Desember 2026. Proyek infrastruktur strategis ini merupakan komitmen pemerintah dalam mengelola sampah secara berkelanjutan sambil menghasilkan energi terbarukan. Pembangunan PSEL Semarang Raya diharapkan dapat mengatasi permasalahan sampah regional sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Fasilitas ini akan menjadi salah satu solusi pengelolaan limbah terintegrasi bagi wilayah Jawa Tengah. Summary The Waste-to-Energy Power Plant (PSEL) for Greater Semarang is targeted to commence construction in December 2026. This strategic infrastructure project represents the government’s commitment to sustainable waste management while generating renewable energy. The development of PSEL Semarang Raya is expected to address regional waste issues while reducing dependence on fossil fuels. The facility will serve as an integrated waste management solution for the Central Java region. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News Jateng →
Kelola Sampah Berbasis Komunitas, ANTAM Raih Anugerah Ekonomi Hijau 2026
[National] · Education & Community Ringkasan ANTAM meraih Anugerah Ekonomi Hijau 2026 atas komitmennya dalam mengelola sampah berbasis komunitas. Program ini menunjukkan dedikasi perusahaan dalam mengintegrasikan praktik keberlanjutan dengan pemberdayaan masyarakat lokal. Penghargaan tersebut mengakui upaya ANTAM dalam mengurangi limbah dan menciptakan nilai ekonomi dari pengelolaan sampah yang inovatif. Inisiatif berbasis komunitas ini menjadi model terbaik dalam implementasi ekonomi sirkular di Indonesia. Summary ANTAM received the 2026 Green Economy Award for its community-based waste management initiatives. The program demonstrates the company’s commitment to integrating sustainable practices with empowerment of local communities. This award recognizes ANTAM’s efforts in reducing waste and creating economic value through innovative waste management solutions. The community-based initiative serves as a best practice model for implementing circular economy principles in Indonesia. ───────────── Baca selengkapnya di: detikNews →
No Bidders Respond to Maine’s Extended Producer Responsibility RFP
[International] · Policy Ringkasan Program Tanggung Jawab Produsen Perluasan (Extended Producer Responsibility/EPR) di Maine menghadapi tantangan signifikan karena tidak ada penawar yang merespons permintaan proposal (RFP) yang telah diperpanjang. Kegagalan ini menunjukkan hambatan implementasi dalam sistem EPR, kemungkinan disebabkan oleh kompleksitas regulasi atau kondisi ekonomi yang kurang menarik bagi operator. Situasi ini memerlukan evaluasi ulang terhadap desain program dan insentif untuk mendorong partisipasi industri dalam manajemen limbah berkelanjutan. Kesulitan Maine mencerminkan tantangan umum dalam transisi menuju sistem tanggung jawab produsen di berbagai yurisdiksi. Summary Maine’s Extended Producer Responsibility (EPR) program faces significant challenges as no bidders submitted responses to the extended Request for Proposal (RFP). This outcome highlights implementation obstacles in the EPR system, potentially stemming from regulatory complexity or unattractive economic conditions for prospective operators. The situation necessitates a comprehensive review of program design and incentive structures to encourage industry participation in sustainable waste management. Maine’s difficulties reflect broader challenges encountered in transitioning toward producer responsibility systems across various jurisdictions. ───────────── Baca selengkapnya di: paperage.com →