Penyuluhan Membuat Ekoenzim di Sekolah

[National] · Education & Community Ringkasan Sustainable Waste Indonesia (SWI) mengadakan penyuluhan tentang pembuatan ekoenzim kepada siswa di sekolah sebagai bagian dari upaya edukasi lingkungan. Ekoenzim merupakan produk ramah lingkungan yang dibuat dari limbah organik dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan kebersihan dan perawatan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pengelolaan sampah organik dan potensi ekonomi sirkular. Melalui kegiatan praktis ini, siswa diharapkan dapat menerapkan prinsip keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Summary Sustainable Waste Indonesia (SWI) conducted an educational seminar on ecoenzyme production to students at schools as part of environmental awareness initiatives. Ecoenzyme is an eco-friendly product created from organic waste and can be utilized for various cleaning and maintenance purposes. This program aims to raise awareness among young generations about organic waste management and the potential of circular economy. Through these practical activities, students are expected to apply sustainability principles in their daily lives. ───────────── Baca selengkapnya di: Bisnis.com →

Jembrana punya percontohan integrasi kelola sampah berbasis digital

[National] · Other Ringkasan Kabupaten Jembrana telah mengembangkan sistem pengelolaan sampah terintegrasi berbasis digital sebagai percontohan inovasi pengelolaan limbah. Sistem ini menggabungkan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi pengumpulan, pemilahan, dan pemrosesan sampah di tingkat komunitas. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat diterapkan di daerah lain untuk mendukung ekonomi sirkular dan pengurangan dampak lingkungan. Jembrana membuktikan komitmen dalam menciptakan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan modern. Summary Jembrana Regency has developed an integrated digital-based waste management system as a pilot project for innovative waste handling solutions. The system combines digital technology to enhance the efficiency of waste collection, sorting, and processing at the community level. This initiative is expected to serve as a replicable model for other regions to support circular economy and reduce environmental impact. Jembrana demonstrates its commitment to creating sustainable and modern waste management solutions. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News Bali →

Dianggap Abai Tangani Sampah Popok, Gubernur Jawa Timur Digugat Warga

[International] · Education & Community Ringkasan Gubernur Jawa Timur diduga lalai dalam menangani sampah popok yang menjadi permasalahan lingkungan serius di wilayahnya. Warga mengajukan gugatan terhadap pemerintah daerah karena ketidaktegasan dalam implementasi kebijakan pengelolaan sampah popok sekali pakai. Isu ini mencerminkan tantangan besar dalam manajemen limbah di Jawa Timur, terutama terkait limbah yang sulit terurai dan mengancam keberlanjutan lingkungan. Kasus ini menekankan pentingnya akuntabilitas pemerintah dalam menjalankan tanggung jawab pengelolaan sampah secara komprehensif. Summary The East Java Governor faces a lawsuit from residents over alleged negligence in managing diaper waste, a serious environmental concern in the region. Citizens have filed a lawsuit against the local government for failing to enforce policies on single-use diaper waste management effectively. This issue reflects significant challenges in waste management in East Java, particularly regarding non-biodegradable waste that threatens environmental sustainability. The case underscores the importance of government accountability in fulfilling its responsibility for comprehensive waste management. ───────────── Baca selengkapnya di: Mongabay.co.id →

WMW | Circular Economy: Waste management’s post-growth reckoning: Why resilience must replace optimisation

[International] · Technology Ringkasan Ekonomi sirkular memerlukan pergeseran fundamental dari paradigma pertumbuhan berkelanjutan menuju ketahanan sistem. Manajemen limbah konvensional yang berfokus pada optimasi efisiensi tidak lagi cukup menghadapi kompleksitas krisis lingkungan global. Industri harus mengadopsi pendekatan yang memprioritaskan resiliensi dan adaptabilitas jangka panjang daripada sekadar pencapaian target pertumbuhan ekonomi. Transformasi ini penting untuk membangun sistem manajemen limbah yang berkelanjutan dan responsif terhadap keterbatasan sumber daya planet kita. Summary The circular economy requires a fundamental shift from the growth-at-all-costs paradigm toward building system resilience. Conventional waste management approaches centered on optimization efficiency are insufficient to address the complexity of global environmental crises. The industry must adopt strategies that prioritize long-term resilience and adaptability rather than pursuing endless economic growth targets. This transformation is essential for establishing waste management systems that are truly sustainable and responsive to planetary resource limitations. ───────────── Baca selengkapnya di: Waste Management World →

Biomedical waste crosses borders, polluting farmlands

[International] · Other Ringkasan Limbah biomedis dari fasilitas kesehatan ilegal menyeberangi perbatasan dan mencemari lahan pertanian di berbagai wilayah. Praktik pembuangan limbah medis yang tidak bertanggung jawab telah mengakibatkan kontaminasi tanah dan air tanah yang serius, serta risiko kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar area tersebut. Pemerintah dan lembaga lingkungan perlu memperkuat regulasi dan pengawasan untuk menghentikan perdagangan limbah medis ilegal dan melindungi ekosistem pertanian. Summary Biomedical waste from unlicensed healthcare facilities is crossing borders and contaminating agricultural lands across multiple regions. Irresponsible disposal practices of medical waste have resulted in serious soil and groundwater contamination, posing significant health risks to communities living near affected areas. Governments and environmental agencies must strengthen regulations and enforcement to prevent illegal medical waste trafficking and protect agricultural ecosystems. ───────────── Baca selengkapnya di: Mongabay India →

Pemkab Banyumas memperkuat pengelolaan sampah pasar berbasis KSM

[National] · Policy Ringkasan Pemerintah Kabupaten Banyumas memperkuat sistem pengelolaan sampah pasar melalui pemberdayaan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Inisiatif ini bertujuan meningkatkan efisiensi pengumpulan dan pemilahan sampah di pasar-pasar tradisional kabupaten. Dengan melibatkan masyarakat lokal, program ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru. Pendekatan berbasis KSM memastikan keberlanjutan pengelolaan sampah yang inklusif dan berdampak positif bagi lingkungan dan ekonomi lokal. Summary Banyumas Regency Government strengthens market waste management through community-based self-help groups (KSM). This initiative aims to improve waste collection and sorting efficiency across traditional markets in the regency. By engaging local communities, the program is expected to reduce waste volume going to landfills while creating new economic opportunities. The KSM-based approach ensures sustainable waste management that is inclusive and delivers positive impacts for both environment and local economy. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News Jateng →

Titik Kritis Kebijakan Residu ke TPA/TPST

[National] · Technology Ringkasan Kebijakan pengelolaan residu ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) atau Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) mencapai titik kritis yang memerlukan evaluasi mendalam. Persoalan mendasar terletak pada ketidaksesuaian antara kapasitas infrastruktur dengan volume residu yang terus meningkat, ditambah rendahnya tingkat pemilahan sampah di sumber. Diperlukan reformasi komprehensif dalam aspek pengurangan residu, optimalisasi fasilitas pemrosesan, dan peningkatan partisipasi masyarakat. Tanpa intervensi segera, sistem pengelolaan residu akan menghadapi kolaps yang berdampak signifikan terhadap lingkungan dan kesehatan publik. Summary The policy on waste residue management to Final Processing Sites (TPA) or Integrated Waste Processing Centers (TPST) has reached a critical juncture requiring thorough evaluation. The fundamental challenge lies in the mismatch between infrastructure capacity and the continuously increasing volume of residue, compounded by low waste segregation rates at the source. Comprehensive reform is needed in waste reduction strategies, optimization of processing facilities, and enhanced community participation. Without immediate intervention, the residue management system will face collapse with significant implications for environmental sustainability and public health. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.id →

DPRD DKI Minta Penanganan Sampah Jakarta Tak Hanya Andalkan PSEL

[National] · Policy Ringkasan DPRD DKI Jakarta menekankan pentingnya diversifikasi penanganan sampah kota dan tidak hanya bergantung pada Pusat Saniter Energi Lanjut (PSEL). Lembaga legislatif tersebut meminta pemerintah provinsi mengembangkan solusi pengelolaan sampah yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Pendekatan multi-strategi diperlukan untuk mengatasi volume sampah yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk Jakarta. Diversifikasi ini diharapkan dapat mengurangi beban pada PSEL dan meningkatkan efisiensi penanganan sampah secara keseluruhan. Summary The Jakarta Regional House of Representatives emphasizes the importance of diversifying the city’s waste management approach beyond reliance on the Integrated Waste Energy Center (PSEL). The legislative body has urged the provincial government to develop more comprehensive and sustainable waste management solutions. A multi-strategy approach is necessary to address the growing volume of waste as Jakarta’s population continues to increase. This diversification is expected to reduce the burden on PSEL and enhance overall waste management efficiency. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.com →

WMW | Circular Economy: Waste management’s post-growth reckoning: Why resilience must replace optimisation

[International] · Technology Ringkasan Ekonomi sirkular menghadapi tantangan fundamental ketika paradigma pertumbuhan ekonomi tradisional mulai dipertanyakan dalam industri manajemen limbah. Artikel ini menekankan bahwa optimalisasi efisiensi saja tidak lagi cukup untuk mengatasi krisis lingkungan yang kompleks. Sebaliknya, industri harus beralih fokus pada pembangunan ketahanan sistem yang mampu beradaptasi dengan keterbatasan sumber daya dan perubahan iklim. Pendekatan ini mengakui bahwa kesuksesan jangka panjang dalam manajemen limbah bergantung pada keberlanjutan struktural, bukan hanya peningkatan produktivitas. Summary The circular economy faces a fundamental reckoning as the traditional growth-oriented economic model is increasingly questioned within the waste management sector. The article argues that pursuing efficiency optimization alone is insufficient to address the complex environmental crisis we face today. Instead, the industry must shift its focus toward building system resilience—the capacity to adapt and withstand resource constraints and climate challenges. This perspective recognizes that long-term success in waste management depends on structural sustainability rather than mere productivity gains. ───────────── Baca selengkapnya di: Waste Management World →

Emterra is still growing its own way after 50 years

[International] · Other Ringkasan Emterra terus mengalami pertumbuhan berkelanjutan setelah beroperasi selama 50 tahun dengan mempertahankan pendekatan bisnis yang independen. Perusahaan ini memilih untuk tetap membangun strategi pertumbuhannya sendiri tanpa bergabung dengan konglomerasi industri limbah yang lebih besar. Dedikasi Emterra terhadap inovasi dan kepemimpinan lokal menjadi kunci keberhasilannya dalam menghadapi kompetisi pasar yang dinamis. Pencapaian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan organik dan nilai-nilai perusahaan yang kuat dapat menjadi fondasi kesuksesan jangka panjang dalam sektor manajemen limbah. Summary After 50 years of operation, Emterra continues to achieve growth by maintaining its independent business approach and avoiding consolidation with larger waste management conglomerates. The company has strategically chosen to develop its own growth trajectory while staying true to its core values and operational philosophy. Emterra’s commitment to innovation and local leadership has proven to be instrumental in navigating a competitive and evolving market landscape. This achievement demonstrates that organic growth and strong corporate values can serve as a solid foundation for long-term success in the waste management industry. ───────────── Baca selengkapnya di: Waste Dive →