PSEL Denpasar Mulai Dibangun, 1.400 Ton Sampah/Hari Bakal Jadi Listrik
[National] · Policy Ringkasan Pembangunan Pusat Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) Denpasar telah dimulai dengan target mengolah 1.400 ton sampah per hari. Fasilitas ini akan mengkonversi limbah padat menjadi energi listrik melalui teknologi waste-to-energy yang ramah lingkungan. Proyek strategis ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan pengelolaan sampah di Denpasar sekaligus menghasilkan energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan listrik lokal. PSEL Denpasar merupakan komitmen nyata dalam mewujudkan ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan di Bali. Summary Construction of the Denpasar Electric Power Waste Processing Center (PSEL) has begun with a target to process 1,400 tons of waste per day. The facility will convert solid waste into electrical energy using environmentally friendly waste-to-energy technology. This strategic project is expected to address Denpasar’s solid waste management challenges while generating renewable energy to meet local electricity needs. PSEL Denpasar represents a concrete commitment to achieving a circular economy and sustainable development in Bali. ───────────── Baca selengkapnya di: detikFinance →
Pemerintah Targetkan Masalah Gunungan Sampah Beres 2028
[National] · Policy Ringkasan Pemerintah telah menetapkan target ambisius untuk menyelesaikan permasalahan gunungan sampah di seluruh Indonesia pada tahun 2028. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya komprehensif untuk mengelola limbah yang terakumulasi dan meningkatkan infrastruktur pengolahan sampah nasional. Strategi pemerintah melibatkan kolaborasi dengan berbagai stakeholder, termasuk pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat. Pencapaian target ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan publik secara signifikan. Summary The Indonesian government has set an ambitious target to resolve the accumulated waste problem across the country by 2028. This initiative is part of a comprehensive effort to manage landfill waste and enhance national waste management infrastructure. The government’s strategy involves collaboration among various stakeholders, including local authorities, the private sector, and communities. Achieving this target is expected to significantly improve environmental quality and public health. ───────────── Baca selengkapnya di: Liputan6.com →
314 Sanksi Administratif Diterbitkan Terkait Pengelolaan TPA
[National] · Technology Ringkasan Pemerintah telah menerbitkan 314 sanksi administratif terkait pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dalam upaya penegakan regulasi lingkungan. Sanksi tersebut diberikan kepada pengelola TPA yang tidak mematuhi standar operasional dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Langkah ini menunjukkan komitmen otoritas dalam memastikan pengelolaan sampah dilakukan secara bertanggung jawab dan ramah lingkungan. Tindakan administratif ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas pengelolaan TPA di seluruh Indonesia. Summary The government has issued 314 administrative sanctions related to Final Disposal Site (TPA) management as part of environmental regulation enforcement. These sanctions were imposed on TPA operators who failed to comply with operational standards and applicable legal provisions. This action demonstrates the authorities’ commitment to ensuring waste management is conducted responsibly and environmentally sustainably. The administrative measures are expected to encourage improved TPA management quality across Indonesia. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.id →
Turning Ginger Waste into Biobriquettes
[National] · Other Ringkasan Limbah jahe dari proses pengolahan industri kini dapat diubah menjadi briket bio yang ramah lingkungan melalui teknologi inovatif. Biobriquette dari limbah jahe menawarkan solusi berkelanjutan untuk mengurangi limbah organik sekaligus menghasilkan sumber energi terbarukan. Produk ini memiliki potensi ekonomis yang signifikan dengan menurunkan biaya pembuangan limbah dan menciptakan nilai tambah bagi industri pertanian dan pengolahan. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mengelola limbah organik dan transisi menuju ekonomi sirkular. Summary Ginger processing waste from industrial operations can now be transformed into environmentally friendly biobriquettes through innovative technology. Biobriquettes made from ginger waste offer a sustainable solution for reducing organic waste while generating renewable energy sources. This product demonstrates significant economic potential by decreasing waste disposal costs and creating added value for the agricultural and processing industries. This initiative aligns with Indonesia’s commitment to managing organic waste and transitioning toward a circular economy. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.id →
Menko Pangan targetkan persoalan sampah kota besar tuntas pada 2028
[National] · Other Ringkasan Menteri Koordinator Bidang Pangan menargetkan penyelesaian permasalahan sampah di kota-kota besar Indonesia pada tahun 2028. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan pengelolaan sampah dan sanitasi perkotaan secara berkelanjutan. Target tersebut melibatkan koordinasi lintas sektor dan optimalisasi infrastruktur pengelolaan sampah di berbagai kota besar. Dengan pencapaian target ini, diharapkan dapat mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat urban. Summary The Coordinating Minister for Food has set a target to resolve waste management issues in Indonesia’s major cities by 2028. This initiative reflects the government’s commitment to enhancing sustainable urban waste management and sanitation systems. The target requires cross-sectoral coordination and optimization of waste management infrastructure across major cities. Achievement of this goal is expected to reduce environmental impacts and improve the quality of life for urban communities. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News →
KLH sedang siapkan aturan produsen wajib biayai pengelolaan sampah plastik
[National] · Environment & Impact Ringkasan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sedang menyiapkan regulasi baru yang mewajibkan produsen untuk menanggung biaya pengelolaan sampah plastik. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengatasi krisis sampah plastik dan menerapkan prinsip tanggung jawab produsen (Extended Producer Responsibility/EPR). Dengan aturan ini, produsen diharapkan dapat mendorong pengurangan penggunaan plastik dan inovasi dalam pengelolaan limbah plastik. Regulasi tersebut diproyeksikan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah plastik di Indonesia secara berkelanjutan. Summary The Ministry of Environment (KLH) is preparing new regulations that mandate producers to bear the costs of plastic waste management. This policy is part of the government’s effort to address the plastic waste crisis and implement the Extended Producer Responsibility (EPR) principle. Through this regulation, producers are expected to encourage the reduction of plastic usage and foster innovation in plastic waste management. The regulation is projected to enhance the effectiveness of plastic waste management in Indonesia in a sustainable manner. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News Megapolitan →
Solo Mulai Uji Kelola Sampah Sungai Berbasis Data
[National] · Environment & Impact Ringkasan Kota Solo memulai proyek inovatif mengelola sampah sungai dengan memanfaatkan teknologi berbasis data. Sistem ini dirancang untuk mengidentifikasi sumber sampah, melacak aliran limbah, dan mengoptimalkan strategi pembersihan sungai secara real-time. Pendekatan berbasis data diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah dan mengurangi pencemaran air secara signifikan. Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kualitas air sungai di Solo. Summary Solo city has launched an innovative river waste management project by utilizing data-driven technology. The system is designed to identify waste sources, track wastewater flow, and optimize river cleaning strategies in real-time. This data-based approach is expected to improve waste management efficiency and significantly reduce water pollution. This initiative represents a strategic step in preserving environmental quality and protecting river ecosystems in Solo. ───────────── Baca selengkapnya di: Tempo.co →
Perindo Apresiasi Inisiatif Danantara Bangun Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik di Denpasar Raya
[National] · Technology Ringkasan Partai Indonesia Otsus (Perindo) memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Danantara dalam membangun fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik di Denpasar Raya. Proyek ini merupakan langkah nyata dalam mengatasi permasalahan limbah sambil menghasilkan energi terbarukan yang berkelanjutan. Inisiatif tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional sekaligus memperbaiki pengelolaan sampah di kawasan Denpasar. Kolaborasi semacam ini menunjukkan komitmen bersama dalam mewujudkan pembangunan ekonomi sirkular yang ramah lingkungan. Summary Perindo (Indonesian Party) has expressed strong appreciation for Danantara’s initiative in developing a waste-to-energy facility in the Greater Denpasar area. This project represents a concrete step in addressing waste management challenges while generating sustainable renewable energy. The initiative is expected to reduce dependence on conventional energy sources while improving waste management practices in the Denpasar region. Such collaboration demonstrates a collective commitment to achieving environmentally friendly circular economic development. ───────────── Baca selengkapnya di: SINDOnews Daerah →
PLN dukung transformasi nasional pengelolaan sampah jadi listrik
[National] · Technology Ringkasan PT PLN (Persero) memberikan dukungan penuh terhadap transformasi nasional dalam pengelolaan sampah menjadi sumber energi listrik. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk mempercepat transisi energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Dengan memanfaatkan sampah sebagai bahan bakar alternatif, PLN berkontribusi pada pengurangan volume sampah di tempat pembuangan akhir sekaligus menghasilkan energi bersih. Strategi ini sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai ekonomi sirkular dan sustainability dalam sektor kelistrikan nasional. Summary PT PLN (Persero) is providing comprehensive support for the national transformation of waste management into electricity generation. This initiative is part of PLN’s commitment to accelerate the renewable energy transition and reduce dependence on fossil fuels. By utilizing waste as an alternative fuel source, PLN contributes to reducing waste volume in landfills while generating clean energy. This strategy aligns with the government’s target to achieve a circular economy and sustainability in the national electricity sector. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News Bengkulu →
146 Pasar di Jakarta Terapkan Gerakan Pilah Sampah Mulai Agustus
[National] · Education & Community Ringkasan Sebanyak 146 pasar di Jakarta akan menerapkan gerakan pilah sampah mulai bulan Agustus sebagai bagian dari upaya peningkatan pengelolaan sampah di tingkat grassroots. Inisiatif ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir dan meningkatkan tingkat daur ulang melalui pemisahan sampah organik dan anorganik sejak sumbernya. Program ini melibatkan pedagang, pengelola pasar, dan masyarakat untuk secara bersama-sama menciptakan kebiasaan hidup berkelanjutan. Dengan melibatkan 146 lokasi strategis, pemerintah Jakarta berkomitmen mewujudkan manajemen sampah yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Summary A total of 146 markets throughout Jakarta will implement a waste sorting movement beginning in August as part of efforts to improve waste management at the grassroots level. This initiative aims to reduce the volume of waste sent to landfills and increase recycling rates through the separation of organic and inorganic waste at the source. The program engages market traders, market operators, and communities to collectively establish sustainable living practices. By involving 146 strategic locations, the Jakarta government demonstrates its commitment to achieving more efficient and environmentally friendly waste management. ───────────── Baca selengkapnya di: detikNews →