Akademisi Sebut Kebijakan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Minim Keteladanan Aksi Nyata

[National] · Policy Ringkasan Para akademisi menyoroti bahwa kebijakan pengelolaan sampah berbasis sumber masih kekurangan implementasi aksi nyata dan keteladanan dari pemangku kepentingan. Pendekatan source-based waste management memerlukan komitmen yang lebih kuat dan konsisten dalam pelaksanaannya di lapangan. Para ahli menekankan perlunya sinergi antara regulasi, edukasi, dan demonstrasi nyata untuk meningkatkan efektivitas kebijakan tersebut. Tanpa tindakan konkret dan teladan dari para pemimpin, pencapaian target pengelolaan sampah berkelanjutan akan tetap terhambat. Summary Academics have highlighted that source-based waste management policies still lack concrete implementation and exemplary leadership from stakeholders. While the regulatory framework exists, experts note that practical application in the field remains insufficient and inconsistent. Scholars emphasize the need for stronger synergy between policy regulation, public education, and demonstration of tangible actions to improve policy effectiveness. Without genuine commitment and visible leadership examples, achieving sustainable waste management targets will continue to face significant obstacles. ───────────── Baca selengkapnya di: Media Indonesia →

Kala Tumpukan Sampah Menjadi Masalah di Bandung Raya

[National] · Policy Ringkasan Bandung Raya menghadapi tantangan serius terkait pengelolaan sampah dengan terus meningkatnya volume tumpukan sampah di wilayah tersebut. Permasalahan ini mencakup kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA) yang semakin terbatas serta kurangnya infrastruktur pengelolaan sampah yang memadai. Diperlukan upaya komprehensif dari pemerintah daerah dan masyarakat untuk menerapkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan efisien. Solusi meliputi peningkatan pengurangan sampah di sumber, daur ulang, dan pengelolaan limbah berbasis teknologi modern. Summary Greater Bandung is facing serious challenges in waste management due to the continuously increasing volume of garbage accumulation in the region. The problem encompasses limited capacity of final disposal sites (TPA) and insufficient waste management infrastructure. Comprehensive efforts from local government and the community are needed to implement a sustainable and efficient waste management system. Solutions include waste reduction at the source, recycling enhancement, and modern technology-based waste management approaches. ───────────── Baca selengkapnya di: detikcom →

Penyuluhan Membuat Ekoenzim di Sekolah

[National] · Education & Community Ringkasan Sustainable Waste Indonesia (SWI) mengadakan penyuluhan tentang pembuatan ekoenzim kepada siswa di sekolah sebagai bagian dari upaya edukasi lingkungan. Ekoenzim merupakan produk ramah lingkungan yang dibuat dari limbah organik dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan kebersihan dan perawatan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pengelolaan sampah organik dan potensi ekonomi sirkular. Melalui kegiatan praktis ini, siswa diharapkan dapat menerapkan prinsip keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Summary Sustainable Waste Indonesia (SWI) conducted an educational seminar on ecoenzyme production to students at schools as part of environmental awareness initiatives. Ecoenzyme is an eco-friendly product created from organic waste and can be utilized for various cleaning and maintenance purposes. This program aims to raise awareness among young generations about organic waste management and the potential of circular economy. Through these practical activities, students are expected to apply sustainability principles in their daily lives. ───────────── Baca selengkapnya di: Bisnis.com →

Jembrana punya percontohan integrasi kelola sampah berbasis digital

[National] · Other Ringkasan Kabupaten Jembrana telah mengembangkan sistem pengelolaan sampah terintegrasi berbasis digital sebagai percontohan inovasi pengelolaan limbah. Sistem ini menggabungkan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi pengumpulan, pemilahan, dan pemrosesan sampah di tingkat komunitas. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat diterapkan di daerah lain untuk mendukung ekonomi sirkular dan pengurangan dampak lingkungan. Jembrana membuktikan komitmen dalam menciptakan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan modern. Summary Jembrana Regency has developed an integrated digital-based waste management system as a pilot project for innovative waste handling solutions. The system combines digital technology to enhance the efficiency of waste collection, sorting, and processing at the community level. This initiative is expected to serve as a replicable model for other regions to support circular economy and reduce environmental impact. Jembrana demonstrates its commitment to creating sustainable and modern waste management solutions. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News Bali →

Pemkab Banyumas memperkuat pengelolaan sampah pasar berbasis KSM

[National] · Policy Ringkasan Pemerintah Kabupaten Banyumas memperkuat sistem pengelolaan sampah pasar melalui pemberdayaan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Inisiatif ini bertujuan meningkatkan efisiensi pengumpulan dan pemilahan sampah di pasar-pasar tradisional kabupaten. Dengan melibatkan masyarakat lokal, program ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru. Pendekatan berbasis KSM memastikan keberlanjutan pengelolaan sampah yang inklusif dan berdampak positif bagi lingkungan dan ekonomi lokal. Summary Banyumas Regency Government strengthens market waste management through community-based self-help groups (KSM). This initiative aims to improve waste collection and sorting efficiency across traditional markets in the regency. By engaging local communities, the program is expected to reduce waste volume going to landfills while creating new economic opportunities. The KSM-based approach ensures sustainable waste management that is inclusive and delivers positive impacts for both environment and local economy. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News Jateng →

Titik Kritis Kebijakan Residu ke TPA/TPST

[National] · Technology Ringkasan Kebijakan pengelolaan residu ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) atau Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) mencapai titik kritis yang memerlukan evaluasi mendalam. Persoalan mendasar terletak pada ketidaksesuaian antara kapasitas infrastruktur dengan volume residu yang terus meningkat, ditambah rendahnya tingkat pemilahan sampah di sumber. Diperlukan reformasi komprehensif dalam aspek pengurangan residu, optimalisasi fasilitas pemrosesan, dan peningkatan partisipasi masyarakat. Tanpa intervensi segera, sistem pengelolaan residu akan menghadapi kolaps yang berdampak signifikan terhadap lingkungan dan kesehatan publik. Summary The policy on waste residue management to Final Processing Sites (TPA) or Integrated Waste Processing Centers (TPST) has reached a critical juncture requiring thorough evaluation. The fundamental challenge lies in the mismatch between infrastructure capacity and the continuously increasing volume of residue, compounded by low waste segregation rates at the source. Comprehensive reform is needed in waste reduction strategies, optimization of processing facilities, and enhanced community participation. Without immediate intervention, the residue management system will face collapse with significant implications for environmental sustainability and public health. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.id →

DPRD DKI Minta Penanganan Sampah Jakarta Tak Hanya Andalkan PSEL

[National] · Policy Ringkasan DPRD DKI Jakarta menekankan pentingnya diversifikasi penanganan sampah kota dan tidak hanya bergantung pada Pusat Saniter Energi Lanjut (PSEL). Lembaga legislatif tersebut meminta pemerintah provinsi mengembangkan solusi pengelolaan sampah yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Pendekatan multi-strategi diperlukan untuk mengatasi volume sampah yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk Jakarta. Diversifikasi ini diharapkan dapat mengurangi beban pada PSEL dan meningkatkan efisiensi penanganan sampah secara keseluruhan. Summary The Jakarta Regional House of Representatives emphasizes the importance of diversifying the city’s waste management approach beyond reliance on the Integrated Waste Energy Center (PSEL). The legislative body has urged the provincial government to develop more comprehensive and sustainable waste management solutions. A multi-strategy approach is necessary to address the growing volume of waste as Jakarta’s population continues to increase. This diversification is expected to reduce the burden on PSEL and enhance overall waste management efficiency. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.com →

Inovasi Warga Gandaria Jaksel Kembangkan Alat Sampah Plastik Punya Nilai Ekonomi

[National] · Policy Ringkasan Warga Gandaria, Jakarta Selatan, mengembangkan inovasi untuk mengubah sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Inisiatif ini bertujuan mengurangi volume sampah plastik sekaligus menciptakan peluang usaha bagi masyarakat lokal. Melalui alat dan teknologi yang dikembangkan, sampah plastik dapat diproses menjadi berbagai produk berguna yang memiliki nilai jual. Upaya ini menunjukkan komitmen komunitas dalam mewujudkan ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Summary Gandaria residents in South Jakarta have developed an innovation to convert plastic waste into high-value economic products. This initiative aims to reduce plastic waste volume while creating business opportunities for the local community. Through specially designed equipment and technology, plastic waste can be processed into various useful products with commercial value. This effort demonstrates the community’s commitment to achieving circular economy principles and sustainable waste management. ───────────── Baca selengkapnya di: Liputan6.com →

Produksi Sampah Kota Jayapura Mencapai 240 Ton Per Hari

[National] · Other Ringkasan Kota Jayapura menghasilkan sampah sebesar 240 ton per hari, mencerminkan tantangan pengelolaan limbah yang signifikan di kawasan perkotaan. Volume sampah yang besar ini memerlukan strategi penanganan yang komprehensif dan berkelanjutan untuk mencegah dampak negatif terhadap lingkungan. Peningkatan produksi sampah sejalan dengan pertumbuhan populasi dan aktivitas ekonomi di kota. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta untuk mengoptimalkan sistem pengolahan sampah dan mendorong praktik ekonomi sirkular. Summary Jayapura city generates 240 tons of waste daily, highlighting a significant waste management challenge in this urban area. This substantial waste volume requires comprehensive and sustainable handling strategies to prevent negative environmental impacts. The increase in waste production aligns with population growth and economic activities in the city. Collaboration between local government, communities, and the private sector is essential to optimize waste management systems and promote circular economy practices. ───────────── Baca selengkapnya di: republika.co.id →

DPRD-Dinas Lingkungan Hidup Samarinda kaji PLTSa Sambutan

[National] · Policy Ringkasan DPRD dan Dinas Lingkungan Hidup Samarinda melakukan kajian terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di lokasi Sambutan. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi operasional dan efektivitas fasilitas dalam mengelola sampah sekaligus menghasilkan energi terbarukan. Tim dari kedua instansi akan menganalisis aspek teknis, lingkungan, dan ekonomi dari PLTSa Sambutan. Hasil kajian diharapkan menjadi acuan untuk pengembangan infrastruktur pengelolaan sampah berkelanjutan di Samarinda. Summary The Samarinda Regional Legislative Assembly (DPRD) and Environmental Agency have conducted a comprehensive study of the Waste-to-Energy Power Plant (PLTSa) at Sambutan location. The assessment aims to evaluate the facility’s operational performance and effectiveness in waste management while generating renewable energy. The joint team will analyze the technical, environmental, and economic aspects of the Sambutan PLTSa facility. The study findings are expected to serve as a reference for developing sustainable waste management infrastructure in Samarinda. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News →