[National] · Technology
Ringkasan
Fadli Rahman menekankan bahwa Pembangkit Listrik Sampah Energi (PSEL) bukan dirancang semata-mata untuk meningkatkan produksi listrik, melainkan sebagai solusi utama dalam menangani permasalahan sampah yang terus meningkat. PSEL merupakan teknologi yang mengubah sampah menjadi energi listrik, sekaligus mengurangi volume limbah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA). Dengan pendekatan ini, pemerintah dan industri dapat mencapai tujuan ganda: mengelola sampah secara berkelanjutan sambil berkontribusi pada kebutuhan energi nasional. Implementasi PSEL diharapkan menjadi bagian integral dari strategi pengelolaan sampah jangka panjang di Indonesia.
Summary
Fadli Rahman stressed that Waste-to-Energy Power Plants (PSEL) are not primarily designed to boost electricity production, but rather to serve as a primary solution for managing Indonesia’s growing waste problem. PSEL technology converts waste into electrical energy while simultaneously reducing the volume of waste destined for landfills. Through this approach, both government and industry can achieve dual objectives: managing waste sustainably while contributing to national energy needs. The implementation of PSEL is expected to become an integral part of Indonesia’s long-term waste management strategy.
─────────────
Baca selengkapnya di: Kompas.id →