Memaksimalkan Sampah Rumah Tangga untuk Eco Enzyme
[National] · Other Ringkasan Eco enzyme merupakan solusi inovatif untuk mengelola sampah organik rumah tangga dengan mengubahnya menjadi produk yang bermanfaat. Proses fermentasi sederhana menggunakan sisa makanan, gula, dan air dapat menghasilkan cairan multifungsi yang ramah lingkungan. Eco enzyme dapat digunakan sebagai pembersih, pupuk, dan pengawet alami untuk berbagai keperluan sehari-hari. Dengan memaksimalkan pemanfaatan sampah organik, masyarakat dapat berkontribusi aktif dalam mengurangi volume sampah sambil menciptakan produk bernilai tambah. Summary Eco enzyme represents an innovative solution for managing household organic waste by transforming it into valuable products. A simple fermentation process using food scraps, sugar, and water produces a multifunctional liquid that is environmentally friendly. Eco enzyme can be utilized as a natural cleaner, fertilizer, and preservative for various daily purposes. By maximizing the use of organic waste, communities can actively contribute to reducing waste volume while creating value-added products. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.id →
‘The only possible transition is a just transition’: Interview with WEF’s Clemence Schmid – news
[International] · Other Ringkasan Dalam wawancara dengan Clemence Schmid dari World Economic Forum, beliau menekankan pentingnya transisi yang adil dalam konteks keberlanjutan lingkungan dan ekonomi. Transisi yang adil memastikan bahwa perubahan menuju ekonomi berkelanjutan tidak meninggalkan komunitas yang rentan, khususnya pekerja dan masyarakat lokal yang bergantung pada industri tradisional. Pendekatan ini mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan untuk menciptakan solusi yang inklusif dan berkelanjutan jangka panjang. Summary In an interview with Clemence Schmid from the World Economic Forum, she emphasizes the critical importance of a just transition in the context of environmental and economic sustainability. A just transition ensures that the shift toward a sustainable economy does not leave vulnerable communities, particularly workers and local populations dependent on traditional industries, behind. This approach integrates social, economic, and environmental dimensions to create inclusive and long-term sustainable solutions. ───────────── Baca selengkapnya di: news – Mongabay →
Pertamina menggandeng gereja perkuat pengelolaan sampah di Kupang
[National] · Other Ringkasan Pertamina berkolaborasi dengan gereja untuk meningkatkan pengelolaan sampah di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kemitraan ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung program keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan komunitas lokal. Melalui kerjasama ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Summary Pertamina has partnered with churches to strengthen waste management efforts in Kupang, East Nusa Tenggara. This collaboration is part of Pertamina’s commitment to supporting environmental sustainability programs and empowering local communities. Through this cooperation, it is expected to raise public awareness about the importance of sustainable waste management and reduce negative environmental impacts. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News →
UU Pengelolaan Sampah Digugat ke MK, Mekanisme Pengaduan Jadi Sorotan
[National] · Other Ringkasan Undang-Undang Pengelolaan Sampah telah digugat ke Mahkamah Konstitusi, dengan mekanisme pengaduan menjadi fokus utama permasalahan. Gugatan ini mengindikasikan adanya kekhawatiran terhadap efektivitas dan akuntabilitas sistem pengelolaan sampah yang diatur dalam UU tersebut. Mekanisme pengaduan yang disorot dianggap kurang responsif terhadap keluhan masyarakat mengenai pengelolaan sampah. Permasalahan ini menunjukkan pentingnya penyempurnaan regulasi untuk meningkatkan perlindungan lingkungan dan kepuasan publik. Summary The Waste Management Law has been challenged before the Constitutional Court, with the complaint mechanism becoming the central focus of concern. This lawsuit indicates worries about the effectiveness and accountability of the waste management system regulated under this law. The complaint mechanism under scrutiny is considered insufficiently responsive to public grievances regarding waste management practices. This issue highlights the importance of regulatory improvements to enhance environmental protection and public satisfaction. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.com →
Tata Kelola Sampah Masih Munculkan Anomali
[National] · Other Ringkasan Tata kelola sampah di Indonesia masih menghadapi berbagai anomali yang menghambat efektivitas sistem pengelolaan limbah. Permasalahan tersebut mencakup inkonsistensi implementasi regulasi, ketimpangan infrastruktur antar daerah, dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Anomali dalam tata kelola sampah ini mengakibatkan peningkatan volume sampah yang tidak terkelola dengan baik dan berdampak negatif terhadap lingkungan. Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk mengatasi tantangan sistemik dalam pengelolaan sampah nasional. Summary Waste management governance in Indonesia continues to face various anomalies that impede the effectiveness of the waste management system. These issues encompass inconsistent regulatory implementation, infrastructure disparities across regions, and low public awareness regarding sustainable waste management practices. The anomalies in waste governance result in increasing volumes of poorly managed waste and negative environmental impacts. Strong synergy among government, private sector, and society is essential to address systemic challenges in national waste management. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.id →
Eddy Soeparno: Pengelolaan Sampah Butuh Perubahan Dasar
[National] · Other Ringkasan Eddy Soeparno menekankan bahwa pengelolaan sampah di Indonesia memerlukan perubahan mendasar dalam sistem dan pendekatan. Perubahan fundamental ini tidak hanya melibatkan aspek teknis operasional, tetapi juga membutuhkan transformasi dalam kesadaran masyarakat dan kebijakan pemerintah. Dengan implementasi perubahan dasar tersebut, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah dan menciptakan lingkungan yang lebih berkelanjutan. Pernyataan ini menekankan pentingnya komitmen kolektif dari semua pihak untuk mengatasi krisis sampah di Indonesia. Summary Eddy Soeparno emphasizes that waste management in Indonesia requires fundamental changes in systems and approaches. This transformation goes beyond technical operational aspects, encompassing shifts in public awareness and government policies. By implementing these foundational changes, Indonesia aims to enhance waste management effectiveness and create a more sustainable environment. The statement underscores the importance of collective commitment from all stakeholders in addressing the nation’s waste crisis. ───────────── Baca selengkapnya di: detikNews →
Toyota Hadirkan Waste Station di Balai Kota DKI Jakarta untuk Dukung Pengelolaan Sampah Berkelanjutan dan Ekonomi Sirkular
[National] · Other Ringkasan Toyota menghadirkan Waste Station di Balai Kota DKI Jakarta sebagai bentuk komitmen terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan dan ekonomi sirkular. Fasilitas ini dirancang untuk memudahkan pemilahan sampah dan mendorong praktik daur ulang yang lebih baik di lingkungan perkotaan. Inisiatif tersebut merupakan kolaborasi antara Toyota dan pemerintah DKI Jakarta untuk mengurangi dampak lingkungan dan menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien. Waste Station ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan infrastruktur hijau di berbagai lokasi strategis lainnya di Jakarta. Summary Toyota has introduced a Waste Station at Jakarta City Hall to support sustainable waste management and circular economy practices. The facility is designed to facilitate waste segregation and encourage better recycling practices in the urban environment. This initiative represents a collaboration between Toyota and the Jakarta Provincial Government to reduce environmental impact and create a more efficient waste management system. The Waste Station is expected to serve as a model for developing green infrastructure at other strategic locations throughout Jakarta. ───────────── Baca selengkapnya di: Media Indonesia →
Somerset refuse timetable changes amid 30,000 missed bin collections
[International] · Other Ringkasan Somerset mengalami krisis pengumpulan sampah dengan 30,000 pengumpulan yang terlewatkan, memaksa otoritas lokal untuk mengubah jadwal pengambilan sampah. Masalah ini mencerminkan tantangan operasional serius dalam manajemen limbah yang berdampak langsung pada layanan publik. Perubahan jadwal dilakukan sebagai upaya mitigasi untuk mengatasi backlog dan meningkatkan efisiensi pengumpulan sampah. Insiden ini menekankan pentingnya perencanaan infrastruktur dan sumber daya yang memadai dalam sistem pengelolaan limbah. Summary Somerset is facing a waste collection crisis with 30,000 missed bin collections, prompting local authorities to revise their collection schedules. The issue reflects serious operational challenges in waste management that directly impact public services. Schedule adjustments have been implemented as a mitigation effort to address the backlog and improve collection efficiency. This incident underscores the importance of adequate infrastructure planning and resource allocation in waste management systems. ───────────── Baca selengkapnya di: BBC →
Capaian Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) jadi indikator penilaian Mangupura Award
[National] · Other Ringkasan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) menjadi salah satu indikator utama dalam penilaian Mangupura Award. Pencapaian program PSBS mencerminkan komitmen daerah dalam mengurangi volume sampah dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pemilahan sampah dari sumbernya. Penetapan indikator ini menunjukkan pentingnya pendekatan berkelanjutan dalam manajemen sampah untuk mencapai target pengurangan limbah nasional. Program penghargaan ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak daerah untuk mengimplementasikan PSBS secara komprehensif dan terukur. Summary Source-Based Waste Management (PSBS) has been established as a key indicator in the assessment criteria for the Mangupura Award. The achievement of PSBS programs reflects a region’s commitment to reducing waste volume and enhancing public awareness regarding waste segregation at the source. This indicator designation underscores the importance of a sustainable approach to waste management in achieving national waste reduction targets. The award program is expected to encourage more regions to implement PSBS comprehensively and measurably. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News Bali →
Video: Buka JEFF 2026, Pramono Dorong Penanganan Sampah Jakarta Lebih Masif
[National] · Other Ringkasan Wakil Gubernur Jakarta Pramono Anom membuka Jakarta Environmental Future Forum (JEFF) 2026 dengan menekankan pentingnya peningkatan penanganan sampah di Jakarta secara lebih masif dan terkoordinasi. Acara ini menjadi platform bagi para stakeholder untuk membahas solusi inovatif dalam mengatasi tantangan pengelolaan sampah yang terus meningkat seiring pertumbuhan kota. Pramono mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta untuk berkomitmen dalam mempercepat transformasi sistem pengelolaan limbah Jakarta menuju keberlanjutan. Inisiatif ini mencerminkan urgensi Jakarta dalam mencapai target pengurangan sampah dan penerapan ekonomi sirkular. Summary Jakarta Vice Governor Pramono Anom inaugurated the Jakarta Environmental Future Forum (JEFF) 2026 by emphasizing the need for more massive and coordinated waste management efforts in Jakarta. The event serves as a platform for stakeholders to discuss innovative solutions to address the escalating waste management challenges amid the city’s growth. Pramono called upon all elements of society, government, and the private sector to commit to accelerating the transformation of Jakarta’s waste management system toward sustainability. This initiative reflects Jakarta’s urgency in achieving waste reduction targets and implementing circular economy principles. ───────────── Baca selengkapnya di: 20detik →