E360s enters US market with acquisition of Marcotte Disposal

[International] · Other Ringkasan E360s, perusahaan manajemen limbah terkemuka, telah memasuki pasar Amerika Serikat melalui akuisisi Marcotte Disposal. Langkah strategis ini memungkinkan E360s untuk memperluas jangkauan operasional dan layanan pengelolaan limbah di wilayah baru. Dengan integrasi Marcotte Disposal, E360s dapat meningkatkan kapasitas dan infrastruktur penanganan limbah sambil memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam industri keberlanjutan limbah. Akuisisi ini mencerminkan komitmen E360s untuk pertumbuhan berkelanjutan dan inovasi dalam solusi pengelolaan limbah. Summary E360s, a leading waste management company, has entered the US market through the acquisition of Marcotte Disposal. This strategic move enables E360s to expand its operational reach and waste management services across new geographic territories. By integrating Marcotte Disposal, E360s strengthens its infrastructure capacity and reinforces its position as a major player in the waste sustainability industry. The acquisition demonstrates E360s’s commitment to sustainable growth and innovation in waste management solutions. ───────────── Baca selengkapnya di: Waste Dive →

Lingkungan: Longsor sampah di TPST ‘terbesar di Asia Tenggara’ Bantargebang tewaskan tujuh orang – ‘Cerminan sistem pengelolaan sampah yang amburadul’

[International] · Policy Ringkasan Longsor sampah yang terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPST) Bantargebang, yang merupakan fasilitas terbesar di Asia Tenggara, telah menewaskan tujuh orang. Insiden ini mencerminkan kelemahan serius dalam sistem pengelolaan sampah nasional yang masih chaotis dan tidak terkelola dengan baik. Tragedi ini menyoroti urgensi reformasi menyeluruh dalam infrastruktur pengelolaan limbah Indonesia untuk mencegah bencana serupa di masa depan. Summary A waste landslide at the Bantargebang Final Waste Processing Site (TPST), Southeast Asia’s largest waste facility, has claimed seven lives. The incident highlights critical failures in Indonesia’s waste management system, which continues to operate in a disorganized and poorly controlled manner. This tragedy underscores the urgent need for comprehensive reforms in the nation’s waste management infrastructure to prevent future disasters. ───────────── Baca selengkapnya di: BBC →

PSEL Denpasar Mulai Dibangun, 1.400 Ton Sampah/Hari Bakal Jadi Listrik

[National] · Policy Ringkasan Pembangunan Pusat Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) Denpasar telah dimulai dengan target mengolah 1.400 ton sampah per hari. Fasilitas ini akan mengkonversi limbah padat menjadi energi listrik melalui teknologi waste-to-energy yang ramah lingkungan. Proyek strategis ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan pengelolaan sampah di Denpasar sekaligus menghasilkan energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan listrik lokal. PSEL Denpasar merupakan komitmen nyata dalam mewujudkan ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan di Bali. Summary Construction of the Denpasar Electric Power Waste Processing Center (PSEL) has begun with a target to process 1,400 tons of waste per day. The facility will convert solid waste into electrical energy using environmentally friendly waste-to-energy technology. This strategic project is expected to address Denpasar’s solid waste management challenges while generating renewable energy to meet local electricity needs. PSEL Denpasar represents a concrete commitment to achieving a circular economy and sustainable development in Bali. ───────────── Baca selengkapnya di: detikFinance →

Pemerintah Targetkan Masalah Gunungan Sampah Beres 2028

[National] · Policy Ringkasan Pemerintah telah menetapkan target ambisius untuk menyelesaikan permasalahan gunungan sampah di seluruh Indonesia pada tahun 2028. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya komprehensif untuk mengelola limbah yang terakumulasi dan meningkatkan infrastruktur pengolahan sampah nasional. Strategi pemerintah melibatkan kolaborasi dengan berbagai stakeholder, termasuk pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat. Pencapaian target ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan publik secara signifikan. Summary The Indonesian government has set an ambitious target to resolve the accumulated waste problem across the country by 2028. This initiative is part of a comprehensive effort to manage landfill waste and enhance national waste management infrastructure. The government’s strategy involves collaboration among various stakeholders, including local authorities, the private sector, and communities. Achieving this target is expected to significantly improve environmental quality and public health. ───────────── Baca selengkapnya di: Liputan6.com →

314 Sanksi Administratif Diterbitkan Terkait Pengelolaan TPA

[National] · Technology Ringkasan Pemerintah telah menerbitkan 314 sanksi administratif terkait pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dalam upaya penegakan regulasi lingkungan. Sanksi tersebut diberikan kepada pengelola TPA yang tidak mematuhi standar operasional dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Langkah ini menunjukkan komitmen otoritas dalam memastikan pengelolaan sampah dilakukan secara bertanggung jawab dan ramah lingkungan. Tindakan administratif ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas pengelolaan TPA di seluruh Indonesia. Summary The government has issued 314 administrative sanctions related to Final Disposal Site (TPA) management as part of environmental regulation enforcement. These sanctions were imposed on TPA operators who failed to comply with operational standards and applicable legal provisions. This action demonstrates the authorities’ commitment to ensuring waste management is conducted responsibly and environmentally sustainably. The administrative measures are expected to encourage improved TPA management quality across Indonesia. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.id →

‘The only possible transition is a just transition’: Interview with WEF’s Clemence Schmid – news

[International] · Other Ringkasan Dalam wawancara dengan Clemence Schmid dari World Economic Forum (WEF), beliau menekankan bahwa transisi menuju ekonomi berkelanjutan harus bersifat adil dan inklusif bagi semua pemangku kepentingan. Transisi yang hanya menguntungkan sebagian kelompok akan menciptakan ketidaksetaraan dan penolakan sosial terhadap upaya keberlanjutan. Pendekatan “just transition” memastikan bahwa masyarakat, terutama yang paling rentan, mendapat manfaat dan dukungan selama perubahan menuju sistem yang lebih ramah lingkungan. Strategi ini krusial untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan sambil menjaga stabilitas sosial dan ekonomi. Summary In an interview with Clemence Schmid from the World Economic Forum (WEF), she emphasizes that the transition toward a sustainable economy must be just and inclusive for all stakeholders. A transition that benefits only certain groups will create inequality and social resistance to sustainability efforts. The “just transition” approach ensures that communities, particularly the most vulnerable, benefit from and receive support during the shift toward more environmentally sustainable systems. This strategy is crucial for achieving sustainable development goals while maintaining social and economic stability. ───────────── Baca selengkapnya di: news – Mongabay →

Lingkungan: Longsor sampah di TPST ‘terbesar di Asia Tenggara’ Bantargebang tewaskan tujuh orang – ‘Cerminan sistem pengelolaan sampah yang amburadul’

[International] · Policy Ringkasan Longsor sampah di Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, yang merupakan fasilitas terbesar di Asia Tenggara, telah mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia. Insiden ini mencerminkan kegagalan serius dalam sistem pengelolaan sampah nasional yang masih amburadul dan memerlukan reformasi mendesak. Tragedi ini menyoroti risiko struktural dan operasional yang dihadapi fasilitas pemrosesan sampah skala besar di Indonesia. Perbaikan infrastruktur, protokol keselamatan, dan kebijakan pengelolaan sampah yang komprehensif menjadi prioritas utama untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Summary A waste landslide at the Bantargebang Integrated Waste Processing Facility (TPST), Southeast Asia’s largest waste management facility, has resulted in seven fatalities. The incident reflects serious failures in Indonesia’s chaotic waste management system, which demands urgent reform and intervention. This tragedy highlights the significant structural and operational risks faced by large-scale waste processing facilities throughout the country. Improvements in infrastructure, safety protocols, and comprehensive waste management policies are now essential priorities to prevent similar disasters from occurring in the future. ───────────── Baca selengkapnya di: BBC →

Turning Ginger Waste into Biobriquettes

[National] · Other Ringkasan Limbah jahe dari proses pengolahan industri kini dapat diubah menjadi briket bio yang ramah lingkungan melalui teknologi inovatif. Biobriquette dari limbah jahe menawarkan solusi berkelanjutan untuk mengurangi limbah organik sekaligus menghasilkan sumber energi terbarukan. Produk ini memiliki potensi ekonomis yang signifikan dengan menurunkan biaya pembuangan limbah dan menciptakan nilai tambah bagi industri pertanian dan pengolahan. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mengelola limbah organik dan transisi menuju ekonomi sirkular. Summary Ginger processing waste from industrial operations can now be transformed into environmentally friendly biobriquettes through innovative technology. Biobriquettes made from ginger waste offer a sustainable solution for reducing organic waste while generating renewable energy sources. This product demonstrates significant economic potential by decreasing waste disposal costs and creating added value for the agricultural and processing industries. This initiative aligns with Indonesia’s commitment to managing organic waste and transitioning toward a circular economy. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.id →

Menko Pangan targetkan persoalan sampah kota besar tuntas pada 2028

[National] · Other Ringkasan Menteri Koordinator Bidang Pangan menargetkan penyelesaian permasalahan sampah di kota-kota besar Indonesia pada tahun 2028. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan pengelolaan sampah dan sanitasi perkotaan secara berkelanjutan. Target tersebut melibatkan koordinasi lintas sektor dan optimalisasi infrastruktur pengelolaan sampah di berbagai kota besar. Dengan pencapaian target ini, diharapkan dapat mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat urban. Summary The Coordinating Minister for Food has set a target to resolve waste management issues in Indonesia’s major cities by 2028. This initiative reflects the government’s commitment to enhancing sustainable urban waste management and sanitation systems. The target requires cross-sectoral coordination and optimization of waste management infrastructure across major cities. Achievement of this goal is expected to reduce environmental impacts and improve the quality of life for urban communities. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News →

KLH sedang siapkan aturan produsen wajib biayai pengelolaan sampah plastik

[National] · Environment & Impact Ringkasan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sedang menyiapkan regulasi baru yang mewajibkan produsen untuk menanggung biaya pengelolaan sampah plastik. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengatasi krisis sampah plastik dan menerapkan prinsip tanggung jawab produsen (Extended Producer Responsibility/EPR). Dengan aturan ini, produsen diharapkan dapat mendorong pengurangan penggunaan plastik dan inovasi dalam pengelolaan limbah plastik. Regulasi tersebut diproyeksikan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah plastik di Indonesia secara berkelanjutan. Summary The Ministry of Environment (KLH) is preparing new regulations that mandate producers to bear the costs of plastic waste management. This policy is part of the government’s effort to address the plastic waste crisis and implement the Extended Producer Responsibility (EPR) principle. Through this regulation, producers are expected to encourage the reduction of plastic usage and foster innovation in plastic waste management. The regulation is projected to enhance the effectiveness of plastic waste management in Indonesia in a sustainable manner. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News Megapolitan →