New Hampshire waste policy evolving with disposal fee, organics ban

[International] · Policy Ringkasan New Hampshire sedang mengembangkan kebijakan pengelolaan sampah dengan menerapkan biaya pembuangan dan larangan terhadap limbah organik. Langkah ini merupakan bagian dari upaya negara bagian untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir dan mendorong praktik pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. Kebijakan baru ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengurangan sampah dan pemilahan limbah organik untuk didaur ulang menjadi kompos. Summary New Hampshire is evolving its waste management policy by implementing disposal fees and implementing a ban on organic waste. This initiative reflects the state’s commitment to reducing waste volume sent to landfills and promoting more sustainable waste management practices. The new policy is expected to raise public awareness about waste reduction and encourage the separation of organic waste for composting and recycling purposes. ───────────── Baca selengkapnya di: Waste Dive →

Edukasi Tingkatkan Kesadaran Masyarakat pada Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

[National] · Education & Community Ringkasan Sustainable Waste Indonesia (SWI) menekankan peran penting edukasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan. Melalui program edukasi yang terstruktur, masyarakat diharapkan dapat memahami dampak negatif sampah terhadap lingkungan dan mengimplementasikan praktik pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Inisiatif ini mencakup sosialisasi tentang 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta pentingnya segregasi sampah sejak dari sumber. Dengan meningkatnya kesadaran publik, diharapkan terjadi perubahan perilaku yang signifikan dalam mengurangi volume sampah dan mendukung ekonomi sirkular. Summary Sustainable Waste Indonesia (SWI) emphasizes the crucial role of education in raising public awareness about sustainable waste management. Through structured educational programs, communities are expected to understand the negative impacts of waste on the environment and implement responsible waste management practices. This initiative includes public outreach on the 3R principles (Reduce, Reuse, Recycle) and the importance of waste segregation at the source. With increased public awareness, significant behavioral changes are anticipated that will reduce waste volumes and support a circular economy. ───────────── Baca selengkapnya di: Media Indonesia →

ITDC Gandeng Masyarakat Benoa Kelola Sampah Organik Jadi Eco Enzyme

[National] · Education & Community Ringkasan ITDC berkolaborasi dengan masyarakat Benoa untuk mengelola sampah organik menjadi eco enzyme, suatu produk ramah lingkungan yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Inisiatif ini merupakan upaya nyata dalam mengurangi volume sampah organik sekaligus memberdayakan komunitas lokal melalui program ekonomi sirkular. Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, ITDC menciptakan solusi berkelanjutan yang memberikan nilai tambah ekonomi dan lingkungan. Program ini menunjukkan komitmen ITDC terhadap pengelolaan limbah yang inovatif dan berwawasan lingkungan. Summary ITDC collaborates with the Benoa community to convert organic waste into eco enzyme, an environmentally friendly product with multiple applications. This initiative represents a concrete effort to reduce organic waste volume while empowering local communities through circular economy programs. By directly engaging residents, ITDC creates a sustainable solution that delivers both economic and environmental added value. The program demonstrates ITDC’s commitment to innovative and environmentally conscious waste management practices. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.com →

Pemerintah kota Jambi perkuat pengelolaan sampah dukung Gerakan Indonesia ASRI

[National] · Policy Ringkasan Pemerintah Kota Jambi memperkuat sistem pengelolaan sampah sebagai bagian dari komitmen mendukung Gerakan Indonesia ASRI (Ayo Hidup Sehat dan Ramah Lingkungan). Upaya ini mencakup peningkatan infrastruktur dan optimalisasi mekanisme pengelolaan limbah untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. Langkah strategis pemerintah kota diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keberlanjutan dan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Dengan memperkuat pengelolaan sampah, Kota Jambi turut berkontribusi pada agenda pembangunan berkelanjutan nasional. Summary The Jambi City Government strengthens waste management systems as part of its commitment to support the Indonesia ASRI Movement (Let’s Live Healthy and Environmentally Friendly). This initiative encompasses enhanced infrastructure and optimized waste management mechanisms to minimize environmental impact. The city government’s strategic measures are expected to increase public awareness regarding the importance of sustainability and responsible waste management. By strengthening waste management, Jambi City contributes to the national sustainable development agenda. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News Jambi →

WMW | Circular Economy: Waste management’s post-growth reckoning: Why resilience must replace optimisation

[International] · Technology Ringkasan Ekonomi sirkular menghadirkan tantangan fundamental bagi industri manajemen sampah yang selama ini berfokus pada optimisasi efisiensi dalam sistem pertumbuhan linier. Artikel ini menekankan perlunya pergeseran paradigma dari optimisasi menuju ketahanan sistem, mengingat keterbatasan sumber daya dan dampak lingkungan yang terus meningkat. Resiliensi menjadi kunci utama untuk membangun sektor manajemen sampah yang dapat beradaptasi dengan dinamika ekonomi pasca-pertumbuhan dan perubahan iklim. Transisi ini memerlukan inovasi kebijakan dan teknologi yang mendukung siklus material berkelanjutan daripada sekadar meningkatkan produktivitas. Summary The circular economy presents a fundamental challenge to the waste management industry, which has traditionally focused on efficiency optimisation within linear growth systems. The article emphasises the necessity of shifting from optimisation toward building system resilience, considering finite resources and mounting environmental impacts. Resilience becomes essential for developing a waste management sector capable of adapting to post-growth economics and climate change dynamics. This transition requires policy innovation and technology that supports sustainable material cycles rather than merely increasing productivity. ───────────── Baca selengkapnya di: Waste Management World →

Waste to Watts: Ohio’s Green Energy Landfills

[International] · Technology Ringkasan Waste to Watts menampilkan transformasi inovatif tempat pembuangan sampah di Ohio menjadi sumber energi terbarukan yang berkelanjutan. Melalui teknologi penangkapan gas metana, fasilitas-fasilitas ini mengkonversi emisi berbahaya menjadi listrik bersih untuk ribuan rumah tangga. Inisiatif ini menunjukkan bagaimana manajemen limbah modern dapat berkontribusi signifikan pada pengurangan emisi karbon dan transisi energi hijau. Studi kasus Ohio menjadi model inspiratif bagi komunitas lain dalam mengoptimalkan sumber daya limbah untuk keberlanjutan lingkungan. Summary Waste to Watts showcases the innovative transformation of Ohio’s landfills into sustainable renewable energy sources. Through advanced methane gas capture technology, these facilities convert harmful emissions into clean electricity powering thousands of households. This initiative demonstrates how modern waste management can significantly contribute to carbon emission reduction and green energy transition. Ohio’s case study serves as an inspiring model for other communities seeking to optimize waste resources for environmental sustainability. ───────────── Baca selengkapnya di: ArcGIS StoryMaps →

California legislature advances key waste, recycling bills

[International] · Technology Ringkasan Legislatur California telah memajukan beberapa undang-undang penting yang berkaitan dengan manajemen limbah dan daur ulang. Langkah ini menunjukkan komitmen negara bagian terhadap pengurangan limbah dan peningkatan praktik keberlanjutan. Undang-undang yang diajukan diharapkan dapat memperkuat infrastruktur daur ulang dan mengurangi dampak lingkungan dari limbah konsumen. Inisiatif ini sejalan dengan target California untuk mencapai ekonomi sirkular yang lebih baik. Summary The California legislature has advanced several key bills focused on waste management and recycling initiatives. This development demonstrates the state’s commitment to waste reduction and sustainable practices. The proposed legislation is expected to strengthen recycling infrastructure and minimize environmental impacts from consumer waste. These initiatives align with California’s broader goals of establishing a more circular economy. ───────────── Baca selengkapnya di: Waste Dive →

Desa Energi Berdikari Keliki Sulap Sampah Jadi Kompos-Eco Enzyme

[National] · Technology Ringkasan Desa Energi Berdikari Keliki mengembangkan inovasi pengelolaan sampah dengan mengubah limbah organik menjadi kompos dan eco enzyme. Program ini merupakan upaya berkelanjutan untuk mengurangi volume sampah sekaligus menciptakan produk bernilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat lokal. Inisiatif desa ini menunjukkan komitmen terhadap ekonomi sirkular dan pemberdayaan komunitas dalam mengelola sumber daya alam secara bertanggung jawab. Dengan sistem ini, Desa Keliki telah membuktikan bahwa sampah dapat menjadi aset berharga untuk keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Summary Keliki Independent Energy Village has developed an innovative waste management solution by transforming organic waste into compost and eco enzyme products. This program represents a sustainable effort to reduce waste volume while generating valuable products that benefit the local community. The village’s initiative demonstrates a strong commitment to circular economy principles and community empowerment in managing natural resources responsibly. Through this system, Keliki Village has proven that waste can become a valuable asset for environmental sustainability and community economic welfare. ───────────── Baca selengkapnya di: detikFinance →

Pengelolaan sampah melalui bank sampah

[National] · Policy Ringkasan Bank sampah merupakan sistem pengelolaan sampah yang inovatif dengan melibatkan masyarakat dalam pengumpulan dan pemilahan sampah secara terstruktur. Sistem ini memberikan nilai ekonomi kepada sampah melalui penukaran dengan poin atau uang, sehingga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam praktik daur ulang. Bank sampah terbukti efektif mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan. Inisiatif ini berkontribusi signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi lokal. Summary Waste banks represent an innovative waste management system that actively engages communities in structured waste collection and sorting processes. The system provides economic value to waste through exchange mechanisms for points or cash, thereby encouraging public participation in recycling practices. Waste banks have proven effective in reducing waste volume that reaches landfills while simultaneously increasing environmental awareness among residents. This initiative significantly contributes to environmental sustainability and empowers local economies through circular economy principles. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA Foto →

Volume Sampah Melonjak, Pemkot Bandung Ajukan Status Darurat

[National] · Policy Ringkasan Pemkot Bandung mengajukan status darurat sampah merespons lonjakan volume limbah yang signifikan di kota tersebut. Peningkatan jumlah sampah telah melampaui kapasitas pengelolaan yang ada, sehingga memerlukan intervensi khusus dan penanganan darurat. Langkah ini diambil untuk mencegah dampak lingkungan dan kesehatan publik yang lebih serius. Pemerintah daerah berkomitmen untuk mengimplementasikan solusi jangka pendek dan panjang dalam mengatasi krisis sampah. Summary Bandung City Government has declared a waste emergency status in response to a significant surge in garbage volume across the city. The increase in waste has exceeded the capacity of existing waste management infrastructure, necessitating special intervention and emergency response measures. This action is taken to prevent more serious environmental and public health impacts. The local government is committed to implementing both short-term and long-term solutions to address the waste crisis. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.id →