The fight against green ‘waste’: how a Victorian community came together to create garden gold

[International] · Education & Community Ringkasan Sebuah komunitas di era Victoria berhasil mengubah limbah hijau menjadi sumber daya berharga melalui inisiatif komposting kolektif. Program inovatif ini menunjukkan bagaimana masyarakat lokal dapat bekerja sama untuk mengurangi limbah organik dan menciptakan kompos berkualitas tinggi untuk digunakan kembali. Upaya tersebut tidak hanya memberikan manfaat lingkungan dengan mengurangi limbah tempat pembuangan akhir, tetapi juga memperkuat ikatan komunitas dan meningkatkan kesadaran keberlanjutan. Inisiatif ini menjadi contoh inspiratif bagi komunitas lain dalam mengelola limbah hijau secara lebih bertanggung jawab dan menguntungkan. Summary A Victorian community has successfully transformed green waste into a valuable resource through a collective composting initiative. This innovative program demonstrates how local communities can collaborate to reduce organic waste and produce high-quality compost for beneficial reuse. The effort delivers significant environmental benefits by diverting waste from landfills while simultaneously strengthening community bonds and raising sustainability awareness. This initiative serves as an inspiring model for other communities seeking to manage green waste more responsibly and productively. ───────────── Baca selengkapnya di: The Guardian →

Penguatan Program Pengelolaan Sampah Pesisir Berbasis Komunitas di Gresik

[National] · Education & Community Ringkasan Sustainable Waste Indonesia (SWI) memperkuat program pengelolaan sampah pesisir yang melibatkan partisipasi aktif komunitas lokal di Gresik. Program berbasis komunitas ini dirancang untuk mengatasi pencemaran laut melalui edukasi, pelatihan, dan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Dengan melibatkan nelayan, ibu rumah tangga, dan pengusaha lokal, inisiatif ini menciptakan ekonomi sirkular yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat pesisir. Penguatan program ini merupakan komitmen SWI dalam menjaga kesehatan ekosistem laut dan meningkatkan kualitas hidup komunitas Gresik. Summary Sustainable Waste Indonesia (SWI) strengthens its community-based coastal waste management program in Gresik, engaging local residents in active participation. The program is designed to combat marine pollution through education, training, and sustainable waste management systems that benefit coastal communities. By involving fishermen, housewives, and local entrepreneurs, this initiative creates a circular economy that generates added value for residents. This program reinforcement demonstrates SWI’s commitment to protecting marine ecosystems and improving the quality of life in the Gresik coastal community. ───────────── Baca selengkapnya di: Liputan6.com →

Dari Instruksi Jadi Contoh, Balai Kota Jakarta Hidupkan Bank Sampah dan EWS Polusi

[National] · Policy Ringkasan Balai Kota Jakarta menjadi contoh nyata dalam implementasi program keberlanjutan lingkungan dengan mengaktifkan kembali bank sampah dan sistem Early Warning System (EWS) untuk monitoring polusi. Inisiatif ini dimulai dari instruksi pemerintah yang kemudian dijalankan secara konsisten, menciptakan model pengelolaan sampah dan pencegahan pencemaran yang dapat ditiru oleh instansi lain. Melalui bank sampah, Balai Kota Jakarta mendorong karyawan dan pengunjung untuk berpartisipasi aktif dalam pemilahan sampah dan daur ulang. Sistem EWS polusi yang diimplementasikan membantu memantau kualitas lingkungan secara real-time guna mencegah dampak negatif terhadap kesehatan dan ekosistem. Summary Jakarta City Hall has become a practical example in implementing environmental sustainability programs by reactivating its waste bank and Early Warning System (EWS) for pollution monitoring. This initiative, which originated from government instruction, is now being executed consistently and serves as a replicable model for other institutions managing waste and preventing environmental pollution. Through the waste bank program, Jakarta City Hall encourages employees and visitors to actively participate in waste sorting and recycling activities. The implemented EWS pollution system enables real-time environmental quality monitoring to prevent negative impacts on public health and ecosystems. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.id →

Program Sampah Jadi Listrik Perlu Didukung Partisipasi Masyarakat

[National] · Education & Community Ringkasan Program konversi sampah menjadi listrik memerlukan dukungan aktif dari partisipasi masyarakat untuk mencapai keberhasilan optimal. Keterlibatan komunitas lokal dalam pengelolaan sampah dan kesadaran akan pentingnya energi terbarukan menjadi kunci implementasi program ini. Kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat perlu diperkuat melalui edukasi dan insentif yang tepat. Dengan dukungan publik yang kuat, program ini dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk mengatasi krisis sampah sekaligus menghasilkan energi bersih. Summary The waste-to-energy program requires active community participation to achieve optimal success and sustainability. Involvement of local communities in waste management and awareness of renewable energy’s importance serve as key factors in program implementation. Collaboration among government, private sector, and society must be strengthened through proper education and incentive mechanisms. With strong public support, this program can become a sustainable solution to address the waste crisis while generating clean energy simultaneously. ───────────── Baca selengkapnya di: republika.co.id →

Kompos Keliling Jadi Solusi Kurangi Sampah Organik dari Rumah

[National] · Education & Community Ringkasan Program kompos keliling hadir sebagai solusi inovatif untuk mengurangi volume sampah organik yang dihasilkan dari rumah tangga. Dengan sistem yang mobile dan mudah diakses, masyarakat dapat memilah dan memproses sampah organik secara langsung di tingkat komunitas. Inisiatif ini tidak hanya mengurangi beban tempat pembuangan akhir, tetapi juga menghasilkan kompos berkualitas yang dapat dimanfaatkan kembali untuk pertanian dan penghijauan. Program kompos keliling menjadi bukti nyata partisipasi aktif masyarakat dalam mewujudkan ekonomi sirkular dan gaya hidup berkelanjutan. Summary The mobile composting program serves as an innovative solution to reduce the volume of organic waste generated from households. With its accessible and mobile system, communities can directly sort and process organic waste at the grassroots level. This initiative not only decreases the burden on landfills but also produces quality compost that can be reused for agriculture and environmental greening. The mobile composting program demonstrates the community’s active participation in achieving a circular economy and sustainable lifestyle. ───────────── Baca selengkapnya di: detikNews →

Dari Dapur ke Kompos, Gerakan Warga Kurangi Sampah Organik

[National] · Education & Community Ringkasan Warga melakukan gerakan pengurangan sampah organik dengan mengubah limbah dapur menjadi kompos. Inisiatif ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir dan sekaligus menciptakan produk bernilai guna. Melalui proses komposting sederhana di tingkat rumah tangga, komunitas berkontribusi aktif pada pengelolaan sampah berkelanjutan. Gerakan ini menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ekonomi sirkular dan kelestarian lingkungan. Summary Community members are launching a movement to reduce organic waste by converting kitchen scraps into compost. This initiative aims to decrease waste volume sent to landfills while creating a valuable byproduct. Through simple household-level composting processes, residents actively contribute to sustainable waste management practices. The movement demonstrates growing public awareness about circular economy principles and environmental conservation. ───────────── Baca selengkapnya di: detikNews →

Gede Arsana, Penjaga Kebun Edukasi Desa Les

[National] · Education & Community Ringkasan Gede Arsana adalah seorang pengelola kebun edukasi di Desa Les yang berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat lokal melalui pembelajaran pertanian berkelanjutan. Melalui kebun edukasi yang dikelolanya, Gede Arsana memberikan pelatihan praktis kepada warga desa tentang teknik pertanian organik dan pengelolaan sumber daya alam yang ramah lingkungan. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang keberlanjutan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi lokal. Kebun edukasi Desa Les menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan lingkungan dapat diterapkan untuk mendorong perubahan positif di tingkat komunitas. Summary Gede Arsana is the manager of an educational garden in Les Village who is committed to empowering the local community through sustainable agriculture learning. Through his educational garden initiative, Gede Arsana provides practical training to village residents on organic farming techniques and environmentally responsible natural resource management. This initiative not only enhances the community’s knowledge about sustainability but also creates employment opportunities and improves the local economy. Les Village’s educational garden serves as a concrete example of how environmental education can be implemented to drive positive change at the community level. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.id →

Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo gelar Muharram Green Action

[National] · Education & Community Ringkasan Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo menyelenggarakan acara Muharram Green Action sebagai bagian dari komitmen mereka terhadap pendidikan lingkungan dan pengelolaan sampah berkelanjutan. Kegiatan ini menggabungkan nilai-nilai spiritual Muharram dengan aksi nyata untuk menjaga kelestarian lingkungan. Melalui program ini, komunitas lokal diajak secara aktif untuk berpartisipasi dalam upaya pengurangan limbah dan penerapan gaya hidup ramah lingkungan. Inisiatif Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo menunjukkan dedikasi dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya manajemen sampah yang bertanggung jawab. Summary Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo organized the Muharram Green Action event as part of their commitment to environmental education and sustainable waste management. This initiative combines the spiritual values of Muharram with concrete environmental conservation efforts. Through this program, the local community is actively engaged in waste reduction and the adoption of environmentally friendly lifestyles. Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo’s initiative demonstrates their dedication to raising public awareness about the importance of responsible waste management. ───────────── Baca selengkapnya di: Antara News jatim →

PPWR Factory Execution Forum: Packaging compliance & Line engineering

[International] · Education & Community Ringkasan Forum Eksekusi Pabrik PPWR membahas implementasi Packaging Waste Regulation (PPWR) yang berfokus pada kepatuhan kemasan dan rekayasa lini produksi. Acara ini dirancang untuk membantu produsen memahami persyaratan regulasi terbaru dan mengoptimalkan proses manufaktur mereka. Peserta akan mendapatkan wawasan praktis tentang bagaimana menyesuaikan fasilitas produksi dengan standar keberlanjutan kemasan yang ketat. Forum ini menjadi platform penting bagi industri untuk berbagi best practices dan solusi inovatif dalam mencapai target compliance PPWR. Summary The PPWR Factory Execution Forum addresses the implementation of the Packaging Waste Regulation with emphasis on packaging compliance and production line engineering. The event is designed to assist manufacturers in understanding the latest regulatory requirements and optimizing their manufacturing processes. Participants will gain practical insights into how to adapt production facilities to meet stringent packaging sustainability standards. This forum serves as a critical platform for industry stakeholders to share best practices and innovative solutions in achieving PPWR compliance targets. ───────────── Baca selengkapnya di: Sustainable Packaging News →

BSI berdayakan mustahik lewat Program Waste Management

[National] · Education & Community Ringkasan Bank Syariah Indonesia (BSI) meluncurkan program pemberdayaan mustahik melalui inisiatif pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Program ini dirancang untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada kelompok mustahik dalam mengelola limbah dengan lebih efektif dan menciptakan nilai ekonomi tambahan. Melalui waste management, BSI bertujuan meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan mustahik sekaligus berkontribusi pada pengurangan dampak lingkungan. Inisiatif ini mencerminkan komitmen BSI terhadap pembangunan berkelanjutan dan tanggung jawab sosial perusahaan. Summary Bank Syariah Indonesia (BSI) launched a program to empower mustahik (those eligible for zakat assistance) through a sustainable waste management initiative. The program is designed to provide training and mentoring to mustahik groups in managing waste more effectively while creating additional economic value. Through waste management, BSI aims to enhance the capacity and welfare of mustahik while contributing to environmental impact reduction. This initiative reflects BSI’s commitment to sustainable development and corporate social responsibility. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News →