Ambikapur’s women-led waste management system also generates revenue for the city

[International] · Other Ringkasan Kota Ambikapur telah mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang dipimpin oleh perempuan dan terbukti efektif dalam mengelola limbah sekaligus menghasilkan pendapatan bagi kota. Program ini melibatkan partisipasi aktif perempuan lokal dalam pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan sampah untuk menciptakan nilai ekonomi. Inisiatif tersebut menunjukkan bagaimana pendekatan inklusif gender dapat meningkatkan efisiensi layanan kebersihan sambil memberdayakan ekonomi komunitas. Model Ambikapur menjadi contoh nyata bahwa pengelolaan sampah berkelanjutan dapat menghasilkan manfaat sosial dan ekonomi yang signifikan. Summary Ambikapur city has successfully implemented a women-led waste management system that effectively manages waste while generating revenue for the municipality. The program actively involves local women in waste collection, segregation, and processing to create economic value from waste materials. This initiative demonstrates how a gender-inclusive approach can enhance sanitation services efficiency while empowering community economics. Ambikapur’s model exemplifies how sustainable waste management can deliver significant social and economic benefits simultaneously. ───────────── Baca selengkapnya di: Mongabay India →

Lingkungan: Longsor sampah di TPST ‘terbesar di Asia Tenggara’ Bantargebang tewaskan tujuh orang – ‘Cerminan sistem pengelolaan sampah yang amburadul’

[International] · Policy Ringkasan Longsor sampah di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Bantargebang, yang merupakan fasilitas terbesar di Asia Tenggara, telah menewaskan tujuh orang dalam insiden tragis tersebut. Kejadian ini mencerminkan permasalahan serius dalam sistem pengelolaan sampah nasional yang masih belum terkelola dengan baik. Insiden longsor ini menyoroti kebutuhan mendesak akan reformasi infrastruktur pengelolaan limbah dan peningkatan standar keselamatan di fasilitas pemrosesan sampah utama. Summary A landfill collapse at the Bantargebang Final Waste Processing Site (TPAS), Southeast Asia’s largest waste facility, has claimed seven lives in a tragic incident. The disaster reflects serious systemic failures in Indonesia’s waste management infrastructure and operational standards. This incident highlights the urgent need for comprehensive reforms in waste processing facilities and enhanced safety measures to prevent future catastrophes. ───────────── Baca selengkapnya di: BBC →

Kementerian Lingkungan Hidup Perkuat Implementasi EPR untuk Percepat Ekonomi Sirkular

[National] · Policy Ringkasan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memperkuat implementasi Extended Producer Responsibility (EPR) sebagai strategi utama untuk mempercepat transisi ekonomi sirkular di Indonesia. Melalui kebijakan EPR, produsen diberikan tanggung jawab penuh dalam mengelola produk mereka di akhir masa pakai, termasuk pengumpulan, pemilahan, dan daur ulang. Langkah ini bertujuan mengurangi beban pengelolaan sampah dari pemerintah lokal sambil mendorong produsen untuk merancang produk yang lebih ramah lingkungan dan dapat didaur ulang. Implementasi EPR yang lebih kuat diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi sirkular yang berkelanjutan dan mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas produksi dan konsumsi. Summary The Ministry of Environment and Forestry (KLHK) is strengthening the implementation of Extended Producer Responsibility (EPR) as a key strategy to accelerate the transition to a circular economy in Indonesia. Through the EPR policy, producers are given full responsibility for managing their products at the end of their lifecycle, including collection, sorting, and recycling. This initiative aims to reduce the waste management burden on local governments while encouraging producers to design more environmentally friendly and recyclable products. Stronger EPR implementation is expected to create a sustainable circular economy ecosystem and reduce the environmental impact of production and consumption activities. ───────────── Baca selengkapnya di: kontan.co.id →

Kompos Keliling Jadi Solusi Kurangi Sampah Organik dari Rumah

[National] · Education & Community Ringkasan Program kompos keliling hadir sebagai solusi inovatif untuk mengurangi volume sampah organik yang dihasilkan dari rumah tangga. Dengan sistem yang mobile dan mudah diakses, masyarakat dapat memilah dan memproses sampah organik secara langsung di tingkat komunitas. Inisiatif ini tidak hanya mengurangi beban tempat pembuangan akhir, tetapi juga menghasilkan kompos berkualitas yang dapat dimanfaatkan kembali untuk pertanian dan penghijauan. Program kompos keliling menjadi bukti nyata partisipasi aktif masyarakat dalam mewujudkan ekonomi sirkular dan gaya hidup berkelanjutan. Summary The mobile composting program serves as an innovative solution to reduce the volume of organic waste generated from households. With its accessible and mobile system, communities can directly sort and process organic waste at the grassroots level. This initiative not only decreases the burden on landfills but also produces quality compost that can be reused for agriculture and environmental greening. The mobile composting program demonstrates the community’s active participation in achieving a circular economy and sustainable lifestyle. ───────────── Baca selengkapnya di: detikNews →

Presiden ISWA Berkunjung ke SUS ENVIRONMENT, Bahas Solusi Pengelolaan Sampah Global untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan

[National] · Policy Ringkasan Presiden International Solid Waste Association (ISWA) mengunjungi SUS Environment untuk membahas strategi pengelolaan sampah global yang berkelanjutan. Kunjungan ini menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam mengatasi tantangan pengelolaan limbah di era modern. Diskusi berfokus pada solusi inovatif dan praktik terbaik yang dapat mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan di berbagai negara. Pertemuan tersebut diharapkan memperkuat kemitraan dan pertukaran pengetahuan untuk meningkatkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Summary The President of the International Solid Waste Association (ISWA) visited SUS Environment to discuss global waste management solutions that support sustainable development. The visit emphasized the importance of international collaboration in addressing modern waste management challenges. The discussion focused on innovative solutions and best practices that can advance sustainable development goals across various countries. The meeting is expected to strengthen partnerships and knowledge exchange to enhance more efficient and environmentally friendly waste management systems. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News →