Republic Services to acquire hazardous waste assets from TD*X in Texas

[International] · Environment & Impact Ringkasan Republic Services telah mengumumkan akuisisi aset limbah berbahaya dari TD*X di Texas, memperluas portofolio layanan manajemen limbah berbahayanya. Perolehan ini memungkinkan Republic Services untuk meningkatkan kapasitas penanganan dan pengolahan limbah berbahaya di wilayah Texas yang strategis. Langkah ekspansi ini mencerminkan komitmen perusahaan terhadap pertumbuhan di sektor pengelolaan limbah khusus dan peningkatan jangkauan geografisnya. Akuisisi tersebut diharapkan memperkuat posisi Republic Services sebagai pemimpin industri dalam layanan manajemen limbah berbahaya. Summary Republic Services has announced the acquisition of hazardous waste assets from TD*X in Texas, expanding its hazardous waste management service portfolio. This acquisition enables Republic Services to increase its hazardous waste handling and treatment capacity in the strategic Texas region. The expansion move reflects the company’s commitment to growth in the specialized waste management sector and geographic reach enhancement. The acquisition is expected to strengthen Republic Services’ position as an industry leader in hazardous waste management services. ───────────── Baca selengkapnya di: Waste Dive →

Pemerintah klaim abu batu bara bukan limbah B3 sudah berdasarkan ‘kajian ilmiah’, warga terdampak abu PLTU: ‘debu bukan seperti cabe begitu dimakan langsung pedas’

[International] · Environment & Impact Ringkasan Pemerintah menyatakan bahwa abu batu bara bukan limbah berbahaya beracun (B3) berdasarkan hasil kajian ilmiah, namun klaim tersebut mendapat penolakan dari warga yang terdampak. Masyarakat sekitar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mengungkapkan bahwa paparan abu batu bara menimbulkan dampak kesehatan yang signifikan, bertentangan dengan klasifikasi pemerintah. Pernyataan warga mengindikasikan adanya kesenjangan antara temuan ilmiah resmi dan pengalaman langsung dampak kesehatan di lapangan, menyoroti pentingnya verifikasi independen terhadap klaim keamanan limbah industri. Summary The government claims that coal ash is not classified as hazardous waste (B3) based on scientific research, a position that has been rejected by affected communities. Residents living near coal-fired power plants (PLTU) report significant health impacts from coal ash exposure, contradicting the government’s classification. The residents’ accounts reveal a discrepancy between official scientific findings and direct health impacts experienced in communities, highlighting the need for independent verification of industrial waste safety claims. ───────────── Baca selengkapnya di: BBC →

Republic Services cleared to acquire hazardous waste disposal firm TD*X

[International] · Environment & Impact Ringkasan Perusahaan layanan pengelolaan sampah terkemuka, Republic Services, telah mendapatkan persetujuan regulasi untuk mengakuisisi TD*X, sebuah firma spesialis dalam pengelolaan limbah berbahaya. Akuisisi strategis ini memperkuat posisi Republic Services dalam segmen penanganan limbah berbahaya dan memperluas kapabilitas operasionalnya. Langkah ini mencerminkan tren konsolidasi industri pengelolaan limbah global menuju peningkatan kapasitas dan keahlian teknis. Integrasi TD*X diharapkan memberikan solusi pengelolaan limbah berbahaya yang lebih komprehensif bagi klien korporat. Summary Republic Services, a leading waste management services company, has received regulatory clearance to acquire TD*X, a specialized hazardous waste disposal firm. This strategic acquisition strengthens Republic Services’ position in the hazardous waste management segment and expands its operational capabilities. The move reflects the ongoing consolidation trend in the global waste management industry toward enhanced capacity and technical expertise. The integration of TD*X is expected to provide more comprehensive hazardous waste management solutions for corporate clients. ───────────── Baca selengkapnya di: Waste Dive →

Vermont takes the lead on first household hazardous waste EPR plan in US

[International] · Policy Ringkasan Vermont menjadi negara bagian pertama di Amerika Serikat yang menerapkan program Extended Producer Responsibility (EPR) untuk limbah berbahaya rumah tangga. Program ini mengalihkan tanggung jawab pengelolaan limbah dari pemerintah lokal kepada produsen produk berbahaya. Inisiatif pionir ini diharapkan dapat mengurangi beban finansial dan operasional pemerintah daerah dalam menangani limbah berbahaya. Vermont memimpin tren baru dalam kebijakan pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab secara produsen. Summary Vermont has become the first state in the United States to implement an Extended Producer Responsibility (EPR) program for household hazardous waste. This program shifts the responsibility for managing hazardous waste from local governments to product manufacturers. The pioneering initiative is expected to reduce the financial and operational burden on local authorities in handling hazardous waste. Vermont is leading a new trend in sustainable and producer-accountable waste management policies. ───────────── Baca selengkapnya di: Waste Dive →