WMW | Circular Economy: Waste management’s post-growth reckoning: Why resilience must replace optimisation

[International] · Technology Ringkasan Ekonomi sirkular menghadirkan tantangan fundamental bagi industri manajemen sampah yang selama ini berfokus pada optimisasi efisiensi dalam sistem pertumbuhan linier. Artikel ini menekankan perlunya pergeseran paradigma dari optimisasi menuju ketahanan sistem, mengingat keterbatasan sumber daya dan dampak lingkungan yang terus meningkat. Resiliensi menjadi kunci utama untuk membangun sektor manajemen sampah yang dapat beradaptasi dengan dinamika ekonomi pasca-pertumbuhan dan perubahan iklim. Transisi ini memerlukan inovasi kebijakan dan teknologi yang mendukung siklus material berkelanjutan daripada sekadar meningkatkan produktivitas. Summary The circular economy presents a fundamental challenge to the waste management industry, which has traditionally focused on efficiency optimisation within linear growth systems. The article emphasises the necessity of shifting from optimisation toward building system resilience, considering finite resources and mounting environmental impacts. Resilience becomes essential for developing a waste management sector capable of adapting to post-growth economics and climate change dynamics. This transition requires policy innovation and technology that supports sustainable material cycles rather than merely increasing productivity. ───────────── Baca selengkapnya di: Waste Management World →

Waste to Watts: Ohio’s Green Energy Landfills

[International] · Technology Ringkasan Waste to Watts menampilkan transformasi inovatif tempat pembuangan sampah di Ohio menjadi sumber energi terbarukan yang berkelanjutan. Melalui teknologi penangkapan gas metana, fasilitas-fasilitas ini mengkonversi emisi berbahaya menjadi listrik bersih untuk ribuan rumah tangga. Inisiatif ini menunjukkan bagaimana manajemen limbah modern dapat berkontribusi signifikan pada pengurangan emisi karbon dan transisi energi hijau. Studi kasus Ohio menjadi model inspiratif bagi komunitas lain dalam mengoptimalkan sumber daya limbah untuk keberlanjutan lingkungan. Summary Waste to Watts showcases the innovative transformation of Ohio’s landfills into sustainable renewable energy sources. Through advanced methane gas capture technology, these facilities convert harmful emissions into clean electricity powering thousands of households. This initiative demonstrates how modern waste management can significantly contribute to carbon emission reduction and green energy transition. Ohio’s case study serves as an inspiring model for other communities seeking to optimize waste resources for environmental sustainability. ───────────── Baca selengkapnya di: ArcGIS StoryMaps →

California legislature advances key waste, recycling bills

[International] · Technology Ringkasan Legislatur California telah memajukan beberapa undang-undang penting yang berkaitan dengan manajemen limbah dan daur ulang. Langkah ini menunjukkan komitmen negara bagian terhadap pengurangan limbah dan peningkatan praktik keberlanjutan. Undang-undang yang diajukan diharapkan dapat memperkuat infrastruktur daur ulang dan mengurangi dampak lingkungan dari limbah konsumen. Inisiatif ini sejalan dengan target California untuk mencapai ekonomi sirkular yang lebih baik. Summary The California legislature has advanced several key bills focused on waste management and recycling initiatives. This development demonstrates the state’s commitment to waste reduction and sustainable practices. The proposed legislation is expected to strengthen recycling infrastructure and minimize environmental impacts from consumer waste. These initiatives align with California’s broader goals of establishing a more circular economy. ───────────── Baca selengkapnya di: Waste Dive →

Desa Energi Berdikari Keliki Sulap Sampah Jadi Kompos-Eco Enzyme

[National] · Technology Ringkasan Desa Energi Berdikari Keliki mengembangkan inovasi pengelolaan sampah dengan mengubah limbah organik menjadi kompos dan eco enzyme. Program ini merupakan upaya berkelanjutan untuk mengurangi volume sampah sekaligus menciptakan produk bernilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat lokal. Inisiatif desa ini menunjukkan komitmen terhadap ekonomi sirkular dan pemberdayaan komunitas dalam mengelola sumber daya alam secara bertanggung jawab. Dengan sistem ini, Desa Keliki telah membuktikan bahwa sampah dapat menjadi aset berharga untuk keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Summary Keliki Independent Energy Village has developed an innovative waste management solution by transforming organic waste into compost and eco enzyme products. This program represents a sustainable effort to reduce waste volume while generating valuable products that benefit the local community. The village’s initiative demonstrates a strong commitment to circular economy principles and community empowerment in managing natural resources responsibly. Through this system, Keliki Village has proven that waste can become a valuable asset for environmental sustainability and community economic welfare. ───────────── Baca selengkapnya di: detikFinance →

Pengelolaan sampah melalui bank sampah

[National] · Policy Ringkasan Bank sampah merupakan sistem pengelolaan sampah yang inovatif dengan melibatkan masyarakat dalam pengumpulan dan pemilahan sampah secara terstruktur. Sistem ini memberikan nilai ekonomi kepada sampah melalui penukaran dengan poin atau uang, sehingga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam praktik daur ulang. Bank sampah terbukti efektif mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan. Inisiatif ini berkontribusi signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi lokal. Summary Waste banks represent an innovative waste management system that actively engages communities in structured waste collection and sorting processes. The system provides economic value to waste through exchange mechanisms for points or cash, thereby encouraging public participation in recycling practices. Waste banks have proven effective in reducing waste volume that reaches landfills while simultaneously increasing environmental awareness among residents. This initiative significantly contributes to environmental sustainability and empowers local economies through circular economy principles. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA Foto →

Volume Sampah Melonjak, Pemkot Bandung Ajukan Status Darurat

[National] · Policy Ringkasan Pemkot Bandung mengajukan status darurat sampah merespons lonjakan volume limbah yang signifikan di kota tersebut. Peningkatan jumlah sampah telah melampaui kapasitas pengelolaan yang ada, sehingga memerlukan intervensi khusus dan penanganan darurat. Langkah ini diambil untuk mencegah dampak lingkungan dan kesehatan publik yang lebih serius. Pemerintah daerah berkomitmen untuk mengimplementasikan solusi jangka pendek dan panjang dalam mengatasi krisis sampah. Summary Bandung City Government has declared a waste emergency status in response to a significant surge in garbage volume across the city. The increase in waste has exceeded the capacity of existing waste management infrastructure, necessitating special intervention and emergency response measures. This action is taken to prevent more serious environmental and public health impacts. The local government is committed to implementing both short-term and long-term solutions to address the waste crisis. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.id →

WMW | Circular Economy: Waste management’s post-growth reckoning: Why resilience must replace optimisation

[International] · Technology Ringkasan Ekonomi sirkular memerlukan perubahan paradigma fundamental dalam industri manajemen limbah, melampaui fokus tradisional pada optimasi efisiensi. Dalam era pertumbuhan ekonomi yang terbatas, ketahanan sistem (resilience) menjadi prioritas utama dibandingkan dengan peningkatan output semata. Pendekatan ini menekankan pentingnya membangun infrastruktur limbah yang adaptif dan berkelanjutan untuk menghadapi ketidakpastian global. SWI berkomitmen untuk mendorong transformasi menuju model ekonomi sirkular yang memprioritaskan ketahanan lingkungan dan sosial jangka panjang. Summary The circular economy demands a fundamental paradigm shift in waste management, transcending the traditional focus on efficiency optimization alone. In an era of constrained economic growth, building system resilience emerges as a critical priority over mere output maximization. This approach emphasizes the need for adaptive and sustainable waste infrastructure capable of withstanding global uncertainties. SWI is committed to advancing the transition toward a circular economy model that prioritizes long-term environmental and social resilience. ───────────── Baca selengkapnya di: Waste Management World →

Kemasan Makanan dan Minuman Menjadi Sampah Terbanyak Kedua di Pantai

[International] · Policy Ringkasan Kemasan makanan dan minuman telah menjadi jenis sampah terbanyak kedua yang ditemukan di area pantai, mengindikasikan tingginya kontribusi sektor konsumsi terhadap pencemaran laut. Sampah kemasan ini, yang mayoritas terdiri dari plastik sekali pakai, mencerminkan kebiasaan konsumsi masyarakat dan kurangnya sistem pengelolaan limbah yang efektif di pesisir. Permasalahan ini menuntut perhatian serius dari berbagai stakeholder, mulai dari produsen, konsumen, hingga pemerintah untuk mengimplementasikan solusi berkelanjutan. Upaya pengurangan sampah kemasan melalui edukasi, inovasi produk ramah lingkungan, dan infrastruktur daur ulang menjadi kunci dalam mengatasi krisis pencemaran pantai ini. Summary Food and beverage packaging has become the second largest type of waste found in coastal areas, indicating a significant contribution from the consumption sector to marine pollution. These packaging waste items, predominantly consisting of single-use plastics, reflect consumer habits and the inadequacy of waste management systems in coastal regions. This issue demands serious attention from multiple stakeholders, including manufacturers, consumers, and government bodies, to implement sustainable solutions. Reducing packaging waste through public education, development of eco-friendly products, and improved recycling infrastructure are essential strategies to address this coastal pollution crisis. ───────────── Baca selengkapnya di: National Geographic Indonesia →

Waste to Watts: Ohio’s Green Energy Landfills

[International] · Technology Ringkasan Proyek “Waste to Watts” di Ohio menunjukkan inovasi berkelanjutan dalam mengelola limbah dengan mengubahnya menjadi energi hijau. Teknologi penangkapan gas metana dari tempat pembuangan akhir (TPA) memungkinkan konversi limbah organik menjadi listrik terbarukan yang dapat didistribusikan ke komunitas lokal. Inisiatif ini mencerminkan komitmen terhadap ekonomi sirkular dan pengurangan emisi gas rumah kaca secara signifikan. Model sukses Ohio dapat menjadi referensi bagi Indonesia dalam mengembangkan infrastruktur pengelolaan limbah yang ramah lingkungan. Summary The “Waste to Watts” project in Ohio demonstrates a sustainable innovation in waste management by converting waste into green energy. Advanced methane gas capture technology from landfills enables the conversion of organic waste into renewable electricity that can be distributed to local communities. This initiative reflects a commitment to circular economy principles and significant greenhouse gas emission reductions. Ohio’s successful model can serve as a reference for Indonesia in developing environmentally friendly waste management infrastructure. ───────────── Baca selengkapnya di: ArcGIS StoryMaps →

Edi Priyanto Shares Small Steps to Manage Waste from Home

[National] · Other Ringkasan Edi Priyanto membagikan langkah-langkah sederhana untuk mengelola sampah dari rumah dengan lebih efektif dan berkelanjutan. Melalui praktik-praktik mudah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, individu dapat berkontribusi signifikan dalam mengurangi volume sampah. Inisiatif pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga ini menjadi fondasi penting untuk menciptakan komunitas yang lebih sadar lingkungan. Dengan pemahaman dan komitmen yang tepat, setiap keluarga dapat menjadi bagian dari solusi krisis sampah nasional. Summary Edi Priyanto shares practical steps for managing household waste more effectively and sustainably. Through simple practices that can be integrated into daily routines, individuals can make a significant contribution to reducing waste volume. This household-level waste management initiative serves as a crucial foundation for building environmentally conscious communities. With proper understanding and commitment, every family can become part of the solution to Indonesia’s waste crisis. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.id →