Pertamina Patra Niaga RJBB kembangkan pengelolaan sampah di Campaka

[National] · Policy Ringkasan Pertamina Patra Niaga RJBB mengembangkan program pengelolaan sampah terpadu di kawasan Campaka sebagai bagian dari komitmen tanggung jawab sosial perusahaan. Program ini dirancang untuk mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Inisiatif tersebut melibatkan kerjasama dengan komunitas lokal untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efisien dan ramah lingkungan. Langkah ini menunjukkan dedikasi Pertamina dalam mendukung ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan di wilayah operasionalnya. Summary Pertamina Patra Niaga RJBB is developing an integrated waste management program in the Campaka area as part of the company’s corporate social responsibility commitment. The program is designed to minimize environmental impact and raise public awareness about the importance of sustainable waste management practices. This initiative involves collaboration with local communities to establish an efficient and environmentally friendly waste management system. The initiative demonstrates Pertamina’s dedication to supporting circular economy principles and sustainable development in its operational regions. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News Banten →

Vermont, lacking PRO, gets assist on household hazardous waste EPR program

[International] · Policy Ringkasan Vermont menghadapi tantangan dalam mengimplementasikan program Extended Producer Responsibility (EPR) untuk limbah berbahaya rumah tangga karena belum memiliki Produsen Responsibel Organisasi (PRO) yang dedicated. Negara bagian ini menerima dukungan teknis dan operasional dari pihak eksternal untuk mengembangkan infrastruktur dan mekanisme pengelolaan limbah berbahaya yang efektif. Program EPR ini dirancang untuk memindahkan tanggung jawab pengelolaan limbah dari konsumen kepada produsen, sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular. Inisiatif ini merupakan langkah penting bagi Vermont dalam meningkatkan pengelolaan limbah berkelanjutan dan perlindungan lingkungan. Summary Vermont is facing challenges in implementing an Extended Producer Responsibility (EPR) program for household hazardous waste due to the absence of a dedicated Producer Responsibility Organization (PRO). The state is receiving external assistance and technical support to develop effective infrastructure and management mechanisms for hazardous waste. The EPR program is designed to shift waste management responsibility from consumers to producers, aligning with circular economy principles. This initiative represents a significant step for Vermont in advancing sustainable waste management and environmental protection. ───────────── Baca selengkapnya di: Waste Dive →

FG Criminalises Use Of Toxic Chemicals In New Plastic Waste Rules

[International] · Environment & Impact Ringkasan Pemerintah telah mengeluarkan peraturan baru yang mengkriminalisasi penggunaan bahan kimia beracun dalam pengelolaan limbah plastik. Kebijakan ini bertujuan untuk melindungi lingkungan dan kesehatan masyarakat dari dampak negatif bahan kimia berbahaya yang sering digunakan dalam proses daur ulang plastik. Pelanggaran terhadap aturan ini akan dikenai sanksi pidana yang tegas. Langkah pemerintah ini menunjukkan komitmen serius dalam menegakkan standar keselamatan dan keberlanjutan lingkungan di sektor manajemen limbah plastik. Summary The Federal Government has enacted new regulations that criminalize the use of toxic chemicals in plastic waste management processes. This policy aims to protect the environment and public health from the harmful effects of dangerous chemicals commonly used in plastic recycling operations. Violations of these regulations will result in strict criminal penalties. This government action demonstrates a serious commitment to enforcing safety and environmental sustainability standards in the plastic waste management sector. ───────────── Baca selengkapnya di: The Whistler Newspaper →

Lingkungan: Longsor sampah di TPST ‘terbesar di Asia Tenggara’ Bantargebang tewaskan tujuh orang – ‘Cerminan sistem pengelolaan sampah yang amburadul’

[International] · Policy Ringkasan Longsor sampah di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Bantargebang, yang merupakan fasilitas terbesar di Asia Tenggara, telah mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia. Insiden tragis ini mencerminkan sistem pengelolaan sampah yang masih menghadapi tantangan serius dan belum optimal di Indonesia. Kejadian ini menyoroti urgensi perbaikan infrastruktur dan protokol keselamatan di fasilitas pemrosesan sampah utama. Pemerintah dan stakeholder perlu segera mengambil tindakan korektif untuk mencegah tragedi serupa di masa depan. Summary A waste landslide at the Bantargebang Final Waste Processing Site (TPAS), Southeast Asia’s largest waste facility, has claimed seven lives. This tragic incident highlights the critical deficiencies and operational challenges within Indonesia’s waste management system. The disaster underscores the urgent need for improved infrastructure, safety protocols, and operational standards at major waste processing facilities. Swift corrective action by government and relevant stakeholders is essential to prevent future tragedies and strengthen waste management practices. ───────────── Baca selengkapnya di: BBC →

Target pembangunan dan pengoperasian TPS3R di Indonesia

[National] · Policy Ringkasan Indonesia menargetkan pembangunan dan pengoperasian Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPS3R) untuk meningkatkan pengelolaan sampah di tingkat lokal. TPS3R dirancang sebagai fasilitas yang mengintegrasikan kegiatan pengurangan, pemilahan, dan pemrosesan sampah secara lebih efisien dan berkelanjutan. Target ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mengurangi volume sampah ke tempat pembuangan akhir dan mendorong ekonomi sirkular. Melalui pengoperasian TPS3R yang optimal, diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam manajemen sampah yang lebih bertanggung jawab. Summary Indonesia is targeting the development and operation of Integrated Waste Processing Centers (TPS3R) to enhance waste management at the local level. TPS3R facilities are designed to integrate waste reduction, sorting, and processing activities in a more efficient and sustainable manner. This target aligns with Indonesia’s commitment to reducing waste volume sent to landfills and promoting circular economy practices. Through optimal TPS3R operations, it is expected to increase community participation in more responsible waste management practices. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA Foto →

Karo Ren Keu Kemenimipas Apresiasi Inovasi Pengolah Sampah Rutan Jogja

[National] · Technology Ringkasan # Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan apresiasi kepada pengolah sampah di Rutan Jogja atas inovasi pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Inisiatif ini menunjukkan komitmen lembaga pemasyarakatan dalam menerapkan praktik ramah lingkungan dan mengurangi dampak negatif sampah terhadap ekosistem. Program pengolahan sampah di Rutan Jogja menjadi model positif yang dapat ditiru oleh fasilitas sejenis lainnya di Indonesia. Apresiasi dari KLHK mendorong lebih banyak institusi untuk mengintegrasikan manajemen limbah berkelanjutan dalam operasional mereka. # Summary The Ministry of Environment and Forestry (KLHK) has recognized the waste management innovations implemented at Rutan Jogja correctional facility. This initiative demonstrates the institution’s commitment to adopting environmentally responsible practices and reducing waste’s negative impact on the ecosystem. The waste processing program at Rutan Jogja serves as a positive model that can be replicated by similar facilities throughout Indonesia. The ministry’s appreciation encourages more institutions to integrate sustainable waste management practices into their daily operations. ───────────── Baca selengkapnya di: kompasiana.com →

Menengok pengelolaan sampah mandiri MBR Bogor

[National] · Other Ringkasan Pengelolaan sampah mandiri yang diterapkan oleh Masyarakat Berkah Ramah (MBR) di Bogor menjadi model inovatif dalam menangani permasalahan limbah di tingkat komunitas. Melalui pendekatan partisipatif, MBR mengajak warga untuk terlibat aktif dalam pemilahan, pengolahan, dan daur ulang sampah secara mandiri. Sistem ini terbukti mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir sekaligus menciptakan nilai ekonomi dari limbah yang dikelola. Inisiatif MBR menjadi inspirasi bagi komunitas lain dalam mewujudkan gaya hidup berkelanjutan dan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Summary The independent waste management system implemented by Masyarakat Berkah Ramah (MBR) in Bogor presents an innovative model for addressing waste issues at the community level. Through a participatory approach, MBR actively engages residents in sorting, processing, and recycling waste independently. This system has proven effective in reducing waste volumes reaching landfills while generating economic value from managed waste materials. MBR’s initiative serves as an inspiration for other communities in promoting sustainable lifestyles and responsible waste management practices. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News Jambi →

Risiko Limbah Beracun dari Smelter Nikel Indonesia

[International] · Environment & Impact Ringkasan Industri smelter nikel di Indonesia menghadirkan risiko signifikan terhadap pencemaran limbah beracun yang dapat merusak lingkungan dan kesehatan masyarakat. Limbah dari proses peleburan nikel mengandung berbagai zat berbahaya yang berpotensi mencemari air tanah, air permukaan, dan udara sekitar lokasi operasional. Perlu adanya pengawasan ketat dan implementasi standar pengelolaan limbah yang lebih baik untuk meminimalkan dampak negatif terhadap ekosistem dan komunitas lokal. Pemerintah dan industri harus berkolaborasi untuk memastikan praktik pertambangan nikel yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Summary Indonesia’s nickel smelter industry poses significant risks from toxic waste that can damage the environment and public health. Waste from nickel smelting processes contains various hazardous substances with potential to contaminate groundwater, surface water, and air quality in surrounding operational areas. Stricter oversight and improved waste management standards are necessary to minimize negative impacts on ecosystems and local communities. Government and industry stakeholders must collaborate to ensure sustainable and responsible nickel mining practices. ───────────── Baca selengkapnya di: Mongabay.co.id →

Filling the gap in oversized, reusable packaging

[International] · Other Ringkasan Kemasan yang dapat digunakan kembali dalam ukuran besar menjadi solusi penting untuk mengurangi limbah kemasan sekali pakai di industri. Inovasi ini mengisi kesenjangan pasar dengan menyediakan alternatif yang lebih berkelanjutan untuk pengiriman produk dalam volume besar. Dengan adopsi kemasan yang dapat digunakan kembali, perusahaan dapat menurunkan jejak lingkungan sambil meningkatkan efisiensi operasional. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Sustainable Waste Indonesia dalam mendorong praktik kemasan berkelanjutan di sektor industri. Summary Oversized reusable packaging has emerged as a critical solution to reduce single-use packaging waste across industries. This innovation fills a significant market gap by offering sustainable alternatives for transporting products in bulk volumes. By adopting reusable packaging systems, companies can minimize their environmental footprint while enhancing operational efficiency. This initiative aligns with Sustainable Waste Indonesia’s commitment to promoting sustainable packaging practices throughout the industrial sector. ───────────── Baca selengkapnya di: Sustainable Packaging News →

Lingkungan: Longsor sampah di TPST ‘terbesar di Asia Tenggara’ Bantargebang tewaskan tujuh orang – ‘Cerminan sistem pengelolaan sampah yang amburadul’

[International] · Policy Ringkasan Sebuah longsor sampah terjadi di Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, yang merupakan fasilitas pengelolaan sampah terbesar di Asia Tenggara, mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia. Insiden tragis ini menjadi indikasi serius dari sistem pengelolaan sampah Indonesia yang masih menghadapi tantangan struktural dan operasional. Kejadian tersebut menyoroti perlunya perbaikan menyeluruh dalam infrastruktur dan protokol keselamatan di fasilitas-fasilitas pengelolaan sampah utama. Peristiwa ini menekankan urgensi reformasi dalam pengelolaan limbah untuk mencegah bencana serupa di masa depan. Summary A waste landslide at Bantargebang Integrated Waste Processing Facility (TPST), Southeast Asia’s largest waste management site, resulted in seven fatalities. This tragic incident reflects critical deficiencies in Indonesia’s waste management system, highlighting structural and operational challenges that require immediate attention. The disaster underscores the urgent need for comprehensive improvements in infrastructure safety protocols and waste facility management practices. This event emphasizes the critical importance of implementing systemic reforms in waste management to prevent similar catastrophes in the future. ───────────── Baca selengkapnya di: BBC →