Education on waste management and processing for students

[National] · Technology Ringkasan Sustainable Waste Indonesia (SWI) melaksanakan program edukasi pengelolaan dan pengolahan sampah kepada para siswa untuk meningkatkan kesadaran lingkungan sejak dini. Program ini bertujuan memberikan pengetahuan praktis tentang cara-cara efektif mengurangi, memilah, dan mengolah sampah dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan edukatif ini, diharapkan generasi muda dapat menjadi agen perubahan dalam mewujudkan gaya hidup berkelanjutan dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Inisiatif pendidikan ini merupakan bagian dari komitmen SWI dalam membangun masyarakat yang peduli terhadap pengelolaan sampah yang lebih baik. Summary Sustainable Waste Indonesia (SWI) implemented an education program on waste management and processing for students to build environmental awareness from an early age. The program aims to provide practical knowledge about effective ways to reduce, sort, and process waste in daily life. Through this educational initiative, young people are expected to become agents of change in promoting sustainable and environmentally responsible lifestyles. This educational effort reflects SWI’s commitment to building a society that prioritizes proper waste management and environmental stewardship. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA Foto →

Limbah MBG di Losari Brebes 2 Ton per Hari, Pengolahan Sampah Berbasis Maggot Diluncurkan

[National] · Technology Ringkasan Sustainable Waste Indonesia meluncurkan program pengolahan sampah berbasis maggot (Magot Black Soldier Fly/MBG) di Losari, Brebes, dengan kapasitas menangani 2 ton limbah per hari. Teknologi ini memanfaatkan larva serangga untuk mengurai sampah organik secara efisien dan menghasilkan biomassa berkualitas tinggi. Program ini merupakan bagian dari inisiatif SWI dalam mengembangkan solusi pengelolaan sampah berkelanjutan yang ramah lingkungan dan menciptakan nilai ekonomi tambahan. Dengan peluncuran ini, diharapkan dapat mengurangi beban tempat pembuangan akhir sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat lokal. Summary Sustainable Waste Indonesia has launched a maggot-based waste management program (Black Soldier Fly larvae/BSF) in Losari, Brebes, with a capacity to process 2 tons of waste daily. This innovative technology utilizes insect larvae to efficiently decompose organic waste while producing high-quality biomass as a valuable byproduct. The program represents SWI’s commitment to developing sustainable waste management solutions that are environmentally friendly and generate additional economic benefits. This initiative is expected to reduce pressure on landfills while creating positive impacts for the local community. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.com →

Pengolahan Sampah Organik Berbasis Maggot yang Menarik Perhatian

[National] · Technology Ringkasan Pengolahan sampah organik menggunakan maggot (larva lalat tentara hitam) menjadi solusi inovatif yang semakin menarik perhatian di Indonesia. Teknologi ini mampu mengurai sampah organik secara efisien sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi seperti protein maggot untuk pakan ternak dan pupuk organik berkualitas tinggi. Metode berbasis maggot terbukti mengurangi volume sampah hingga 80% dalam waktu singkat dengan biaya operasional yang lebih rendah dibanding teknologi konvensional. Solusi ramah lingkungan ini mendukung ekonomi sirkular dan dapat diterapkan skala komunitas maupun industri untuk mengatasi krisis pengelolaan sampah organik. Summary Organic waste processing using maggots (black soldier fly larvae) has emerged as an innovative solution gaining significant attention in Indonesia. This technology efficiently decomposes organic waste while generating economically valuable products such as maggot protein for animal feed and high-quality organic fertilizer. The maggot-based method successfully reduces waste volume by up to 80% in a short timeframe with lower operational costs compared to conventional technologies. This environmentally friendly solution supports circular economy principles and can be implemented at both community and industrial scales to address Indonesia’s organic waste management crisis. ───────────── Baca selengkapnya di: Bisnis.com →

Tiga Proyek ‘Sulap’ Sampah Jadi Listrik Masuk PSN

[National] · Technology Ringkasan Tiga proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik telah masuk dalam Perencanaan Sistem Nasional (PSN) untuk meningkatkan kapasitas energi terbarukan Indonesia. Proyek-proyek ini menggunakan teknologi waste-to-energy yang mengubah limbah padat menjadi sumber energi bersih dan mengurangi volume sampah di tempat pembuangan akhir. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam transisi energi dan pengelolaan sampah berkelanjutan. Implementasi ketiga proyek diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap target energi terbarukan nasional sekaligus mengatasi tantangan pengelolaan limbah perkotaan. Summary Three waste-to-energy projects have been included in Indonesia’s National Power Planning (PSN) to expand the country’s renewable energy capacity. These projects utilize advanced technology to convert solid waste into clean electricity while simultaneously reducing landfill waste volumes. The initiatives align with Indonesia’s commitment to energy transition and sustainable waste management practices. The implementation of these three projects is expected to make a significant contribution to national renewable energy targets while addressing urban waste management challenges. ───────────── Baca selengkapnya di: detikFinance →

RDF Rorotan Siap Olah 2.400 Ton Sampah, Pansus Ungkap Kendala Infrastruktur

[National] · Technology Ringkasan Fasilitas RDF (Refuse Derived Fuel) Rorotan telah siap untuk mengolah 2.400 ton sampah per hari sebagai bagian dari solusi penanganan limbah Jakarta. Panitia Khusus (Pansus) DPRD DKI Jakarta mengungkapkan bahwa kendala utama dalam optimalisasi fasilitas ini adalah keterbatasan infrastruktur pendukung dan sistem logistik pengangkutan sampah. Peningkatan kapasitas pengolahan ini diharapkan dapat mengurangi beban TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) dan mendukung target pengelolaan sampah yang lebih efektif. Perlu adanya koordinasi intensif antara pemerintah, operator fasilitas, dan stakeholder terkait untuk mengatasi hambatan infrastruktur tersebut. Summary The Rorotan RDF (Refuse Derived Fuel) facility is ready to process 2,400 tons of waste per day as part of Jakarta’s waste management solution. The Special Committee (Pansus) of the Jakarta Regional Parliament has identified that the main challenges in optimizing this facility are limited supporting infrastructure and waste transportation logistics systems. This increased processing capacity is expected to reduce the burden on final disposal sites (TPA) and support more effective waste management targets. Intensive coordination among the government, facility operators, and relevant stakeholders is necessary to overcome these infrastructure constraints. ───────────── Baca selengkapnya di: detikNews →

Tiga Proyek ‘Sulap’ Sampah Jadi Listrik Masuk PSN

[National] · Technology Ringkasan Tiga proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik telah diterima dalam Program Strategis Nasional (PSN). Proyek-proyek ini memanfaatkan teknologi konversi sampah menjadi energi untuk menghasilkan listrik sambil mengurangi volume sampah di tempat pembuangan akhir. Masuknya ketiga proyek ke dalam PSN menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong ekonomi sirkular dan transisi energi terbarukan. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan energi nasional sekaligus mengatasi tantangan pengelolaan sampah di Indonesia. Summary Three waste-to-energy projects have been approved as part of the National Strategic Program (PSN). These projects utilize advanced conversion technology to generate electricity from waste while simultaneously reducing landfill volumes. The inclusion of these initiatives in the PSN demonstrates the government’s commitment to promoting circular economy principles and renewable energy transition. The projects are expected to strengthen national energy security while addressing Indonesia’s critical waste management challenges. ───────────── Baca selengkapnya di: detikFinance →

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pertamina Tanam Pohon dan Perkuat Inovasi Pengelolaan Sampah

[National] · Technology Ringkasan Pertamina memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan melaksanakan program penanaman pohon dan penguatan inovasi dalam pengelolaan sampah. Inisiatif ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan dan pengurangan dampak negatif terhadap ekosistem. Melalui kedua program tersebut, Pertamina berupaya berkontribusi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong praktik ekonomi sirkular. Langkah strategis ini sejalan dengan target global untuk menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan bagi generasi mendatang. Summary Pertamina commemorates the 2026 World Environment Day by implementing a tree-planting program and strengthening waste management innovations. The initiative demonstrates the company’s commitment to environmental sustainability and reducing negative impacts on ecosystems. Through these dual programs, Pertamina actively contributes to environmental conservation while promoting circular economy practices. This strategic approach aligns with global targets to create a more sustainable future for future generations. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.com →

Pertamina Tanam 1.000 Pohon & Perkuat Inovasi Pengelolaan Sampah

[National] · Technology Ringkasan Pertamina melakukan komitmen nyata terhadap keberlanjutan lingkungan melalui penanaman 1.000 pohon di berbagai lokasi strategis. Selain upaya penghijauan, perusahaan memperkuat inovasi dalam pengelolaan sampah untuk mengurangi dampak lingkungan dan mendukung ekonomi sirkular. Inisiatif ini mencerminkan tanggung jawab korporat Pertamina dalam menjaga ekosistem dan berkontribusi pada target pengurangan emisi karbon nasional. Kedua program tersebut menjadi bagian integral dari strategi keberlanjutan Pertamina menuju operasional yang lebih ramah lingkungan. Summary Pertamina demonstrates concrete commitment to environmental sustainability by planting 1,000 trees across multiple strategic locations. Beyond reforestation efforts, the company is strengthening innovations in waste management to reduce environmental impact and support the circular economy. This initiative reflects Pertamina’s corporate responsibility in preserving ecosystems and contributing to national carbon emission reduction targets. Both programs are integral parts of Pertamina’s sustainability strategy toward more environmentally responsible operations. ───────────── Baca selengkapnya di: detikNews →

3 Negara Ini Ubah Sampah Jadi Green Energy, Bisa Ditiru RI

[National] · Technology Ringkasan Beberapa negara telah berhasil mengubah sampah menjadi energi hijau melalui teknologi pengolahan limbah yang inovatif. Dengan menerapkan sistem konversi sampah ke energi (waste-to-energy), negara-negara tersebut tidak hanya mengurangi volume limbah di tempat pembuangan akhir, tetapi juga menghasilkan energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan listrik. Model pengelolaan sampah ini terbukti efektif dalam mengatasi krisis limbah sekaligus berkontribusi pada transisi energi berkelanjutan. Indonesia memiliki potensi besar untuk meniru strategi ini mengingat volume sampah yang terus meningkat setiap tahunnya. Summary Several countries have successfully transformed waste into green energy through innovative waste processing technologies. By implementing waste-to-energy conversion systems, these nations have not only reduced landfill volumes but also generated renewable energy to meet electricity demands. This waste management model has proven effective in addressing waste crisis while contributing to sustainable energy transition. Indonesia has considerable potential to replicate this strategy given its increasing waste generation annually. ───────────── Baca selengkapnya di: CNN Indonesia →

Kapasitas TPA Sarimukti diperkirakan bertahan hingga Oktober

[National] · Technology Ringkasan Kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti diproyeksikan akan mencapai batas maksimalnya pada bulan Oktober mendatang. Kondisi ini menunjukkan urgensi untuk segera mengimplementasikan solusi pengelolaan sampah jangka panjang di wilayah tersebut. Pemerintah dan stakeholder terkait perlu mempercepat pembangunan infrastruktur pengelolaan limbah alternatif guna mengatasi krisis kapasitas TPA. Antisipasi dini diperlukan untuk mencegah penumpukan sampah dan dampak negatif terhadap lingkungan serta masyarakat sekitar. Summary The capacity of Sarimukti Final Waste Disposal Site (TPA) is projected to reach its maximum limit by October. This situation highlights the urgent need to implement long-term waste management solutions in the region. The government and relevant stakeholders must accelerate the development of alternative waste management infrastructure to address the TPA capacity crisis. Early measures are essential to prevent waste accumulation and mitigate negative impacts on the environment and surrounding communities. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News Megapolitan →