Penguatan Program Pengelolaan Sampah Pesisir Berbasis Komunitas di Gresik
[National] · Education & Community Ringkasan Sustainable Waste Indonesia (SWI) memperkuat program pengelolaan sampah pesisir yang melibatkan partisipasi aktif komunitas lokal di Gresik. Program berbasis komunitas ini dirancang untuk mengatasi pencemaran laut melalui edukasi, pelatihan, dan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Dengan melibatkan nelayan, ibu rumah tangga, dan pengusaha lokal, inisiatif ini menciptakan ekonomi sirkular yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat pesisir. Penguatan program ini merupakan komitmen SWI dalam menjaga kesehatan ekosistem laut dan meningkatkan kualitas hidup komunitas Gresik. Summary Sustainable Waste Indonesia (SWI) strengthens its community-based coastal waste management program in Gresik, engaging local residents in active participation. The program is designed to combat marine pollution through education, training, and sustainable waste management systems that benefit coastal communities. By involving fishermen, housewives, and local entrepreneurs, this initiative creates a circular economy that generates added value for residents. This program reinforcement demonstrates SWI’s commitment to protecting marine ecosystems and improving the quality of life in the Gresik coastal community. ───────────── Baca selengkapnya di: Liputan6.com →
Toyota Hadirkan Waste Station di Balai Kota DKI Jakarta untuk Dukung Pengelolaan Sampah Berkelanjutan dan Ekonomi Sirkular
[National] · Other Ringkasan Toyota menghadirkan Waste Station di Balai Kota DKI Jakarta sebagai bentuk komitmen terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan dan ekonomi sirkular. Fasilitas ini dirancang untuk memudahkan pemilahan sampah dan mendorong praktik daur ulang yang lebih baik di lingkungan perkotaan. Inisiatif tersebut merupakan kolaborasi antara Toyota dan pemerintah DKI Jakarta untuk mengurangi dampak lingkungan dan menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien. Waste Station ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan infrastruktur hijau di berbagai lokasi strategis lainnya di Jakarta. Summary Toyota has introduced a Waste Station at Jakarta City Hall to support sustainable waste management and circular economy practices. The facility is designed to facilitate waste segregation and encourage better recycling practices in the urban environment. This initiative represents a collaboration between Toyota and the Jakarta Provincial Government to reduce environmental impact and create a more efficient waste management system. The Waste Station is expected to serve as a model for developing green infrastructure at other strategic locations throughout Jakarta. ───────────── Baca selengkapnya di: Media Indonesia →
Alarm Sudah Berbunyi, Bantargebang Tak Kuat Lagi Menanggung Sampah Jakarta!
[National] · Policy Ringkasan Tempat pembuangan akhir (TPA) Bantargebang di Bekasi telah mencapai kapasitas maksimal dan tidak mampu lagi menampung sampah dari Jakarta. Kondisi ini menunjukkan urgensi penanganan sampah yang lebih baik melalui pengurangan volume limbah dan diversifikasi lokasi pembuangan. Pemerintah perlu segera mengimplementasikan strategi pengelolaan sampah yang komprehensif, termasuk peningkatan program daur ulang dan pengolahan sampah berbasis komunitas. Tantangan ini menjadi alarm penting bagi Jakarta untuk menciptakan sistem keberlanjutan pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan. Summary The Bantargebang landfill in Bekasi has reached its maximum capacity and can no longer accommodate waste from Jakarta. This situation highlights the urgent need for improved waste management through waste volume reduction and diversification of disposal sites. The government must immediately implement a comprehensive waste management strategy, including enhanced recycling programs and community-based waste treatment initiatives. This challenge serves as a critical wake-up call for Jakarta to establish a more effective and sustainable waste management system. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.com →
Capaian Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) jadi indikator penilaian Mangupura Award
[National] · Other Ringkasan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) menjadi salah satu indikator utama dalam penilaian Mangupura Award. Pencapaian program PSBS mencerminkan komitmen daerah dalam mengurangi volume sampah dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pemilahan sampah dari sumbernya. Penetapan indikator ini menunjukkan pentingnya pendekatan berkelanjutan dalam manajemen sampah untuk mencapai target pengurangan limbah nasional. Program penghargaan ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak daerah untuk mengimplementasikan PSBS secara komprehensif dan terukur. Summary Source-Based Waste Management (PSBS) has been established as a key indicator in the assessment criteria for the Mangupura Award. The achievement of PSBS programs reflects a region’s commitment to reducing waste volume and enhancing public awareness regarding waste segregation at the source. This indicator designation underscores the importance of a sustainable approach to waste management in achieving national waste reduction targets. The award program is expected to encourage more regions to implement PSBS comprehensively and measurably. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News Bali →
Dari Instruksi Jadi Contoh, Balai Kota Jakarta Hidupkan Bank Sampah dan EWS Polusi
[National] · Policy Ringkasan Balai Kota Jakarta menjadi contoh nyata dalam implementasi program keberlanjutan lingkungan dengan mengaktifkan kembali bank sampah dan sistem Early Warning System (EWS) untuk monitoring polusi. Inisiatif ini dimulai dari instruksi pemerintah yang kemudian dijalankan secara konsisten, menciptakan model pengelolaan sampah dan pencegahan pencemaran yang dapat ditiru oleh instansi lain. Melalui bank sampah, Balai Kota Jakarta mendorong karyawan dan pengunjung untuk berpartisipasi aktif dalam pemilahan sampah dan daur ulang. Sistem EWS polusi yang diimplementasikan membantu memantau kualitas lingkungan secara real-time guna mencegah dampak negatif terhadap kesehatan dan ekosistem. Summary Jakarta City Hall has become a practical example in implementing environmental sustainability programs by reactivating its waste bank and Early Warning System (EWS) for pollution monitoring. This initiative, which originated from government instruction, is now being executed consistently and serves as a replicable model for other institutions managing waste and preventing environmental pollution. Through the waste bank program, Jakarta City Hall encourages employees and visitors to actively participate in waste sorting and recycling activities. The implemented EWS pollution system enables real-time environmental quality monitoring to prevent negative impacts on public health and ecosystems. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.id →
Video: Buka JEFF 2026, Pramono Dorong Penanganan Sampah Jakarta Lebih Masif
[National] · Other Ringkasan Wakil Gubernur Jakarta Pramono Anom membuka Jakarta Environmental Future Forum (JEFF) 2026 dengan menekankan pentingnya peningkatan penanganan sampah di Jakarta secara lebih masif dan terkoordinasi. Acara ini menjadi platform bagi para stakeholder untuk membahas solusi inovatif dalam mengatasi tantangan pengelolaan sampah yang terus meningkat seiring pertumbuhan kota. Pramono mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta untuk berkomitmen dalam mempercepat transformasi sistem pengelolaan limbah Jakarta menuju keberlanjutan. Inisiatif ini mencerminkan urgensi Jakarta dalam mencapai target pengurangan sampah dan penerapan ekonomi sirkular. Summary Jakarta Vice Governor Pramono Anom inaugurated the Jakarta Environmental Future Forum (JEFF) 2026 by emphasizing the need for more massive and coordinated waste management efforts in Jakarta. The event serves as a platform for stakeholders to discuss innovative solutions to address the escalating waste management challenges amid the city’s growth. Pramono called upon all elements of society, government, and the private sector to commit to accelerating the transformation of Jakarta’s waste management system toward sustainability. This initiative reflects Jakarta’s urgency in achieving waste reduction targets and implementing circular economy principles. ───────────── Baca selengkapnya di: 20detik →
Minister pushes ‘carrot and stick’ approach in waste management
[National] · Policy Ringkasan Menteri mendorong pendekatan kombinasi insentif dan sanksi dalam pengelolaan sampah untuk meningkatkan efektivitas program. Strategi “carrot and stick” ini dirancang untuk memberikan reward kepada pelaku yang patuh sekaligus menerapkan penalti bagi yang melanggar regulasi. Pendekatan dual ini diharapkan dapat mengakselerasi transisi menuju sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan terukur. Implementasi komprehensif melibatkan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat untuk mencapai target pengurangan sampah nasional. Summary The Minister is promoting a combined approach of incentives and penalties to strengthen waste management effectiveness. This “carrot and stick” strategy is designed to reward compliant stakeholders while imposing sanctions on non-compliant parties. The dual approach is expected to accelerate the transition toward a sustainable and measurable waste management system. Comprehensive implementation requires collaboration among government, industry, and communities to achieve national waste reduction targets. ───────────── Baca selengkapnya di: ANTARA News →
Program Sampah Jadi Listrik Perlu Didukung Partisipasi Masyarakat
[National] · Education & Community Ringkasan Program konversi sampah menjadi listrik memerlukan dukungan aktif dari partisipasi masyarakat untuk mencapai keberhasilan optimal. Keterlibatan komunitas lokal dalam pengelolaan sampah dan kesadaran akan pentingnya energi terbarukan menjadi kunci implementasi program ini. Kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat perlu diperkuat melalui edukasi dan insentif yang tepat. Dengan dukungan publik yang kuat, program ini dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk mengatasi krisis sampah sekaligus menghasilkan energi bersih. Summary The waste-to-energy program requires active community participation to achieve optimal success and sustainability. Involvement of local communities in waste management and awareness of renewable energy’s importance serve as key factors in program implementation. Collaboration among government, private sector, and society must be strengthened through proper education and incentive mechanisms. With strong public support, this program can become a sustainable solution to address the waste crisis while generating clean energy simultaneously. ───────────── Baca selengkapnya di: republika.co.id →
Catatan Buruk Kebijakan Sampah Nasional
[National] · Policy Ringkasan Kebijakan sampah nasional Indonesia menghadapi sejumlah tantangan signifikan yang memerlukan evaluasi mendalam dan perbaikan menyeluruh. Implementasi regulasi yang ada masih terkendala oleh inkonsistensi antara tingkat pusat dan daerah, serta keterbatasan infrastruktur dan pendanaan. Persoalan ini berdampak pada pengelolaan sampah yang belum optimal dan belum tercapainya target pengurangan limbah secara nasional. SWI menekankan perlunya reformasi kebijakan yang lebih komprehensif dan kolaboratif untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Summary Indonesia’s national waste management policy faces significant challenges that require thorough evaluation and comprehensive reform. The implementation of existing regulations remains constrained by inconsistencies between central and regional levels, as well as limitations in infrastructure and funding. These issues have resulted in suboptimal waste management and failure to achieve national waste reduction targets. SWI emphasizes the need for more comprehensive and collaborative policy reforms to establish a sustainable waste management system. ───────────── Baca selengkapnya di: Epaper Media Indonesia →
DPRD Minta Pemprov DKI Perjelas Sistem Sebulan Jelang Aturan Pilah Sampah
[National] · Policy Ringkasan DPRD DKI Jakarta meminta Pemerintah Provinsi DKI untuk memberikan penjelasan yang lebih jelas mengenai sistem pemilahan sampah sebelum aturan tersebut diberlakukan satu bulan ke depan. Permintaan ini menunjukkan kekhawatiran akan kesiapan implementasi kebijakan pemilahan sampah di tingkat masyarakat dan infrastruktur pendukungnya. Pemprov perlu memastikan sosialisasi yang memadai agar masyarakat memahami prosedur pemilahan sampah yang benar. Koordinasi yang kuat antara DPRD dan Pemprov diperlukan untuk memastikan kebijakan berjalan efektif dan sesuai target pembangunan berkelanjutan. Summary The Jakarta Provincial Legislative Council has requested the Provincial Government of DKI Jakarta to provide clearer explanations regarding the waste sorting system before its implementation in the coming month. This request reflects concerns about the readiness of implementing waste sorting policies at community and infrastructure levels. The Provincial Government must ensure adequate socialization so that the public understands the correct waste sorting procedures. Strong coordination between the legislative council and provincial government is essential to ensure the policy runs effectively and aligns with sustainable development targets. ───────────── Baca selengkapnya di: Kompas.com →